Mantan Presiden Barca bela Messi
Jum'at, 14 Juni 2013 - 07:15 WIB
Mantan Presiden Barca bela Messi
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Presiden Barcelona Joan Laporta memberikan dukungan kepada Lionel Messi yang sedang tersandung masalah pajak di Spanyol.
Sebelumnya seorang jaksa melaporkan bintang Argentina itu bersama ayahnya melakukan penggelapan pajak sebesar 4 juta euro. Pesepakbola berusia 25 tahun itu dan ayahnya, Jorge Horacio, dicurigai mengisi laporan pajak palsu selama 2007-2009.
Berdasarkan tuduhan itu, Messi mendapat pendapatan besar dari mengalihkan hak cipta atas foto-fotonya ke pihak ketiga, pendapatan itu seharusnya dikenakan pajak. Messi juga dituduh menghindari kewajiban pajak dengan menggunakan perusahaan fiktif di surga pengemplang pajak seperti Belize dan Uruguay.
Namun Laporta meyakini Messi tidak bersalah dan tidak melakukan seperti yang dituduhkan. “Saya yakin baik Messi ataupun ayahnya sama sekali tidak melakukan pelanggaran apapun. Situasinya bisa karena mereka tidak memiliki tanggung jawab dalam peristiwa ini." kata Laporta Cope radio dilansir Guardian, Jumat (14/6/2013).
"Ada pihak ketiga yang bertanggung jawab."
“Saya mengenal mereka dan mereka selalu ingin bertindak sesuai hukum, dan itulah bagaimana mereka bertindak dengan klub, setidaknya ketika saya menjadi presiden.”
Sebelumnya seorang jaksa melaporkan bintang Argentina itu bersama ayahnya melakukan penggelapan pajak sebesar 4 juta euro. Pesepakbola berusia 25 tahun itu dan ayahnya, Jorge Horacio, dicurigai mengisi laporan pajak palsu selama 2007-2009.
Berdasarkan tuduhan itu, Messi mendapat pendapatan besar dari mengalihkan hak cipta atas foto-fotonya ke pihak ketiga, pendapatan itu seharusnya dikenakan pajak. Messi juga dituduh menghindari kewajiban pajak dengan menggunakan perusahaan fiktif di surga pengemplang pajak seperti Belize dan Uruguay.
Namun Laporta meyakini Messi tidak bersalah dan tidak melakukan seperti yang dituduhkan. “Saya yakin baik Messi ataupun ayahnya sama sekali tidak melakukan pelanggaran apapun. Situasinya bisa karena mereka tidak memiliki tanggung jawab dalam peristiwa ini." kata Laporta Cope radio dilansir Guardian, Jumat (14/6/2013).
"Ada pihak ketiga yang bertanggung jawab."
“Saya mengenal mereka dan mereka selalu ingin bertindak sesuai hukum, dan itulah bagaimana mereka bertindak dengan klub, setidaknya ketika saya menjadi presiden.”
(irc)