Koleksi poin tandang Persib kalah mentereng
Selasa, 25 Juni 2013 - 12:20 WIB
Koleksi poin tandang Persib kalah mentereng
A
A
A
Sindonews.com - Persib Bandung belum puas dengan catatan kemenangan di laga tandang Indonesia Super League (ISL) musim ini. Pelatih Djadjang ‘Djanur’ Nurdjaman pun mengaku akan terus memperbaikinya.
Dibandingkan dua pesaing terdekat, Sriwijaya FC dan Arema Cronous, skuad Pangeran Biru memang menjadi yang paling nihil meraup poin di kandang lawan. Dalam dua belas laga tandang yang dilakoni SFC, mereka mampu mengumpulkan tujuh kemenangan dan lima kali kalah.
Itu berarti, anak asuh Kas Hartadi berhasil mencuri 21 poin dari tanah orang. Sedangkan Arema mencatat perolehan empat kali menang, empat seri, dan empat kekalahan dari dua belas pertandingan away mereka. Dengan begitu, tim Singo Edan mengumpulkan enam belas poin curian.
Kendati dalam urutan klasemen sementara tepat berada di bawah SFC dan Arema, nyatanya perolehan angka tandang Persib jauh di bawah kedua klub tersebut. Hingga laga tandang ke sebelasnya, skuad Pangeran Biru hanya mampu membawa pulang total sepuluh poin dari markas lawan.
Torehan itu berkat catatan dua kali menang, empat hasil seri, dan lima kali kalah. Dua laga tandang yang dimenangkan Supardi dkk diperoleh dari Persepam Madura United dan Pelita Bandung Raya (PBR). Tentu saja saat dijamu PBR, Persib serasa menjadi tuan rumah. Hal itu karena laga berlangsung di Stadion Siliwangi dan dihadiri puluhan ribu Bobotoh.
Catatan kemenangan tandang ini justru kalah mentereng dari tim yang dalam klasemen berada di bawah Persib. Sebut saja Mitra Kutai Kartanegara yang hingga laga ke 24-nya, mereka tertahan di peringkat ke-6. Dalam tiga belas kali bertanding di markas lawan, Mitra Kukar berhasil memboyong total tujuh belas poin. Mereka mencatat lima kali menang, dua hasil seri, dan enam kali kalah.
''Memang sampai saat ini catatan away kami belum baik. Tapi kami terus membenahinya, semoga selanjutnya bisa lebih dari ini,” kata Djanur di Pekanbaru.
Mengincar lebih banyak kemenangan tandang, pelatih berusia 52 tahun ini meminta anak asuhnya tidak membeda-bedakan lawan. Di mata Djanur, beberapa hasil kurang memuaskan di laga away tidak masuk dalam prediksinya.
Itu berarti terdapat faktor selain kualitas tim yang membuat kekalahan
terpaksa ditelan skuad Pangeran Biru. Namun Djanur tidak menyebutkan secara spesifik, apakah hal ini terkait mental, stamina, atau menganggap enteng lawan.
''Saya tidak pernah memedulikan kondisi calon lawan, dan kami hanya fokus pada persiapan tim sendiri. Hal itu juga yang saya sampaikan pada pemain, bagus atau tidaknya lawan kami tidak boleh terlalu ditakuti atau bahkan menganggap enteng, kami tidak mau terjebak,” kata Djanur.
Hal senada diungkapkan Manajer Umuh Muchtar. Bahkan dia menyebut laga tandang kontra Gresik United dan Persita Tangerang sebagai contoh pertandingan yang harus dijadikan pelajaran. Bertandang ke Stadion Petrokimia, Gresik, Bobotoh justru dihadiahi pil pahit dengan kekalahan Persib 2-1 dari tim tuan rumah. Sedangkan laga away kontra Persita Tangerang di luar dugaan berakhir imbang 2-2.
''Jangan menganggap enteng lawan. Biasanya tim lain selalu saja mendadak bagus saat melawan Persib, itu karena mereka main habis-habisan ingin mengalahkan kami. Lihat saja pertandingan melawan Gresik yang tadinya optimistis bisa menang, malah kalah. Lawan Persita juga sudah percaya diri mau menang, malah seri. Semoga itu bisa dijadikan pelajaran,” kata Umuh.
Dibandingkan dua pesaing terdekat, Sriwijaya FC dan Arema Cronous, skuad Pangeran Biru memang menjadi yang paling nihil meraup poin di kandang lawan. Dalam dua belas laga tandang yang dilakoni SFC, mereka mampu mengumpulkan tujuh kemenangan dan lima kali kalah.
Itu berarti, anak asuh Kas Hartadi berhasil mencuri 21 poin dari tanah orang. Sedangkan Arema mencatat perolehan empat kali menang, empat seri, dan empat kekalahan dari dua belas pertandingan away mereka. Dengan begitu, tim Singo Edan mengumpulkan enam belas poin curian.
Kendati dalam urutan klasemen sementara tepat berada di bawah SFC dan Arema, nyatanya perolehan angka tandang Persib jauh di bawah kedua klub tersebut. Hingga laga tandang ke sebelasnya, skuad Pangeran Biru hanya mampu membawa pulang total sepuluh poin dari markas lawan.
Torehan itu berkat catatan dua kali menang, empat hasil seri, dan lima kali kalah. Dua laga tandang yang dimenangkan Supardi dkk diperoleh dari Persepam Madura United dan Pelita Bandung Raya (PBR). Tentu saja saat dijamu PBR, Persib serasa menjadi tuan rumah. Hal itu karena laga berlangsung di Stadion Siliwangi dan dihadiri puluhan ribu Bobotoh.
Catatan kemenangan tandang ini justru kalah mentereng dari tim yang dalam klasemen berada di bawah Persib. Sebut saja Mitra Kutai Kartanegara yang hingga laga ke 24-nya, mereka tertahan di peringkat ke-6. Dalam tiga belas kali bertanding di markas lawan, Mitra Kukar berhasil memboyong total tujuh belas poin. Mereka mencatat lima kali menang, dua hasil seri, dan enam kali kalah.
''Memang sampai saat ini catatan away kami belum baik. Tapi kami terus membenahinya, semoga selanjutnya bisa lebih dari ini,” kata Djanur di Pekanbaru.
Mengincar lebih banyak kemenangan tandang, pelatih berusia 52 tahun ini meminta anak asuhnya tidak membeda-bedakan lawan. Di mata Djanur, beberapa hasil kurang memuaskan di laga away tidak masuk dalam prediksinya.
Itu berarti terdapat faktor selain kualitas tim yang membuat kekalahan
terpaksa ditelan skuad Pangeran Biru. Namun Djanur tidak menyebutkan secara spesifik, apakah hal ini terkait mental, stamina, atau menganggap enteng lawan.
''Saya tidak pernah memedulikan kondisi calon lawan, dan kami hanya fokus pada persiapan tim sendiri. Hal itu juga yang saya sampaikan pada pemain, bagus atau tidaknya lawan kami tidak boleh terlalu ditakuti atau bahkan menganggap enteng, kami tidak mau terjebak,” kata Djanur.
Hal senada diungkapkan Manajer Umuh Muchtar. Bahkan dia menyebut laga tandang kontra Gresik United dan Persita Tangerang sebagai contoh pertandingan yang harus dijadikan pelajaran. Bertandang ke Stadion Petrokimia, Gresik, Bobotoh justru dihadiahi pil pahit dengan kekalahan Persib 2-1 dari tim tuan rumah. Sedangkan laga away kontra Persita Tangerang di luar dugaan berakhir imbang 2-2.
''Jangan menganggap enteng lawan. Biasanya tim lain selalu saja mendadak bagus saat melawan Persib, itu karena mereka main habis-habisan ingin mengalahkan kami. Lihat saja pertandingan melawan Gresik yang tadinya optimistis bisa menang, malah kalah. Lawan Persita juga sudah percaya diri mau menang, malah seri. Semoga itu bisa dijadikan pelajaran,” kata Umuh.
(aww)