Persib jangan mengulang Bekamenga kedua
Kamis, 25 April 2013 - 21:02 WIB
Persib jangan mengulang Bekamenga kedua
A
A
A
Sindonews.com - Liga Indonesia 2007 termasuk salah satu musim menyakitkan bagi Persib Bandung, termasuk para Bobotoh. Bagaimana tidak, sebuah kesalahan yang dianggap sepele bisa membuyarkan mimpi juara. Padahal, Maung Bandung tampil perkasa hingga mampu menjadi juara paro musim.
Saat itu, Persib diperkuat striker tim nasional Kamerun, Christian Bekamenga. Harga yang fantastis sebanding dengan kemampuannya menjebol gawang lawan. Produktivitas itu pula yang membuat Maung Bandung seakan dengan mulus memuncaki klasemen Ligina ketika putaran pertama berakhir.
Namun, di transfer window kedua, pelatih Arcan Iurii meminjamkan pemain asal Kamerun lainnya, Nyek Nyobe Georges Clement ke Persela Lamongan. Merasa kehilangan rekan senegara sekaligus teman dekat di Persib, Bekamenga kecewa. Pemain berpostur tinggi itu pun memilih hengkang ke tim Prancis, FC Nantes sebelum Ligina berakhir.
Kesalahan seperti itu pula yang ditakuti pelatih Persib saat ini, Djadjang ‘Djanur’ Nurdjaman. Di tengah performa apik Maung Bandung di Indonesia Super League (ISL) 2013, dia mengaku enggan kejadian enam tahun lalu terulang. Apalagi, saat ini Persib tengah ‘menikmati’ papan atas klasemen sementara. Bahkan jika mampu memenangi dua laga terakhir putaran pertama, Atep dkk bisa saja menduduki peringkat kedua paruh musim.
''Jika mengingat-ingat kejadian itu, sebagai bagian dari tim Persib saya merasakan trauma tersendiri. Jangan sampai terulang di musim ini,” tuturnya di Mess Pemain Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.
Karena itu, Djanur dituntut lebih berhati-hati dalam merombak skuadnya menjelang putaran kedua nanti. Meski kerangka evaluasi terhadap semua pemain sudah dikantonginya, mantan pemain Persib era 1980-an ini memilih menyampingkannya terlebih dahulu. Menurutnya, tour Jawa Timur sebagai penutup jadwal bertanding Maung Bandung di putaran pertama, jauh lebih penting untuk dipikirkan.
''Tentu sudah ada evaluasi menyeluruh terhadap semua pemain, tapi saya enggan mengungkapkannya saat ini. Karena kami harus berkonsentrasi pada dua laga terdekat. Begitu pun dengan isu bahwa saya tengah berusaha mendapatkan Andik (Vermansyah), jujur saya tidak terpikir untuk itu,” tuturnya.
Meski masih bungkam, Djanur memastikan perubahan komposisi skuad Persib tetap ada. Menurutnya, hal itu merupakan sesuatu yang lumrah dilakukan semua tim saat transfer window kedua.
''Melirik-lirik pemain pasti ada, pergerakan juga sudah ada. Tapi saya belum bisa memastikan, apakah yang dilakukan nanti adalah perombakan komposisi skuad, atau hanya penambahan pemain saja,” ungkap Djanur.
Di akhir paruh pertama musim ini, Persib akan melakoni tur Jawa Timur. Firman Utina dkk dijadwalkan menyambangi Stadion Gelora Bangkalan, Madura, untuk menjajal Persepam Madura United, Minggu (28/4).
Setelah itu, Maung Bandung akan dijamu Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Kamis (2/4). Djanur menegaskan, evaluasi final bagi para pemain akan dilakukan pada dua laga tersebut. Karena itu, dia meminta Supardi dkk bertanding sebaik mungkin.
''Saya tekankan pada para pemain, tolong tunjukkan kemampuan maksimal di dua laga Jawa Timur, jangan sampai kena evaluasi. Dua pertandingan nanti ada kaitannya dengan nasib pemain. Tapi saya harap kami akan tetap bersama-sama hingga akhir musim,” tutup Djanur.
Saat itu, Persib diperkuat striker tim nasional Kamerun, Christian Bekamenga. Harga yang fantastis sebanding dengan kemampuannya menjebol gawang lawan. Produktivitas itu pula yang membuat Maung Bandung seakan dengan mulus memuncaki klasemen Ligina ketika putaran pertama berakhir.
Namun, di transfer window kedua, pelatih Arcan Iurii meminjamkan pemain asal Kamerun lainnya, Nyek Nyobe Georges Clement ke Persela Lamongan. Merasa kehilangan rekan senegara sekaligus teman dekat di Persib, Bekamenga kecewa. Pemain berpostur tinggi itu pun memilih hengkang ke tim Prancis, FC Nantes sebelum Ligina berakhir.
Kesalahan seperti itu pula yang ditakuti pelatih Persib saat ini, Djadjang ‘Djanur’ Nurdjaman. Di tengah performa apik Maung Bandung di Indonesia Super League (ISL) 2013, dia mengaku enggan kejadian enam tahun lalu terulang. Apalagi, saat ini Persib tengah ‘menikmati’ papan atas klasemen sementara. Bahkan jika mampu memenangi dua laga terakhir putaran pertama, Atep dkk bisa saja menduduki peringkat kedua paruh musim.
''Jika mengingat-ingat kejadian itu, sebagai bagian dari tim Persib saya merasakan trauma tersendiri. Jangan sampai terulang di musim ini,” tuturnya di Mess Pemain Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.
Karena itu, Djanur dituntut lebih berhati-hati dalam merombak skuadnya menjelang putaran kedua nanti. Meski kerangka evaluasi terhadap semua pemain sudah dikantonginya, mantan pemain Persib era 1980-an ini memilih menyampingkannya terlebih dahulu. Menurutnya, tour Jawa Timur sebagai penutup jadwal bertanding Maung Bandung di putaran pertama, jauh lebih penting untuk dipikirkan.
''Tentu sudah ada evaluasi menyeluruh terhadap semua pemain, tapi saya enggan mengungkapkannya saat ini. Karena kami harus berkonsentrasi pada dua laga terdekat. Begitu pun dengan isu bahwa saya tengah berusaha mendapatkan Andik (Vermansyah), jujur saya tidak terpikir untuk itu,” tuturnya.
Meski masih bungkam, Djanur memastikan perubahan komposisi skuad Persib tetap ada. Menurutnya, hal itu merupakan sesuatu yang lumrah dilakukan semua tim saat transfer window kedua.
''Melirik-lirik pemain pasti ada, pergerakan juga sudah ada. Tapi saya belum bisa memastikan, apakah yang dilakukan nanti adalah perombakan komposisi skuad, atau hanya penambahan pemain saja,” ungkap Djanur.
Di akhir paruh pertama musim ini, Persib akan melakoni tur Jawa Timur. Firman Utina dkk dijadwalkan menyambangi Stadion Gelora Bangkalan, Madura, untuk menjajal Persepam Madura United, Minggu (28/4).
Setelah itu, Maung Bandung akan dijamu Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Kamis (2/4). Djanur menegaskan, evaluasi final bagi para pemain akan dilakukan pada dua laga tersebut. Karena itu, dia meminta Supardi dkk bertanding sebaik mungkin.
''Saya tekankan pada para pemain, tolong tunjukkan kemampuan maksimal di dua laga Jawa Timur, jangan sampai kena evaluasi. Dua pertandingan nanti ada kaitannya dengan nasib pemain. Tapi saya harap kami akan tetap bersama-sama hingga akhir musim,” tutup Djanur.
(aww)