Terbukti doping, Yanit diganjar hukuman dua tahun
Senin, 02 September 2013 - 15:50 WIB
Terbukti doping, Yanit diganjar hukuman dua tahun
A
A
A
Sindonews.com - Penggunaan zat terlarang (doping) di dunia olahraga sudah sangat meresahkan. Selain bisa menghancurkan karir para atlet, mereka juga bisa mengubur impiannya untuk menambah prestasi di cabang olahraga (cabor) yang mereka geluti tersebut. Hal ini yang dirasakan pelari gawang asal Turki, Nevin Yanit.
Selama tiga tahun terakhir, sebenarnya pelari wanita yang kini berusia 26 tahun tersebut memiliki prestasi yang mengesankan. Terbukti ia menyabet satu medali emas ketika tampil di kejuaraan di Helsinki, Finlandia (2012) dan Barcelona (2010).
Tapi nama besar Yanit seakan tenggelam saat Federasi Atletik Turki mengkonfirmasi bahwa ia dilarang tampil selama dua tahun akibat terbukti mengkonsumsi doping. Sebagaimana dilansir BBC, baru-baru ini, pihak federasi dalam pernyataan resminya menyatakan Yanit gagal melakukan tes doping sewaktu akan menjalani kompetisi di Jerman, Februari lalu.
Melihat gelagat yang tidak beres tersebut, akhirnya federasi yang menangani masalah ini melakukan penyelidikan lebih lanjut. Benar saja, saat Yanit dipaksa untuk melakukan tes urine, ia terbukti positif mengkonsumsi zat terlarang.
Ini jelas pukulan telak bagi Turki, terlebih ketika negara ini masuk dalam daftar tuan rumah Olimpiade 2020. Selain itu, mereka juga sudah memberikan sanksi tegas kepada 31 atletnya terkait masalah doping ini.
Selama tiga tahun terakhir, sebenarnya pelari wanita yang kini berusia 26 tahun tersebut memiliki prestasi yang mengesankan. Terbukti ia menyabet satu medali emas ketika tampil di kejuaraan di Helsinki, Finlandia (2012) dan Barcelona (2010).
Tapi nama besar Yanit seakan tenggelam saat Federasi Atletik Turki mengkonfirmasi bahwa ia dilarang tampil selama dua tahun akibat terbukti mengkonsumsi doping. Sebagaimana dilansir BBC, baru-baru ini, pihak federasi dalam pernyataan resminya menyatakan Yanit gagal melakukan tes doping sewaktu akan menjalani kompetisi di Jerman, Februari lalu.
Melihat gelagat yang tidak beres tersebut, akhirnya federasi yang menangani masalah ini melakukan penyelidikan lebih lanjut. Benar saja, saat Yanit dipaksa untuk melakukan tes urine, ia terbukti positif mengkonsumsi zat terlarang.
Ini jelas pukulan telak bagi Turki, terlebih ketika negara ini masuk dalam daftar tuan rumah Olimpiade 2020. Selain itu, mereka juga sudah memberikan sanksi tegas kepada 31 atletnya terkait masalah doping ini.
(nug)