Bos Persib siap pimpin PSSI Jabar
Kamis, 18 April 2013 - 11:49 WIB
Bos Persib siap pimpin PSSI Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Perubahan dalam struktur organisasi PSSI Pusat langsung maupun tidak langsung bakal berpengaruh pada tatanan kepengurusan PSSI di daerah. Salah satu yang kemungkinan bakal merasakan dampak dari rekonsiliasi dua kubu yang selama ini berseteru adalah Pengprov PSSI Jawa Barat.
Sudah jadi rahasia umum, jika selama ini Ketua PSSI Jabar, Bambang Sukowiyono memiliki hubungan kurang harmonis dengan anggota Komite Eksekutif PSSI, Tony Aprilani yang juga sebelumnya sempat menduduki posisi yang kini diduduki Suko.
Karena itu ketika sejumlah pihak yang selama ini tergabung di organisasi yang mengatasnamakan diri KPSI dan cukup aktif menuntut perubahan, mendapatkan posisi strategis dari Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin. Muncul kekhawatiran bakal terjadi perubahan kepengurusan di daerah.
Belakangan muncul isu, jika kepengurusan PSSI Jabar bakal segera dirombak lagi. Posisi Suko sebagai Ketua Umum, dikabarkan terancam dilengserkan oleh pusat. Muncul sejumlah figur yang disebut-sebut bakal menggantikan posisi Suko sebagai Ketua Umum. Salah satu diantaranya adalah Manajer Persib, Umuh Muchtar.
Umuh mengungkapkan siap memimpin Pengprov PSSI Jabar dengan harapan dirinya bisa ikut memajukan perkembangan sepak bola di Tanah Pasunda yang seolah tertidur dalam satu dekade lebih terakhir, sejak kesuksesan Persib dan Bandung Raya menjuarai Liga Indonesia pada medio 1990'an.
"Selama ini yang saya dengar PSSI Jabar vakum, semenjak ada dualisme. Kalau memang dipercaya, saya siap untuk memajukan PSSI Jabar. Apalagi ada beberapa pihak yang meminta kepada saya untuk jadi ketua PSSI Jabar," kata Umuh.
Jika resmi terpilih jadi Ketua PSSI Jabar, Umuh mengatakan akan lebih intens memperhatikan sepakbola Jabar yang pada era 1980'an hingga 1990'an sempat jadi barometer sepak bola di Indonesia, terutama berkat kehebatan pasukan Persib Bandung di ajang kompetisi Perserikatan maupun Ligina.
"Sepak bola Jawa Barat harus berjalan. Karena niatan ibadah dan saya hobi dengan sepak bola, saya benar-benar akan berbakti untuk bisa mengembangkan sepakbola di Jawa Barat. Apalagi di daerah banyak yang potensial yang bisa jadi pemain profesional," kata Umuh.
"Program saya jika jadi Ketua PSSI akan memperhatikan daerah-daerah karena mereka punya hak untuk mengajukan pemain bagus dan seleksi pemain benar-benar, tidak ada seleksi hanya karena kedekatan, sehingga lebih kondusif dan sepakbola kita lebih maju lagi," tandasnya.
Sudah jadi rahasia umum, jika selama ini Ketua PSSI Jabar, Bambang Sukowiyono memiliki hubungan kurang harmonis dengan anggota Komite Eksekutif PSSI, Tony Aprilani yang juga sebelumnya sempat menduduki posisi yang kini diduduki Suko.
Karena itu ketika sejumlah pihak yang selama ini tergabung di organisasi yang mengatasnamakan diri KPSI dan cukup aktif menuntut perubahan, mendapatkan posisi strategis dari Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin. Muncul kekhawatiran bakal terjadi perubahan kepengurusan di daerah.
Belakangan muncul isu, jika kepengurusan PSSI Jabar bakal segera dirombak lagi. Posisi Suko sebagai Ketua Umum, dikabarkan terancam dilengserkan oleh pusat. Muncul sejumlah figur yang disebut-sebut bakal menggantikan posisi Suko sebagai Ketua Umum. Salah satu diantaranya adalah Manajer Persib, Umuh Muchtar.
Umuh mengungkapkan siap memimpin Pengprov PSSI Jabar dengan harapan dirinya bisa ikut memajukan perkembangan sepak bola di Tanah Pasunda yang seolah tertidur dalam satu dekade lebih terakhir, sejak kesuksesan Persib dan Bandung Raya menjuarai Liga Indonesia pada medio 1990'an.
"Selama ini yang saya dengar PSSI Jabar vakum, semenjak ada dualisme. Kalau memang dipercaya, saya siap untuk memajukan PSSI Jabar. Apalagi ada beberapa pihak yang meminta kepada saya untuk jadi ketua PSSI Jabar," kata Umuh.
Jika resmi terpilih jadi Ketua PSSI Jabar, Umuh mengatakan akan lebih intens memperhatikan sepakbola Jabar yang pada era 1980'an hingga 1990'an sempat jadi barometer sepak bola di Indonesia, terutama berkat kehebatan pasukan Persib Bandung di ajang kompetisi Perserikatan maupun Ligina.
"Sepak bola Jawa Barat harus berjalan. Karena niatan ibadah dan saya hobi dengan sepak bola, saya benar-benar akan berbakti untuk bisa mengembangkan sepakbola di Jawa Barat. Apalagi di daerah banyak yang potensial yang bisa jadi pemain profesional," kata Umuh.
"Program saya jika jadi Ketua PSSI akan memperhatikan daerah-daerah karena mereka punya hak untuk mengajukan pemain bagus dan seleksi pemain benar-benar, tidak ada seleksi hanya karena kedekatan, sehingga lebih kondusif dan sepakbola kita lebih maju lagi," tandasnya.
(wbs)