Ada pihak yang sengaja bikin citra PSIS hancur
Senin, 03 Juni 2013 - 21:17 WIB
Ada pihak yang sengaja bikin citra PSIS hancur
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah aksi anarkistis yang dilakukan oleh suporter PSIS Semarang, disinyalir dilakukan oleh kelompok yang sudah teroganisasi. Aksi onar itu sengaja dilakukan untuk membuat citra PSIS hancur.
Indikasi itu diungkapkan Manager Legal PSIS Khairul Anwar di kantor Panpel PSIS Semarang kompleks Jatidiri, Semarang, Senin (3/6). Menurut Khairul, kenapa dia mengatakan bahwa kelompok itu sudah terorganisasi.
Pasalnya, dari rentetan kejadian yang melibatkan suporter PSIS mulai dari kejadian di Pekalongan, di Godong dan terakhir aksi pelemparan terhadap rombongan bus pemain Persip seperti sudah di rencanakan.
''Kami melihat memang ada orang-orang yang sengaja untuk membuat setiap pertandingan PSIS berakhir ricuh,” katanya.
Dengan adanya dugaan adanya provokator tersebut, manajemen meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak lanjuti setiap kejadian yang melibatkan suporter. Jika tidak mendapatkan tindak lanjut dikhawatirkan tindakan-tindakan serupa akan kembali terulang.
''Saya akan menghadap ke Kapolrestabes untuk meminta menindak lanjuti aksi pelemparan batu terhadap pemain Persip, sampai ketemu pelaku. Dan jika sudah ditemukan perlu dilanjutkan sampai ke persidangan,” ujarnya.
Perlunya tindakan tegas ini, tidak hanya untuk mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, namun juga untuk menyelamatkan kelompok suporter. Tidak hanya, meminta kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti masalah tersebut, namun manajemen juga akan meminta kepada pihak manajemen suporter untuk menindak lanjuti setiap kejadian yang terjadi.
''Kasihan manajemen suporter, dan suporter-suporter yang murni mendukung PSIS. Akibat ulah segelintir orang, nama kelompok yang dipertaruhan. Tidak hanya kelompok tetapi nama besar PSIS dan Kota Semarang,” tandasnya.
General Manager PSIS Ferdinand Hindiarto berharap tidak akan ada lagi aksi anarkisme yang dilakukan oleh suporter Semarang.”PSIS saat ini sedang dalam kondisi bagus dan berusaha untuk lolos ISL (Indonesia Super League) musim depan, jadi jangan sampai diciderai oleh aksi yang tidak terpuji lagi,” katanya.
Dia pun berharap, tim tidak mendapatkan sanksi dari PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia dan komdis PSSI akibat kejadian-kejadian yang dilakukan oleh suporter. ''Mudah-mudah tidak sampai ada sanksi. Ini akan menjadi pembelajaran bagi kita semua,” ujarnya.
Indikasi itu diungkapkan Manager Legal PSIS Khairul Anwar di kantor Panpel PSIS Semarang kompleks Jatidiri, Semarang, Senin (3/6). Menurut Khairul, kenapa dia mengatakan bahwa kelompok itu sudah terorganisasi.
Pasalnya, dari rentetan kejadian yang melibatkan suporter PSIS mulai dari kejadian di Pekalongan, di Godong dan terakhir aksi pelemparan terhadap rombongan bus pemain Persip seperti sudah di rencanakan.
''Kami melihat memang ada orang-orang yang sengaja untuk membuat setiap pertandingan PSIS berakhir ricuh,” katanya.
Dengan adanya dugaan adanya provokator tersebut, manajemen meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak lanjuti setiap kejadian yang melibatkan suporter. Jika tidak mendapatkan tindak lanjut dikhawatirkan tindakan-tindakan serupa akan kembali terulang.
''Saya akan menghadap ke Kapolrestabes untuk meminta menindak lanjuti aksi pelemparan batu terhadap pemain Persip, sampai ketemu pelaku. Dan jika sudah ditemukan perlu dilanjutkan sampai ke persidangan,” ujarnya.
Perlunya tindakan tegas ini, tidak hanya untuk mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, namun juga untuk menyelamatkan kelompok suporter. Tidak hanya, meminta kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti masalah tersebut, namun manajemen juga akan meminta kepada pihak manajemen suporter untuk menindak lanjuti setiap kejadian yang terjadi.
''Kasihan manajemen suporter, dan suporter-suporter yang murni mendukung PSIS. Akibat ulah segelintir orang, nama kelompok yang dipertaruhan. Tidak hanya kelompok tetapi nama besar PSIS dan Kota Semarang,” tandasnya.
General Manager PSIS Ferdinand Hindiarto berharap tidak akan ada lagi aksi anarkisme yang dilakukan oleh suporter Semarang.”PSIS saat ini sedang dalam kondisi bagus dan berusaha untuk lolos ISL (Indonesia Super League) musim depan, jadi jangan sampai diciderai oleh aksi yang tidak terpuji lagi,” katanya.
Dia pun berharap, tim tidak mendapatkan sanksi dari PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia dan komdis PSSI akibat kejadian-kejadian yang dilakukan oleh suporter. ''Mudah-mudah tidak sampai ada sanksi. Ini akan menjadi pembelajaran bagi kita semua,” ujarnya.
(aww)