Gagal bawa pulang poin, posisi PSIS sulit
Sabtu, 29 Juni 2013 - 11:49 WIB
Gagal bawa pulang poin, posisi PSIS sulit
A
A
A
Sindonews.com – PSIS Semarang gagal membawa pulang poin setelah gagal memperoleh kemenangan dari PS Bangka, pada laga perdana babak 12 besar grub B Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Orom Sungailiat, Bangka Jumat (28/6). Pada laga tersebut PSIS menyerah 2-1.
PSIS sebenarnya sempat unggul lebih dahulu, melalui I Nyoman Sukarja pada menit ke 39, namun sayang PSIS gagal mempertahankan keunggulan, karena pada menit ke 40 PS Bangka mampu menyamakan kedudukan pada menit ke 40 melalui M.Husein dan memperbesar keunggulan pada menit 81 melalui Nanang.
Kekalahan ini membuat posisi PSIS semakin sulit untuk menembus Indonesia Super League (ISL) musim depan. Pasalnya, dengan kekalahan ini posisi PSIS saat ini berada di peringkat tiga klasmen sementara grup B.
Jika angan-angan ke ISL musim depan tidak hanya mimpi, maka pada laga berikutnya PSIS harus sapu bersih. Namun hal itu tentu tidak mudah mengingat tim-tim yang ada di grup B merupakan tim-tim tangguh.
Sementara itu jalannya pertandingan di stadion Orom Sungailiat, Bangka, pasukan Laskar Mahesa Jenar –Julukan PSIS-sebenarnya mampu menguasai pertandingan. Sejak menit awal, Imral”Korea”Usman langsung mendobrak jantung pertahanan lawan.
Hasilnya pada menit ke 39 mampu unggul lebih dahulu. I Nyoman Sukarja yang menerima krosing dari Nurul Huda, sukses menggetarkan jala PS Bangka yang dijaga oleh Imam Fadli.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. PS Bangka hanya butuh waktu satu menit untuk menyamakan kedudukan. Muhammad Husein sukses memperdaya kiper PSIS Catur Adi Nugroho setelah memanfaatkan kemelut di mulut gawang. Skor imbang bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, punggawa PSIS yang berambisi membawa pulang tiga poin, terus meningkatkan serangan. Namun, PS Bangka yang menurunkan dua pemain asingnya
Jackson Hans Osock dan Rafael Dos Santos, tak mau kalah dan memberikan perlawanan cukup sengit. Kedua tim pun saling jual beli serangan.
Menit ke 81 petaka datang bagi PSIS. Nanang Asripin yang lolos dari jebakan offside memaksa kiper PSIS Catur Adi Nugroho untuk memungut bola dari gawangnya sendiri untuk kedua kalinya. Gol yang dibuat Nanang ini menjadi gol terakhir pada pertandingan tersebut, karena hingga peluit panjang tanda selesainya pertandingan tak ada satupun gol tercipta.
Asisten Pelatih PSIS Eko Purjianto menilai, kekelahan yang di terima oleh pasukannya akibat para pemain lengah setelah mampu unggul lebih dahulu. Bahkan menurutnya gol kedua PS Bangka terjadi akibat kesalahan pemain belakang PSIS yang mengira posisi Nanang Offside dan dibiarkan menguasai bola. “Kekalahan ini akibat kesalahan kita sendiri karena lengah,” ujarnya.
Manajer tim PSIS Setyo Agung Nugroho tak mampu menyembunyikan kekecewaan akibat gagal membawa pulang poin. “Penyakit lama para pemain kambuh lagi, yakni lengah pada saat unggul,” ujarnya kecewa.
Agung mengakui dengan tanpa membawa pulang poin dari kandang PS Bangka, mau tidak mau pada saat menjamu Persebaya Surabaya di stadion Jatidiri, Rabu (3/7) wajib menang untuk menjaga kans lolos ISL musim depan. Pasalnya jika kalah atau seri dan tim lain menang, maka mimpi untuk lolos ISL harus dikubur dalam-dalam.
Tidak hanya saat melawan Persebaya, pada laga-laga berikutnya pun harus mempu memperoleh hasil maksimal. “Pemain tak boleh melakukan kesalahan lagi. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal,” tandasnya.
