PSIS gagal ke ISL, jangan saling menyalahkan
Rabu, 10 Juli 2013 - 17:39 WIB
PSIS gagal ke ISL, jangan saling menyalahkan
A
A
A
Sindonews.com - Pupus sudah harapan PSIS Semarang promosi ke Indonesia Super League (ISL). Laju Laskar Mahesa Jenar ke babak selanjutnya setelah kalah 3-1 dari tuan rumah PSBS Biak pada lanjutan babak 12 Besar Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Cendrawasih, Biak, Papua.
Kandasnya ambisi PSIS untuk lolos ISL musim depan mendapatkan respons beragam dari berbagai kalangan di Kota Semarang. Ada yang menganggap PSIS kurang beruntung, PSIS kurang siap, sampai menganggap PSIS kurang serius menjalani kompetisi.
Namun ada pula yang menganggap, apa pun hasil yang saat ini diraih oleh PSIS patut mendapatkan apresiasi. Pasalnya dengan keterbatasan yang ada mulai dari keterbatasan anggaran hingga keterbatasan pemain, PSIS masih mampu lolos ke babak 12 Besar. Pencapaian itu merupakan yang terbaik sejak terdegradasi pada musim 2008/2009. Pasalnya, sejak saat itu PSIS selalu kandas saat fase grup.
Tokoh bola Semarang Johar Lin Eng menilai, apa pun hasil yang saat ini diraih oleh PSIS sudah dilakukan dengan maksimal dan masih ada peluang tahun depan. Dengan kondisi jangan sampai saling menyalahkan salah satu pihak manajemen atau pemain. ''PSIS belum saatnya karena memang dari segi apa pun belum siap terutama mental,” kata Johar yang juga Sekum Pengprov PSSI Jateng ini.
Grafik PSIS yang diawal menujukan grafik peningkatan lalu di akhir-akhir putaran putaran kedua mengalami penurunan drastis menjadi salah satu masalah, sehingga tim ini mengalami kegagalan. Dia menilai, grafik penurunan yang cukup drastis kurang diantisipasi dengan baik. ''Ini menjadi pelajaran kita semua. Saya pun ikut minta maaf kepada seluruh publik bola Kota Semarang, karena saya juga merasa tanggung jawab,” katanya.
Menurutnya, absennya sejumlah pilar PSIS tidak bisa dijadikan alasan untuk PSIS gagal memetik kemenangan. Jika memang mental PSIS siap, seharusnya tidak bergantung pada beberapa pemain. Selain faktor ketidaksiapan PSIS, Johar menilai PSIS saat ini terlalu percaya diri. Dengan sudah pasti lolos ke babak 12 Besar dianggap sudah menunjukan prestasi yang baik.
Padahal, lolos ke babak 12 besar justru adalah awal yang sebenarnya untuk bisa lolos ke ISL musim depan. Dia menilai saat ini PSIS sudah cukup baik, dan ke depan harus semakin baik sehingga bisa kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sementara itu, kegagalan PSIS untuk membukan peluang lolos ISL, membuat kecewa ribuan pendukung PSIS Panser Biru dan Snex, namun meski begitu mereka menyatakan akan tetap setia mendukung PSIS,dimanapun berkompetisi.
''Ya, kami jelas kecewa dengan hasil ini, kami sudah rindu untuk berkompetisi di kasta tertinggi. Tetapi apa pun hasil yang diraih PSIS, kami sebagai pendukung setia PSIS akan tetap mendukung sampai kapanpun,” kata Ketua Umum Snex Rendra.
Kandasnya ambisi PSIS untuk lolos ISL musim depan mendapatkan respons beragam dari berbagai kalangan di Kota Semarang. Ada yang menganggap PSIS kurang beruntung, PSIS kurang siap, sampai menganggap PSIS kurang serius menjalani kompetisi.
Namun ada pula yang menganggap, apa pun hasil yang saat ini diraih oleh PSIS patut mendapatkan apresiasi. Pasalnya dengan keterbatasan yang ada mulai dari keterbatasan anggaran hingga keterbatasan pemain, PSIS masih mampu lolos ke babak 12 Besar. Pencapaian itu merupakan yang terbaik sejak terdegradasi pada musim 2008/2009. Pasalnya, sejak saat itu PSIS selalu kandas saat fase grup.
Tokoh bola Semarang Johar Lin Eng menilai, apa pun hasil yang saat ini diraih oleh PSIS sudah dilakukan dengan maksimal dan masih ada peluang tahun depan. Dengan kondisi jangan sampai saling menyalahkan salah satu pihak manajemen atau pemain. ''PSIS belum saatnya karena memang dari segi apa pun belum siap terutama mental,” kata Johar yang juga Sekum Pengprov PSSI Jateng ini.
Grafik PSIS yang diawal menujukan grafik peningkatan lalu di akhir-akhir putaran putaran kedua mengalami penurunan drastis menjadi salah satu masalah, sehingga tim ini mengalami kegagalan. Dia menilai, grafik penurunan yang cukup drastis kurang diantisipasi dengan baik. ''Ini menjadi pelajaran kita semua. Saya pun ikut minta maaf kepada seluruh publik bola Kota Semarang, karena saya juga merasa tanggung jawab,” katanya.
Menurutnya, absennya sejumlah pilar PSIS tidak bisa dijadikan alasan untuk PSIS gagal memetik kemenangan. Jika memang mental PSIS siap, seharusnya tidak bergantung pada beberapa pemain. Selain faktor ketidaksiapan PSIS, Johar menilai PSIS saat ini terlalu percaya diri. Dengan sudah pasti lolos ke babak 12 Besar dianggap sudah menunjukan prestasi yang baik.
Padahal, lolos ke babak 12 besar justru adalah awal yang sebenarnya untuk bisa lolos ke ISL musim depan. Dia menilai saat ini PSIS sudah cukup baik, dan ke depan harus semakin baik sehingga bisa kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sementara itu, kegagalan PSIS untuk membukan peluang lolos ISL, membuat kecewa ribuan pendukung PSIS Panser Biru dan Snex, namun meski begitu mereka menyatakan akan tetap setia mendukung PSIS,dimanapun berkompetisi.
''Ya, kami jelas kecewa dengan hasil ini, kami sudah rindu untuk berkompetisi di kasta tertinggi. Tetapi apa pun hasil yang diraih PSIS, kami sebagai pendukung setia PSIS akan tetap mendukung sampai kapanpun,” kata Ketua Umum Snex Rendra.
(aww)