Persip dan Persipur digoyang isu jual beli gol

Minggu, 30 Juni 2013 - 22:42 WIB
Persip dan Persipur...
Persip dan Persipur digoyang isu jual beli gol
A A A
Sindonews.com – Babak penyisihan grup kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia telah selesai. Kini menyisakan 12 tim yang bakal merebutkan tiket ke Indonesia Super League (ISL) musim depan.

Namun, seiring berakhirnya babak penyisihan grup, dua tim di grup II yakni Persip Pekalongan dan Persipur Purwodadi digoyang isu adanya jual beli gol pada beberapa kali pertadingan. Jual beli gol ini bukan antara satu tim dengan tim lain, melainkan tim dengan bandar judi online, yang sengaja memanfaatkan tim-tim yang terbelit masalah anggaran.

Seperti diketahui, saat ini banyak tim yang mengalami masalah financial, karena minimnya sponsor yang membatu pendanaan tim. Akibatnya berbagai cara pun dilakukan mulai dari menggadaikan sertifikat hingga menjual tim itu sendiri, demi tetap bisa mengikuti kompetisi.

Isu adanya jual beli gol ini sebenarnya sudah ada sejak pertengahan putaran pertama Divisi Utama. Namun, isu tersebut sempat meredup, dan kini kembali mencuat setelah adanya kabar bahwa Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kabarnya akan memanggil manajemen tim yang bersangkutan.

Isu adanya jual beli gol, yang dilakukan Persip Pekalongan ketika bermain dikandang Persipur Purwodadi pada, Selasa (19/3) yang berakhir dengan skor 3-1. Kabar adanya jual beli gol makin mencuat ketika pelatih Persip Agus Riyanto tiba-tiba menyatakan mundur. Kabarnya, Agus kecewa dengan tindakan manajemen.

Namun, kabar tersebut dibantah oleh Manajer Persip Aam Ikhwan. Namun bantahan yang dilontarkan oleh Aam justru, semakin membenarkan adanya mafia jual beli gol di kancah Divisi Utama Liga Indonesia.

Pasalnya Aam mengakui, pada saat menjelang pertandingan kontra Persipur, ada yang menawari dirinya supaya Persip mengalah dari Persipur dengan iming-iming mendapatkan suntikan dana segar lebih dari Rp100 juta.
Akan tetapi menurut Aam tawaran tersebut ditolak, dengan alasan timnya bisa memenangi pertandingan dan bisa mendapatkan tiga poin dari kandang Persipur.

“Setelah kami rundingkan akhirnya kami tolak. Meski pada akhirnya kami kalah 3-1 dari tuan rumah. Tapi kekalahan itu bukan karena kami menerima tawaran, melainkan murni kondisi tim yang kurang maksimal, setelah dikeluarkannya Agung Prasetyo dikeluarkan oleh wasit,” ujarnya.

Aam mengaku, kondisi Persip selama menjalani kompetisi Divisi Utama sangat sulit, terutama masalah finansial, karena minimnya anggaran dan sponsor yang masuk. Hal itu menurutnya menjadi pelajaran bagi tim ke depan.

Ditanya adanya kabar bahwa dirinya dipanggil Komisi Disiplin PSSI terkait adanya jual beli gol, Aam mengaku belum mengetahuinya. Namun apabila memang nantinya dirinya dipanggil, Aam menyatakan siap. “Ya kalau memang ada panggilan saya akan memenuhi panggilan itu,”ujarnya.

Sementara itu Persipur dikabarkan main mata dengan mafia bola ketika melawan PSIS Semarang Minggu (10/3) dan ketika melawan Persiku Kudus tiga hari kemudian. Tidak hanya itu, bahkan kabar mengejutkan, selama putaran kedua Persipur sengaja tidak pernah menang, demi mendapatkan dana segar dari mafia bola.

Namun, isu tersebut dibantah oleh manajemen Persipur. Manajer Persipur Moelyadi menyatakan, Persipur tidak pernah melakukan tindakan yang sengaja kalah dari lawan. Kekalahan Persipur murni faktor teknis, karena tim lawan lebih bagus bermain. “Tidak ada itu main mata,” ujarnya.

Dia mengaku sampai saat ini juga belum pernah ada panggilan dari Komdis PSSI mengenai masalah tersebut."Kalau memang ada panggilan kami siap untuk datang. Tapi sementara belum ada panggilan sampai saat ini," ujarnya.
(wbs)
Berita Terkait
Kebakaran Hebat Luluhlantakkan...
Kebakaran Hebat Luluhlantakkan Pasar Purwodadi Bengkulu Utara
Massa Rusak Polsek Purwodadi...
Massa Rusak Polsek Purwodadi dan Kantor DPRD Grobogan
Tinjau Revitalisasi...
Tinjau Revitalisasi Pasar Purwodadi, Jokowi: Selesai Awal Tahun Depan
Gadis Desa Purwodadi...
Gadis Desa Purwodadi Jadi Artis TikTok 7,8 Juta Followers
Dapatkan Banyak Manfaat,...
Dapatkan Banyak Manfaat, KSP Rias Pilih Pinjaman Dana Bergulir LPDB-KUMKM
Warga Senang, Pemprov...
Warga Senang, Pemprov Jateng Gercep Perbaiki Jalan Surakarta-Gemolong-Purwodadi
Berita Terkini
Cipta Cendikia FA U-15...
Cipta Cendikia FA U-15 dan Putri JP Jakarta U-18 Juara Hydroplus Soccer League Jakarta 2025/2026
2 jam yang lalu
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
8 jam yang lalu
The Legend Continues...
The Legend Continues Bergulir di Semarang, Team RS-Telkomsel 5G Siap Hadapi Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
8 jam yang lalu
Simpati Woman Rally...
Simpati Woman Rally Team Siap Tampil di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
8 jam yang lalu
Emil Audero Minta Timnas...
Emil Audero Minta Timnas Indonesia Tak Cepat Puas Usai Kalahkan Oman
9 jam yang lalu
Mathew Baker Cetak Sejarah...
Mathew Baker Cetak Sejarah Jadi Pemain Termuda di Timnas Indonesia
11 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved