Miliki rekor buruk, Haase tetap pede hadapi Youzhny
Minggu, 28 Juli 2013 - 04:11 WIB
Miliki rekor buruk, Haase tetap pede hadapi Youzhny
A
A
A
Sindonews.com - Petenis tunggal putra asal Belanda, Robin Haase, mencoba meraih trofi turnamen tur ATP untuk kali ketiga, ketika dia bertanding melawan Mikhail Youzhny di final Swiss Terbuka 2013, Gstaad.
Haase lolos ke final, setelah di luar dugaan berhasil menyingkirkan unggulan kelima dari Spanyol, Feliciano Lopez, pada pertandingan semifinal. Haase menundukkan Lopez dalam permainan tiga set 4-6, 6-1, 6-4 dalam waktu satu jam 48 menit.
"Saya melakukan servis dengan baik hari ini dan saya banyak berjuang," ucap Haase, dikutip laman resmi ATP.
Pemain nomor 57 dunia itu mengakui bahwa dirinya bermain buruk di set pertama, dan itu merupakan permainan terburuk yang bisa saja terjadi ketika melawan Lopez. "Tapi saya berhasil melawannya dan saya sangat senang berada di final," lanjutnya.
Haase menjadi pemain Belanda kedua yang berhasil menembus babak final Swiss Terbuka, setelah Tom Okker, yang mencapai final sebanyak empat kali pada periode 1968-1971.
Dengan catatan rekor empat kali kalah dalam empat kali pertemuannya dengan Youzhny, Haase menuturkan bahwa pertandingan final nanti akan menjadi pertempuran yang sulit. "Permainannya tidak cocok untukku. Dia pemain hebat dengan banyak pengalaman," tandasnya.
Haase lolos ke final, setelah di luar dugaan berhasil menyingkirkan unggulan kelima dari Spanyol, Feliciano Lopez, pada pertandingan semifinal. Haase menundukkan Lopez dalam permainan tiga set 4-6, 6-1, 6-4 dalam waktu satu jam 48 menit.
"Saya melakukan servis dengan baik hari ini dan saya banyak berjuang," ucap Haase, dikutip laman resmi ATP.
Pemain nomor 57 dunia itu mengakui bahwa dirinya bermain buruk di set pertama, dan itu merupakan permainan terburuk yang bisa saja terjadi ketika melawan Lopez. "Tapi saya berhasil melawannya dan saya sangat senang berada di final," lanjutnya.
Haase menjadi pemain Belanda kedua yang berhasil menembus babak final Swiss Terbuka, setelah Tom Okker, yang mencapai final sebanyak empat kali pada periode 1968-1971.
Dengan catatan rekor empat kali kalah dalam empat kali pertemuannya dengan Youzhny, Haase menuturkan bahwa pertandingan final nanti akan menjadi pertempuran yang sulit. "Permainannya tidak cocok untukku. Dia pemain hebat dengan banyak pengalaman," tandasnya.
(nug)