Persib bantu Polda Metro tangkap pelaku penyerangan
Rabu, 10 Juli 2013 - 14:14 WIB
Persib bantu Polda Metro tangkap pelaku penyerangan
A
A
A
Sindonews.com - Persib Bandung menyambut baik langkah Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dalam menangani kasus penyerangan bus pemain di Jakarta, Sabtu (22/6). Instansi yang dikepalai Irjen Pol Putut Eko Bayuseno itu berencana menurunkan tim ke Bandung untuk meminta keterangan Atep dkk.
Pelatih Persib Bandung Djadjang 'Djanur’ Nurdjaman mengaku siap bekerja sama. Menurutnya, jika pengumpulan informasi dilakukan di Mapolda Metro Jaya ataupun markas kepolisian lain di Jakarta, hal itu dikhawatirkan memicu kejadian terulang. Karena itu, langkah kepolisian yang menjemput bola dengan datang ke Bandung merupakan solusi yang tepat.
''Tentu kami siap memberikan segala informasi yang dibutuhkan kepolisian dalam menangani kasus ini. Jika memang akan datang ke Bandung, silakan saja. Saya beserta semua pemain juga bersedia memberi keterangan,” ucap Djanur.
Meski begitu, dia meminta rencana pemeriksaan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan manajemen klub. Kepolisian juga harus menyesuaikannya dengan jadwal aktivitas skuad Pangeran Biru di Bulan Ramadhan. Jangan sampai penanganan kasus ini mengganggu kiprah Persib di Indonesia Super League (ISL).
''Sebelumnya pasti ada koordinasi dulu antara polisi dengan manajemen. Mungkin itu terkait waktu ataupun tempatnya. Bagi tim, kapanpun siap. Asal tidak mengganggu jadwal latihan atau pertandingan,” sebut pelatih berusia 53 tahun ini.
Djanur berharap, langkah-langkah yang dilakukan pihak berwajib bisa segera memberi titik terang untuk kasus ini. Bagaimanapun, pelaku penyerangan bus yang ditumpangi Firman Utina dkk dalam perjalanan ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, harus mendapatkan hukuman.
Selain dari kepolisian, Persib juga berharap tindakan tegas dari penyelenggara liga dan federasi.
Penyerangan bus yang mengakibatkan batalnya pertandingan melawan tuan rumah Persija Jakarta, harus berujung sanksi tegas pada pelaku maupun pihak yang lalai. Hingga kini, manajemen Pangeran Biru masih yakin pelaku penyerangan merupakan fans Persija, The Jakmania. Selain itu, Persib juga menyayangkan pengamanan dari panitia pelaksana (Panpel) pertandingan yang tidak sesuai permintaan.
''Saya bukan hanya siap, justru memang mengharapkan adanya pemeriksaan seperti itu. Supaya cepat beres lah masalahnya, biar ketahuan juga pelakunya,” sebut Djanur.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menyebutkan, rencana pemeriksaan di Bandung merupakan upaya jemput bola.
''Yang paling tahu kasus penyerangan ini ya orang-orang yang ada di dalam bis, yaitu pemain dan ofisial tim Persib. Kami akan periksa ke sana (Bandung), kemungkinan antara pekan ini atau pekan depan. Kami masih koordinasikan dengan Persib,” ucap Rikwanto.
Pelatih Persib Bandung Djadjang 'Djanur’ Nurdjaman mengaku siap bekerja sama. Menurutnya, jika pengumpulan informasi dilakukan di Mapolda Metro Jaya ataupun markas kepolisian lain di Jakarta, hal itu dikhawatirkan memicu kejadian terulang. Karena itu, langkah kepolisian yang menjemput bola dengan datang ke Bandung merupakan solusi yang tepat.
''Tentu kami siap memberikan segala informasi yang dibutuhkan kepolisian dalam menangani kasus ini. Jika memang akan datang ke Bandung, silakan saja. Saya beserta semua pemain juga bersedia memberi keterangan,” ucap Djanur.
Meski begitu, dia meminta rencana pemeriksaan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan manajemen klub. Kepolisian juga harus menyesuaikannya dengan jadwal aktivitas skuad Pangeran Biru di Bulan Ramadhan. Jangan sampai penanganan kasus ini mengganggu kiprah Persib di Indonesia Super League (ISL).
''Sebelumnya pasti ada koordinasi dulu antara polisi dengan manajemen. Mungkin itu terkait waktu ataupun tempatnya. Bagi tim, kapanpun siap. Asal tidak mengganggu jadwal latihan atau pertandingan,” sebut pelatih berusia 53 tahun ini.
Djanur berharap, langkah-langkah yang dilakukan pihak berwajib bisa segera memberi titik terang untuk kasus ini. Bagaimanapun, pelaku penyerangan bus yang ditumpangi Firman Utina dkk dalam perjalanan ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, harus mendapatkan hukuman.
Selain dari kepolisian, Persib juga berharap tindakan tegas dari penyelenggara liga dan federasi.
Penyerangan bus yang mengakibatkan batalnya pertandingan melawan tuan rumah Persija Jakarta, harus berujung sanksi tegas pada pelaku maupun pihak yang lalai. Hingga kini, manajemen Pangeran Biru masih yakin pelaku penyerangan merupakan fans Persija, The Jakmania. Selain itu, Persib juga menyayangkan pengamanan dari panitia pelaksana (Panpel) pertandingan yang tidak sesuai permintaan.
''Saya bukan hanya siap, justru memang mengharapkan adanya pemeriksaan seperti itu. Supaya cepat beres lah masalahnya, biar ketahuan juga pelakunya,” sebut Djanur.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menyebutkan, rencana pemeriksaan di Bandung merupakan upaya jemput bola.
''Yang paling tahu kasus penyerangan ini ya orang-orang yang ada di dalam bis, yaitu pemain dan ofisial tim Persib. Kami akan periksa ke sana (Bandung), kemungkinan antara pekan ini atau pekan depan. Kami masih koordinasikan dengan Persib,” ucap Rikwanto.
(aww)