Si Bison sering gugup lawan tim besar
Senin, 10 Juni 2013 - 16:24 WIB
Si Bison sering gugup lawan tim besar
A
A
A
Sindonews.com - Barisan depan yang dimiliki Sriwijaya FC (SFC) memang cukup bisa bersaing dengan pemain depan dari tim-tim kontestan Indonesia Super League (ISL). Tapi masih ada juga pemain-pemain yang performanya belum selalu stabil.
Salah satunya winger Tantan Dzalikha, yang sering dimainkan sang nakhoda sebagai striker atau target man. Pemilik nomor punggung 10 ini, juga belum menemukan permainan yang stabil, meski sudah diberi kepercayaan pelatih sebagai starter.
Tantan, mengakui bahwa dirinya kerap dihantui rasa gugup dan emosional, terlebih saat menghadapi tim-tim besar. ''Tidak jarang, saya menjadi gugup, tapi justru terpacu terus untuk menampilkan permainan terbaik. Saya terus mencoba agar bermain lebih tenang dan saya akui saya terkadang masih kurang tenang dan terburu-buru saat hendak menyelesaikan sebuah peluang untuk menjadi gol,” katanya.
Menurut pemain yang dijuliki Si Bison ini, lantaran masih kurang tenang itulah, beberapa kali peluang yang dia buat, belum mampu dikonversikan menjadi gol. Walaupun, pengaruh dari peluang-peluang yang diciptakannya tersebut, juga dipengaruhi kehebatan penjaga gawang lawan.
Tantan sendiri terakhir kali mendonasikan golnya atau gol ke tujuh untuk Laskar Wong Kito pada pekan ke-16 saat bertandang ke Persidafon Dafonsoro. Hanya saja, meski sejauh ini Tantan termasuk belum bermain stabil untuk mencetak gol di tiap pertandingan, tapi pelatih SFC, Kas Hartadi selalu percaya pada anak asuhnya tersebut.
Mantan pemain Persitara ini mengungkapkan, selain mendapatkan arahan dan instruksi dari pelatih kepala, tapi dirinya juga sering dinasihati rekan satu timnya, yakni Boakay Eddie Foday.
''Untuk memaksimalkan sebuah peluang, saya harus dan akan memperbaiki clean sheet serta ketenangan saat bermain. Saya juga sering dinasihati Boakay Eddie Foday supaya lebih tenang dan jangan terburu-buru menyia-nyiakan peluang,"ucap Tantan.
Namun, pemain yang telah mempunyai 20 caps bersama Laskar Wong Kito musim ini lebih memilih kepentingan tim ketimbang raihan individu. Tantan yang masa kecilnya sebagai penggembala sapi ingin selalu tampil maksimal dalam setiap laga, meskipun tidak selalu bisa mencetak gol.
Dirinya pun merasa nyaman ditempatkan di posisi kanan, bisa memberikan asssit pada pemain lain. Bahkan sang nakhoda dapat memberikan peran lain pada Tantan, yang juga bisa rolling ke winger kiri atau second striker.
''Saya akan tampil maksimal, karena sudah banyak sekali diberi kepercayaan bermain, maka saya tidak ingin mengecewakan pelatih. Tapi yang terpenting adalah tim bisa menang, saya hanya berusaha membantu tim ini tetap berjaya di Indonesia. Saya ingin menambah gol, tapi yang saya lebih inginkan tim bisa meraih tiga angka dalam setiap laga,” katanya.
Sementara menganggapi hal ini pelatih SFC, Kas Hartadi, mengakui pemain depannya termasuk Tantan sudah jarang menciptakan gol. Namun, kondisi seperti ini hanya menunggu waktu supaya Tantan membuat gol kembali.
''Tidak semua peluang itu membuahkan gol, perlu waktu dan ketenangan. Semua pemain top dunia pun seperti itu, kadang sudah membuat gol untuk waktu yang lama, tapi nanti momen itu akan datang kembali padanya,”jelas Kas.
Salah satunya winger Tantan Dzalikha, yang sering dimainkan sang nakhoda sebagai striker atau target man. Pemilik nomor punggung 10 ini, juga belum menemukan permainan yang stabil, meski sudah diberi kepercayaan pelatih sebagai starter.
Tantan, mengakui bahwa dirinya kerap dihantui rasa gugup dan emosional, terlebih saat menghadapi tim-tim besar. ''Tidak jarang, saya menjadi gugup, tapi justru terpacu terus untuk menampilkan permainan terbaik. Saya terus mencoba agar bermain lebih tenang dan saya akui saya terkadang masih kurang tenang dan terburu-buru saat hendak menyelesaikan sebuah peluang untuk menjadi gol,” katanya.
Menurut pemain yang dijuliki Si Bison ini, lantaran masih kurang tenang itulah, beberapa kali peluang yang dia buat, belum mampu dikonversikan menjadi gol. Walaupun, pengaruh dari peluang-peluang yang diciptakannya tersebut, juga dipengaruhi kehebatan penjaga gawang lawan.
Tantan sendiri terakhir kali mendonasikan golnya atau gol ke tujuh untuk Laskar Wong Kito pada pekan ke-16 saat bertandang ke Persidafon Dafonsoro. Hanya saja, meski sejauh ini Tantan termasuk belum bermain stabil untuk mencetak gol di tiap pertandingan, tapi pelatih SFC, Kas Hartadi selalu percaya pada anak asuhnya tersebut.
Mantan pemain Persitara ini mengungkapkan, selain mendapatkan arahan dan instruksi dari pelatih kepala, tapi dirinya juga sering dinasihati rekan satu timnya, yakni Boakay Eddie Foday.
''Untuk memaksimalkan sebuah peluang, saya harus dan akan memperbaiki clean sheet serta ketenangan saat bermain. Saya juga sering dinasihati Boakay Eddie Foday supaya lebih tenang dan jangan terburu-buru menyia-nyiakan peluang,"ucap Tantan.
Namun, pemain yang telah mempunyai 20 caps bersama Laskar Wong Kito musim ini lebih memilih kepentingan tim ketimbang raihan individu. Tantan yang masa kecilnya sebagai penggembala sapi ingin selalu tampil maksimal dalam setiap laga, meskipun tidak selalu bisa mencetak gol.
Dirinya pun merasa nyaman ditempatkan di posisi kanan, bisa memberikan asssit pada pemain lain. Bahkan sang nakhoda dapat memberikan peran lain pada Tantan, yang juga bisa rolling ke winger kiri atau second striker.
''Saya akan tampil maksimal, karena sudah banyak sekali diberi kepercayaan bermain, maka saya tidak ingin mengecewakan pelatih. Tapi yang terpenting adalah tim bisa menang, saya hanya berusaha membantu tim ini tetap berjaya di Indonesia. Saya ingin menambah gol, tapi yang saya lebih inginkan tim bisa meraih tiga angka dalam setiap laga,” katanya.
Sementara menganggapi hal ini pelatih SFC, Kas Hartadi, mengakui pemain depannya termasuk Tantan sudah jarang menciptakan gol. Namun, kondisi seperti ini hanya menunggu waktu supaya Tantan membuat gol kembali.
''Tidak semua peluang itu membuahkan gol, perlu waktu dan ketenangan. Semua pemain top dunia pun seperti itu, kadang sudah membuat gol untuk waktu yang lama, tapi nanti momen itu akan datang kembali padanya,”jelas Kas.
(aww)