Dengan hasil tersebut, PSIS terdampar di posisi ketiga klasemen Grup B, sedangkan PS Bangka memuncaki klasmen bersama Persebaya Surabaya di posisi kedua setelah sukses menekuk tamunya PSBS Biak dengan skor 1-0. (andik sismanto)
PSIS sebenarnya sempat unggul lebih dahulu, melalui I Nyoman Sukarja pada menit ke 39, namun sayang PSIS gagal mempertahankan keunggulan, karena pada menit ke 40 PS Bangka mampu menyamakan kedudukan pada menit ke 40 melalui M.Husein dan memperbesar keunggulan pada menit 81 melalui Nanang.
Kekalahan ini membuat posisi PSIS semakin sulit untuk menembus Indonesia Super League (ISL) musim depan. Pasalnya, dengan kekalahan ini posisi PSIS saat ini berada di peringkat tiga klasmen sementara grup B.
Jika angan-angan ke ISL musim depan tidak hanya mimpi, maka pada laga berikutnya PSIS harus sapu bersih. Namun hal itu tentu tidak mudah mengingat tim-tim yang ada di grup B merupakan tim-tim tangguh.
Sementara itu jalannya pertandingan di stadion Orom Sungailiat, Bangka, pasukan Laskar Mahesa Jenar –Julukan PSIS-sebenarnya mampu menguasai pertandingan. Sejak menit awal, Imral”Korea”Usman langsung mendobrak jantung pertahanan lawan.
Hasilnya pada menit ke 39 mampu unggul lebih dahulu. I Nyoman Sukarja yang menerima krosing dari Nurul Huda, sukses menggetarkan jala PS Bangka yang dijaga oleh Imam Fadli.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. PS Bangka hanya butuh waktu satu menit untuk menyamakan kedudukan. Muhammad Husein sukses memperdaya kiper PSIS Catur Adi Nugroho setelah memanfaatkan kemelut di mulut gawang. Skor imbang bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, punggawa PSIS yang berambisi membawa pulang tiga poin, terus meningkatkan serangan. Namun, PS Bangka yang menurunkan dua pemain asingnya
Jackson Hans Osock dan Rafael Dos Santos, tak mau kalah dan memberikan perlawanan cukup sengit. Kedua tim pun saling jual beli serangan.
Menit ke 81 petaka datang bagi PSIS. Nanang Asripin yang lolos dari jebakan offside memaksa kiper PSIS Catur Adi Nugroho untuk memungut bola dari gawangnya sendiri untuk kedua kalinya. Gol yang dibuat Nanang ini menjadi gol terakhir pada pertandingan tersebut, karena hingga peluit panjang tanda selesainya pertandingan tak ada satupun gol tercipta.
Asisten Pelatih PSIS Eko Purjianto menilai, kekelahan yang di terima oleh pasukannya akibat para pemain lengah setelah mampu unggul lebih dahulu. Bahkan menurutnya gol kedua PS Bangka terjadi akibat kesalahan pemain belakang PSIS yang mengira posisi Nanang Offside dan dibiarkan menguasai bola. “Kekalahan ini akibat kesalahan kita sendiri karena lengah,” ujarnya.
Manajer tim PSIS Setyo Agung Nugroho tak mampu menyembunyikan kekecewaan akibat gagal membawa pulang poin. “Penyakit lama para pemain kambuh lagi, yakni lengah pada saat unggul,” ujarnya kecewa.
Agung mengakui dengan tanpa membawa pulang poin dari kandang PS Bangka, mau tidak mau pada saat menjamu Persebaya Surabaya di stadion Jatidiri, Rabu (3/7) wajib menang untuk menjaga kans lolos ISL musim depan. Pasalnya jika kalah atau seri dan tim lain menang, maka mimpi untuk lolos ISL harus dikubur dalam-dalam.
Tidak hanya saat melawan Persebaya, pada laga-laga berikutnya pun harus mempu memperoleh hasil maksimal. “Pemain tak boleh melakukan kesalahan lagi. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal,” tandasnya.
Dengan hasil tersebut, PSIS terdampar di posisi ketiga klasemen Grup B, sedangkan PS Bangka memuncaki klasmen bersama Persebaya Surabaya di posisi kedua setelah sukses menekuk tamunya PSBS Biak dengan skor 1-0. (andik sismanto)
(wbs)