Dapat jatah secuil, Menpora sindir Kementerian lain

Senin, 01 April 2013 - 15:47 WIB
Dapat jatah secuil,...
Dapat jatah secuil, Menpora sindir Kementerian lain
A A A
Sindonews.com - Kementerian Keuangan masih memblokir anggaran beberapa Kementerian/Lembaga dalam APBN 2013. Diantaranya adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga. Bahkan jika dana tersebut nantinya cair kucuran dana tersebut relatif kecil jika dibandingkan pos-pos Kementerian lainya.

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mengungkapkan, kalau anggaran yang terlalu kecil menjadi alasan sulitnya pembangunan olahraga nasional.

"Anggaran kami bisa dibilang kecil dibanding Kementrian lain yakni Rp1,9 Triliun. Coba anda bayangkan susahnya Kemenpora membangun olahraga nasional," ujar Roy dalam konferensi pers turnamen bulutangkis SIDU Cup di Senayan Golf, Jakarta, Senin (1/4/2013)..

Roy menambahkan uang Rp1,9 triliun itu masih harus dibagi-bagi ke beberapa pos hingga membuat anggaran untuk olahraga menjadi semakin kecil.

" Rp550 miliar itu untuk Olahraga, itu sudah dipotong Rp200 miliar untuk penyelenggaraan Islamic Solidarity Games dan hanya 100 M untuk semua cabang olahraga," ucapnya.

Di lain sisi, mengenai penyelenggaraan SIDU Cup, Roy mengaku mendukung penuh turnamen tersebut. Lebih lanjut, Roy mengungkapkan, penunjukan Gita Wirjawan sebagai Ketua Umum PBSI (yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut) sangat tepat.

"Bulutangkis sangat lekat dengan masyarakat Indonesia. Penunjukan pak Gita sebagai ketum PBSI sangat tepat. Saya harap pak Gita bisa mengangkat kembali prestasi bulutangkis kita seperti dulu," tutup Roy.

Seperti diberitakan, dalam rapat kerja Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan Komisi X DPR, Rabu (6/3), terungkap fakta Kemenkeu masih memblokir anggaran Kemenpora.

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Djoko Pekik Irianto saat itu menerangkan, dari alokasi dana itu, dana penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 yang belum cair sebesar Rp 200 miliar. Roy melanjutkan, dana Rp 200 miliar harus bisa dipakai secara efisien karena dipergunakan untuk pembayaran banyak hal. Salah satunya untuk pembayaran jasa teknologi informasi.
(wbs)
Berita Terkait
Senyum Dito Ariotedjo...
Senyum Dito Ariotedjo saat Dipanggil Prabowo ke Kertanegara
Menpora dan Komisi X...
Menpora dan Komisi X DPR Bahas Pemangkasan Anggaran Rp1,29 Triliun untuk 202
Menpora Dito Terima...
Menpora Dito Terima Kunjungan Organisasi Kerja Sama Islam Hissein Brahim Taha
Piala Menpora Jadi Benchmark...
Piala Menpora Jadi Benchmark Bergulirnya Kompetisi Olahraga di Indonesia
Terpilih Sebagai Waketum...
Terpilih Sebagai Waketum PSSI, Menpora Belum Pastikan Pengunduran Dirinya
Ini Sosok Dito Ariotedjo,...
Ini Sosok Dito Ariotedjo, Menpora Baru Pilihan Jokowi
Berita Terkini
10 Negara yang Pernah...
10 Negara yang Pernah Diskors FIFA karena Intervensi Politik: Ada Indonesia hingga Rusia
6 jam yang lalu
Klarifikasi Desak Made...
Klarifikasi Desak Made usai Raih Emas di Krakow: Bukan Kritik kepada Pihak Tertentu
10 jam yang lalu
Presiden FIFA Akhirnya...
Presiden FIFA Akhirnya Mengakui Ditelepon Trump terkait Kartu Merah Balogun
10 jam yang lalu
Angka 7 Tak Lagi Bersahabat...
Angka 7 Tak Lagi Bersahabat dengan Cristiano Ronaldo
11 jam yang lalu
6 Tim Lolos ke Perempat...
6 Tim Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Argentina Menyusul atau Tersingkir?
12 jam yang lalu
Amerika Serikat Tersingkir,...
Amerika Serikat Tersingkir, Belgia Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
13 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved