Negosiasi rumit, sponsor Persibo kabur
Selasa, 25 Juni 2013 - 15:18 WIB
Negosiasi rumit, sponsor Persibo kabur
A
A
A
Sindonews.com - Pembicaraan sponsorship yang dilakukan Persibo Bojonegoro terancam batal dengan rumitnya proses negosiasi. Dua kali melakukan pertemuan dan tidak membawa hasil, berangsur membuat calon sponsor frustrasi dan bukan tidak mungkin menarik diri.
Berdasar informasi yang dihimpun, pihak manajemen terkesan kurang fleksibel terkait sponsorship tersebut. Ada beberapa poin yang terkesan membatasi masuknya penyandang dana ke klub berjuluk Laskar Angling Dharma. Sebelumnya, sudah diberitakan durasi kontrak menjadi salah satu penyebab ruwetnya negosiasi.
Calon sponsor sponsor meminta durasi jangka panjang hingga lima tahun. Bagi sebuah klub, durasi sedemikian itu tergolong langka dan menguntungkan karena sponsor biasanya hanya meminta kerja sama jangka pendek. Namun, keputusan manajemen mengejutkan karena malah meminta kerja sama satu musim saja. Poin lain yang menjadi ganjalan adalah sistem pengelolaan yang dibatasi.
''Artinya, pihak CEO (manajemen) tidak mau sponsor ikut-ikutan mengelola Persibo. CEO maunya mengelola Persibo sendiri secara mutlak. Sehingga sponsor juga masih berpikir lagi,” ujar salah satu sumber yang mengikuti proses negosiasi.
Masalah birokrasi juga mencuat karena CEO Persibo Lukman Wafi masih akan meminta pendapat Bupati Bojonegoro sebelum membuat keputusan. Ini membuat proses negosiasi semankin panjang karena sebelumnya Bupati Bojonegoro sendiri sudah mengatakan secara gamblang tidak akan ikut campur urusan Persibo.
Proses kerja sama yang bertele-tele ini membuat supporter semakin tidak sabar dan menilai manajemen terlalu banyak pertimbangan. ''Persibo sekarang butuh uang. Apa pun caranya, uang harus datang secepatnya. Kalau prosesnya saja rumit begini, bagaimana bisa mendapatkan uang,” kata Reza Pahlevi, salah satu Boromania.
Soal penolakan durasi kontrak jangka panjang juga mendapat kritikan. Sikap manajemen yang meminta kerja sama semusim, dianggap tidak cerdas. Dengan hanya bekerjasama semusim, maka tahun depan Persibo bakal kesulitan mencari sumber dana lagi dan bisa saja mengulangi krisis finansial.
''Sudah dua musim Persibo tidak mempunyai uang sama sekali. Ketika ada sponsor menawarkan kerja sama jangka panjang, malah ditolak. Sungguh tidak masuk di logika. Bagi klub, sponsor adalah raja dan harus diutamakan,” kritik Reza. Hingga kini belum gamblang, berapa nominal yang ditawarkan pihak sponsor.
Di sisi lain, Persibo sudah mempersiapkan adanya perubahan kostum pada putaran dua Indonesian Premier League (IPL) nanti. Bocoran yang beredar, kostum tetap dominan warna oranye dengan kombinasi hijau. Perubahan kostum ini dilakukan untuk menandai kebangkitan Laskar Angling Dharma.
Manajemen juga tengah berupaya mengisi pos Manajer dan Media Officer yang ditinggalkan Nur Yahya dan Imam Nur Cahyo. Belum ada kepastian siapa yang bakal menempati posisi ini, walau kabar menyebutkan manajemen telah menemukan sosok yang bersedia
Berdasar informasi yang dihimpun, pihak manajemen terkesan kurang fleksibel terkait sponsorship tersebut. Ada beberapa poin yang terkesan membatasi masuknya penyandang dana ke klub berjuluk Laskar Angling Dharma. Sebelumnya, sudah diberitakan durasi kontrak menjadi salah satu penyebab ruwetnya negosiasi.
Calon sponsor sponsor meminta durasi jangka panjang hingga lima tahun. Bagi sebuah klub, durasi sedemikian itu tergolong langka dan menguntungkan karena sponsor biasanya hanya meminta kerja sama jangka pendek. Namun, keputusan manajemen mengejutkan karena malah meminta kerja sama satu musim saja. Poin lain yang menjadi ganjalan adalah sistem pengelolaan yang dibatasi.
''Artinya, pihak CEO (manajemen) tidak mau sponsor ikut-ikutan mengelola Persibo. CEO maunya mengelola Persibo sendiri secara mutlak. Sehingga sponsor juga masih berpikir lagi,” ujar salah satu sumber yang mengikuti proses negosiasi.
Masalah birokrasi juga mencuat karena CEO Persibo Lukman Wafi masih akan meminta pendapat Bupati Bojonegoro sebelum membuat keputusan. Ini membuat proses negosiasi semankin panjang karena sebelumnya Bupati Bojonegoro sendiri sudah mengatakan secara gamblang tidak akan ikut campur urusan Persibo.
Proses kerja sama yang bertele-tele ini membuat supporter semakin tidak sabar dan menilai manajemen terlalu banyak pertimbangan. ''Persibo sekarang butuh uang. Apa pun caranya, uang harus datang secepatnya. Kalau prosesnya saja rumit begini, bagaimana bisa mendapatkan uang,” kata Reza Pahlevi, salah satu Boromania.
Soal penolakan durasi kontrak jangka panjang juga mendapat kritikan. Sikap manajemen yang meminta kerja sama semusim, dianggap tidak cerdas. Dengan hanya bekerjasama semusim, maka tahun depan Persibo bakal kesulitan mencari sumber dana lagi dan bisa saja mengulangi krisis finansial.
''Sudah dua musim Persibo tidak mempunyai uang sama sekali. Ketika ada sponsor menawarkan kerja sama jangka panjang, malah ditolak. Sungguh tidak masuk di logika. Bagi klub, sponsor adalah raja dan harus diutamakan,” kritik Reza. Hingga kini belum gamblang, berapa nominal yang ditawarkan pihak sponsor.
Di sisi lain, Persibo sudah mempersiapkan adanya perubahan kostum pada putaran dua Indonesian Premier League (IPL) nanti. Bocoran yang beredar, kostum tetap dominan warna oranye dengan kombinasi hijau. Perubahan kostum ini dilakukan untuk menandai kebangkitan Laskar Angling Dharma.
Manajemen juga tengah berupaya mengisi pos Manajer dan Media Officer yang ditinggalkan Nur Yahya dan Imam Nur Cahyo. Belum ada kepastian siapa yang bakal menempati posisi ini, walau kabar menyebutkan manajemen telah menemukan sosok yang bersedia
(aww)