Flipkens bersua juara Nuremberg di final
Sabtu, 22 Juni 2013 - 02:12 WIB
Flipkens bersua juara Nuremberg di final
A
A
A
Sindonews.com - Petenis tunggal putri unggulan keempat, Kirsten Flipkens, akhirnya berhadapan dengan juara Nuremberg, Simona Halep, di babak final turnamen lapangan rumput Topshelf Terbuka di 's-Hertogenbosch, Belanda.
Flipkens, yang hanya menembus semifinal di tahun lalu, memastikan tempat di final, menyusul kemenangan 6-3, 6-1 atas petenis kualifikasi dari Spanyol, Garbine Muguruza, Jumat (21/6) waktu setempat. Pada pertandingan yang berlangsung selama satu jam itu, Flipkens mampu mencatatkan tujuh kali aces dan memenangkan empat dari enam kali kesempatan break points.
Halep juga membutuhkan waktu yang tak jauh beda untuk merebut tiket final. Petenis asal Rumania itu hanya membutuhkan waktu 61 menit untuk menyingkirkan unggulan ketiga yang juga berasal dari Spanyol, Carla Suarez Navarro, dengan skor 6-3, 6-2.
Meskipun saat ini menempati peringkat 45 dunia, Halep selalu menang dalam dua pertemuan sebelumnya dengan Flipkens, yang kini nangkring di posisi 20 dunia. Dua kemenangan itu diraih di turnamen lapangan tanah liat Maroko pada 2011, dan di lapangan keras Tokyo, Jepang, tiga tahun yang lalu.
Flipkens, yang hanya menembus semifinal di tahun lalu, memastikan tempat di final, menyusul kemenangan 6-3, 6-1 atas petenis kualifikasi dari Spanyol, Garbine Muguruza, Jumat (21/6) waktu setempat. Pada pertandingan yang berlangsung selama satu jam itu, Flipkens mampu mencatatkan tujuh kali aces dan memenangkan empat dari enam kali kesempatan break points.
Halep juga membutuhkan waktu yang tak jauh beda untuk merebut tiket final. Petenis asal Rumania itu hanya membutuhkan waktu 61 menit untuk menyingkirkan unggulan ketiga yang juga berasal dari Spanyol, Carla Suarez Navarro, dengan skor 6-3, 6-2.
Meskipun saat ini menempati peringkat 45 dunia, Halep selalu menang dalam dua pertemuan sebelumnya dengan Flipkens, yang kini nangkring di posisi 20 dunia. Dua kemenangan itu diraih di turnamen lapangan tanah liat Maroko pada 2011, dan di lapangan keras Tokyo, Jepang, tiga tahun yang lalu.
(nug)