PSIS harus lakukan evaluasi besar
Minggu, 01 September 2013 - 17:44 WIB
PSIS harus lakukan evaluasi besar
A
A
A
Sindonews.com - Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia yang diikuti oleh PSIS Semarang telah usai, seiring kegagalan Mahesa Jenar - Julukan PSIS- gagal melewati babak 12 besar. Kegagalan PSIS masuk Indonesia Super League (ISL) musim depan sangat mengejutkan banyak pihak. Bagaimana tidak tim yang memiliki slogan "Muda, Bertenaga dan Juara" itu memiliki materi pemain yang seharusnya bisa dengan mudah untuk menapaki jalan menuju ISL.
Sebut saja, pemain-pemain sekelas Imral "Korea" Usman, M.Irvan, Nurul Huda, Ronald Fagundez, menjadi pilar utama tim. Selain itu juga ada pemain-pemain muda potensial Jebolan PON Jateng, seperti Fauzan Fajri, Rico Fernanda, Rizky Julian. Selain dipenuhi materi pemain-pemain berkualitas, PSIS juga menjadi salah satu tim yang bisa dikatakan tidak memiliki kendala finansial, dibandingkan dengan tim-tim Divisi Utama asal Jateng lainnya.
Dukungan suporter pun sangat besar kepada tim. Setiap kali PSIS bertandingan ribuan Suporter Panser Biru dan Snex, selalu memadati stadion. Sebenarnya PSIS sudah cukup meyakinkan pada awal kompetisi, meski pada akhir babak penyisihan hanya mampu berada diperingkat tiga, namun PSIS mampu lolos ke babak 12 besar. Namun, sayang tim besutan Firmandoyo ini menurun performanya pada babak 12 besar dengan tidak pernah menang sekalipun dan menempatkan Mahesa Jenar di dasar klasmen Grup B, dengan dua poin dari dua kali hasil seri.
Pengamat sepak bola Jateng yang sekaligus penasehat PSIS, Johar Lin Eng menyatakan apapun hasil yang diraih oleh PSIS saat ini sudah selayaknya menjadi pelajaran bagi PSIS. Kegagalan musim ini tidak perlu saling menyalahkan. Yang harus dilakukan adalah segera melakukan evaluasi secara menyeluruh, untuk mempersiapkan diri mengikuti kompetisi musim depan.
"Mengecewakan jelas, tetapi nasi sudah menjadi bubur, apapun yang terjadi sudah terjadi, dan sekarang pengurus harus melakukan evaluasi besar, supaya musim depan kegagalan tidak terjadi lagi," terangnya, Minggu (1/9/2013).
Dia menilai persaingan musim depan akan semakin berat bagi PSIS. Oleh karenanya, pengurus harus segera melakukan persiapan pembentukan tim. "Pegurus yang sekarang harus segera menyelesaikan laporan pertanggungjawaban, sehingga pengurus bisa melakukan evaluasi dan segera mempersiapkan diri untuk musim depan," tandasnya.
Sementara itu, hingga saat ini manajemen PSIS musim ini belum menyelesaikan penyusunan laporan selama mengarungi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. General Manajer PSIS Semarang Ferdinad Hindiarto menyatakan, untuk laporan pertanggungjawaban saat ini masih disusun dan akan segera diserahkan kepada pengurus. "LPJ masih kami susun, kalau sudah selesai akan langsung kami kirimkan ke pengurus. Saat ini tinggal tahap akhir," ujarnya.
Sebut saja, pemain-pemain sekelas Imral "Korea" Usman, M.Irvan, Nurul Huda, Ronald Fagundez, menjadi pilar utama tim. Selain itu juga ada pemain-pemain muda potensial Jebolan PON Jateng, seperti Fauzan Fajri, Rico Fernanda, Rizky Julian. Selain dipenuhi materi pemain-pemain berkualitas, PSIS juga menjadi salah satu tim yang bisa dikatakan tidak memiliki kendala finansial, dibandingkan dengan tim-tim Divisi Utama asal Jateng lainnya.
Dukungan suporter pun sangat besar kepada tim. Setiap kali PSIS bertandingan ribuan Suporter Panser Biru dan Snex, selalu memadati stadion. Sebenarnya PSIS sudah cukup meyakinkan pada awal kompetisi, meski pada akhir babak penyisihan hanya mampu berada diperingkat tiga, namun PSIS mampu lolos ke babak 12 besar. Namun, sayang tim besutan Firmandoyo ini menurun performanya pada babak 12 besar dengan tidak pernah menang sekalipun dan menempatkan Mahesa Jenar di dasar klasmen Grup B, dengan dua poin dari dua kali hasil seri.
Pengamat sepak bola Jateng yang sekaligus penasehat PSIS, Johar Lin Eng menyatakan apapun hasil yang diraih oleh PSIS saat ini sudah selayaknya menjadi pelajaran bagi PSIS. Kegagalan musim ini tidak perlu saling menyalahkan. Yang harus dilakukan adalah segera melakukan evaluasi secara menyeluruh, untuk mempersiapkan diri mengikuti kompetisi musim depan.
"Mengecewakan jelas, tetapi nasi sudah menjadi bubur, apapun yang terjadi sudah terjadi, dan sekarang pengurus harus melakukan evaluasi besar, supaya musim depan kegagalan tidak terjadi lagi," terangnya, Minggu (1/9/2013).
Dia menilai persaingan musim depan akan semakin berat bagi PSIS. Oleh karenanya, pengurus harus segera melakukan persiapan pembentukan tim. "Pegurus yang sekarang harus segera menyelesaikan laporan pertanggungjawaban, sehingga pengurus bisa melakukan evaluasi dan segera mempersiapkan diri untuk musim depan," tandasnya.
Sementara itu, hingga saat ini manajemen PSIS musim ini belum menyelesaikan penyusunan laporan selama mengarungi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. General Manajer PSIS Semarang Ferdinad Hindiarto menyatakan, untuk laporan pertanggungjawaban saat ini masih disusun dan akan segera diserahkan kepada pengurus. "LPJ masih kami susun, kalau sudah selesai akan langsung kami kirimkan ke pengurus. Saat ini tinggal tahap akhir," ujarnya.
(akr)