PSM sulit menang di kandang Persebaya
Senin, 10 Juni 2013 - 16:13 WIB
PSM sulit menang di kandang Persebaya
A
A
A
Sindonews.com - Skuad PSM Makassar bakal sulit merebut poin penuh saat menjalani laga tandang melawan Persebaya 1927 di Gelora 10 Nopember pada Kamis, 13 Juni mendatang. Pasalnya, tiga hari lagi Andi Oddang dkk akan melakukan tur Jawa dan Kalimantan.
Namun, belum juga melakukan latihan rutin sebagai bentuk persiapan, para penggawa PSM masih masih melakukan aksi mogok. Itu dipicu gaji mereka selama dua bulan ditambah bonus empat kemenangan belum dibayarkan oleh pihak manajemen PSM.
Mantan pemain PSM, Ali Baba mengatakan, memang dalam kondisi seperti ini, Andi Oddang dkk sangat sulit memperoleh kemenangan atas Persebaya 1927. Karena menurutnya pertandingan sepak bola, para pemain harus selalu melakukan latihan rutin untuk mengasah kemampuan dan kebugaran mereka semua.
"Melihat kondisi saat ini, memang PSM sulit meraih poin penuh saat berhadapan Persebaya," kata mantan pemain ini.
Bukan hanya itu, dirinya juga mengatakan, klub yang akan dilawan PSM juga bukan klub sembarangan, karena kita tahu bagaimana prestasi Pesebaya di kancah persepakbolaan. Bukan hanya itu, kata dia, saat ini Persebaya juga sudah membuktikan bahwa mereka klub yang baik karena sekaran sudah masuk pada tiga besar klasemen semenara di Indonesia Primer League (IPL) musim ini.
"Dalam sepak bola, bukan seperti rumus yang harus dipecahkan, untuk menang, melainkan bagaimana kekompakkan tim karena sering berlatih. Untuk itu, meraih poin penuh sangat sulit," jelasnya.
Sejak 21 Mei lalu, para penggawa PSM melakukan aksi mogok untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya, pada Februari saat Pasukan Ramang juga melakukan hal yang sama, bersamaan dengan persiapan menghadapi juara bertahan IPL musim lalu yakni Semen Padang. Hasilnya Laskar Ayam Jantan dari Timur harus menelan kekalahan degan skor 0-1 di kandang sendiri.
Kali ini, aksi mogok kembali terjadi dengan permasalahan yang sama, yaitu karena gaji para pemain belum dibayarkan, hari ini sudah terhitung selama 20 hari tidak melakukan latihan rutin seperti biasanya. Padahal mereka harus melakukan persiapan untuk menjalani laga tandang melawan Persebaya 1927 dan Bontang FC.
Kendati demikian, Ali Baba juga mengatakan, bahwa memang para pemain juga tidak bisa disalahkan terkait aksi mogok yang mereka dilakukan, karena yang dituntut juga merupakan hak mereka juga, bukan hanya itu kata dia, mereka juga punya kebutuhan dasar. "Pemain juga tidak bisa disalahkan, mereka sudah menjadikan sepak bola sebagai gantungan hidupnya, untuk itu kita berharap agar persoalan ini cepat selesai," paparnya.
Namun, mantan pemain pada era 90-an ini berharap, jika memang PSM tidak mampu merebut poin penuh karena kondisi seperti ini, seharusnya juga jangan mempermalukan tim, karena PSM juga merupakan klub yang bersejarah. "Kalau bisa ditahan imbang, dan kalah juga jangan terlalu banyak," pungkasnya.
Namun, belum juga melakukan latihan rutin sebagai bentuk persiapan, para penggawa PSM masih masih melakukan aksi mogok. Itu dipicu gaji mereka selama dua bulan ditambah bonus empat kemenangan belum dibayarkan oleh pihak manajemen PSM.
Mantan pemain PSM, Ali Baba mengatakan, memang dalam kondisi seperti ini, Andi Oddang dkk sangat sulit memperoleh kemenangan atas Persebaya 1927. Karena menurutnya pertandingan sepak bola, para pemain harus selalu melakukan latihan rutin untuk mengasah kemampuan dan kebugaran mereka semua.
"Melihat kondisi saat ini, memang PSM sulit meraih poin penuh saat berhadapan Persebaya," kata mantan pemain ini.
Bukan hanya itu, dirinya juga mengatakan, klub yang akan dilawan PSM juga bukan klub sembarangan, karena kita tahu bagaimana prestasi Pesebaya di kancah persepakbolaan. Bukan hanya itu, kata dia, saat ini Persebaya juga sudah membuktikan bahwa mereka klub yang baik karena sekaran sudah masuk pada tiga besar klasemen semenara di Indonesia Primer League (IPL) musim ini.
"Dalam sepak bola, bukan seperti rumus yang harus dipecahkan, untuk menang, melainkan bagaimana kekompakkan tim karena sering berlatih. Untuk itu, meraih poin penuh sangat sulit," jelasnya.
Sejak 21 Mei lalu, para penggawa PSM melakukan aksi mogok untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya, pada Februari saat Pasukan Ramang juga melakukan hal yang sama, bersamaan dengan persiapan menghadapi juara bertahan IPL musim lalu yakni Semen Padang. Hasilnya Laskar Ayam Jantan dari Timur harus menelan kekalahan degan skor 0-1 di kandang sendiri.
Kali ini, aksi mogok kembali terjadi dengan permasalahan yang sama, yaitu karena gaji para pemain belum dibayarkan, hari ini sudah terhitung selama 20 hari tidak melakukan latihan rutin seperti biasanya. Padahal mereka harus melakukan persiapan untuk menjalani laga tandang melawan Persebaya 1927 dan Bontang FC.
Kendati demikian, Ali Baba juga mengatakan, bahwa memang para pemain juga tidak bisa disalahkan terkait aksi mogok yang mereka dilakukan, karena yang dituntut juga merupakan hak mereka juga, bukan hanya itu kata dia, mereka juga punya kebutuhan dasar. "Pemain juga tidak bisa disalahkan, mereka sudah menjadikan sepak bola sebagai gantungan hidupnya, untuk itu kita berharap agar persoalan ini cepat selesai," paparnya.
Namun, mantan pemain pada era 90-an ini berharap, jika memang PSM tidak mampu merebut poin penuh karena kondisi seperti ini, seharusnya juga jangan mempermalukan tim, karena PSM juga merupakan klub yang bersejarah. "Kalau bisa ditahan imbang, dan kalah juga jangan terlalu banyak," pungkasnya.
(aww)