Pergantian murni strategi, pelatih SFC minta pemain mengerti
Selasa, 16 Juli 2013 - 21:50 WIB
Pergantian murni strategi, pelatih SFC minta pemain mengerti
A
A
A
Sindonews.com - Keputusan pelatih Sriwijaya FC (SFC) Kas Hartadi menarik Abdul Rahman di menit ke-55 saat menjamu Persepam Madura United, di Stadion Gelora Sriwijaya, Senin (15/7) lalu, berbuntut panjang. Saat Abdul Rahman ditarik tersebut, kondisi permainan Laskar Wong Kito masih tertekan oleh Persepam dan kedudukan berpihak pada tim tamu dengan keunggulan 0-4.
Memang saat wasit pembantu di pinggir lapangan mengangkat papan pergantian pemain dan Abdul Rahman melihat nomor 28, yang notabene miliknya digantikan Dodok Anang, dia langsung mendekat untuk keluar dan bertanya langsung pada Kas Hartadi. Padahal pada saat itu secara bersamaan SFC masih diserang dan buntutnya Zaenal Arif kembali mencetak gol untuk Persepam menjadi 0-4.
Namun saat wasit Hadiyana meniupkan peluit panjang pertanda babak kedua selesai dan SFC kalah telak dimarkas sendiri, Abduul Rahman yang berjalan dari bench menuju kamar ganti, tiba-tiba meluapkan emosinya karena keputusan pelatih mengganti dirinya. Padahal selama ini Abdul Rahman sendiri merupakan pemain yang santun dan ramah, yang tak pernah melakukan sikap seperti itu.
Beberapa wartawan yang hendak mendekat pemain lain pun ikut terdiam, ketika Abdul Rahman terus berbicara keras dan tak senang dengan cara Kas Hartadi menariknya lebih cepat. Ketegangan di ruang ganti juga menjadi bagian dari kekalahan SFC di Stadion Gelora Sriwijaya untuk kedua kalinya.
Mengomentari sikap anak asuhnya yang belum menerima keputusan pergantian tersebut, Kas Hartadi mengungkapkan bahwa apa yang dilakukannya pada saat itu hanya untuk melakukan perubahan tim. ''Saya mengganti dia (Abdul Rahman) bukan karena dia bermain buruk, tapi hanya karena untuk perubahan,” jelas Kas.
Mantan asisten Ivan Venkov Kolev ini mengatakan, bahwa dirinya juga berharap semua pemain yang di SFC untuk lebih memahami soal semua keputusan dirinya dalam melakukan pergantian pemain.
''Kalau saya sih berharap semua harus sama-sama pengertian. Maksud dari pelatih untuk mengganti salah satu pemain itu karena untuk ada perubahan dilapangan, bukan hal yang lain. Memang pemain juga cukup tahu letak-letak kelemahan di lapangan, tapi pelatih lebih tahu bagaimana menginstruksikan seluruh pemain yang ada,''jelasnya.
''Jadi mohon pengertian juga, saya mengganti bukan dia bermain jelek. Tapi karena saya ingin ada perubahan dalam tim. Jadi jangan salah paham dalam pergantian itu,” tegas sang nakhoda.
Bahkan Kas Hartadi juga mulai membeberkan sedikit tentang pemain SFC, yang terlihat selalu tidak senang dan kurang memahami saati setiap pemain ditarik dari lapangan untuk sebuah perubahan.
''Semua pemain yang ada di SFC sekarang, ketika diganti pasti semua banyak bertanya mengapa sampai diganti. Padahal belum tentu juga mereka bisa menyelesaikan sendiri tekanan yang ada di lapangan,” pungkasnya.
Memang saat wasit pembantu di pinggir lapangan mengangkat papan pergantian pemain dan Abdul Rahman melihat nomor 28, yang notabene miliknya digantikan Dodok Anang, dia langsung mendekat untuk keluar dan bertanya langsung pada Kas Hartadi. Padahal pada saat itu secara bersamaan SFC masih diserang dan buntutnya Zaenal Arif kembali mencetak gol untuk Persepam menjadi 0-4.
Namun saat wasit Hadiyana meniupkan peluit panjang pertanda babak kedua selesai dan SFC kalah telak dimarkas sendiri, Abduul Rahman yang berjalan dari bench menuju kamar ganti, tiba-tiba meluapkan emosinya karena keputusan pelatih mengganti dirinya. Padahal selama ini Abdul Rahman sendiri merupakan pemain yang santun dan ramah, yang tak pernah melakukan sikap seperti itu.
Beberapa wartawan yang hendak mendekat pemain lain pun ikut terdiam, ketika Abdul Rahman terus berbicara keras dan tak senang dengan cara Kas Hartadi menariknya lebih cepat. Ketegangan di ruang ganti juga menjadi bagian dari kekalahan SFC di Stadion Gelora Sriwijaya untuk kedua kalinya.
Mengomentari sikap anak asuhnya yang belum menerima keputusan pergantian tersebut, Kas Hartadi mengungkapkan bahwa apa yang dilakukannya pada saat itu hanya untuk melakukan perubahan tim. ''Saya mengganti dia (Abdul Rahman) bukan karena dia bermain buruk, tapi hanya karena untuk perubahan,” jelas Kas.
Mantan asisten Ivan Venkov Kolev ini mengatakan, bahwa dirinya juga berharap semua pemain yang di SFC untuk lebih memahami soal semua keputusan dirinya dalam melakukan pergantian pemain.
''Kalau saya sih berharap semua harus sama-sama pengertian. Maksud dari pelatih untuk mengganti salah satu pemain itu karena untuk ada perubahan dilapangan, bukan hal yang lain. Memang pemain juga cukup tahu letak-letak kelemahan di lapangan, tapi pelatih lebih tahu bagaimana menginstruksikan seluruh pemain yang ada,''jelasnya.
''Jadi mohon pengertian juga, saya mengganti bukan dia bermain jelek. Tapi karena saya ingin ada perubahan dalam tim. Jadi jangan salah paham dalam pergantian itu,” tegas sang nakhoda.
Bahkan Kas Hartadi juga mulai membeberkan sedikit tentang pemain SFC, yang terlihat selalu tidak senang dan kurang memahami saati setiap pemain ditarik dari lapangan untuk sebuah perubahan.
''Semua pemain yang ada di SFC sekarang, ketika diganti pasti semua banyak bertanya mengapa sampai diganti. Padahal belum tentu juga mereka bisa menyelesaikan sendiri tekanan yang ada di lapangan,” pungkasnya.
(aww)