Moggi sanjung Moratti
Minggu, 15 September 2013 - 11:44 WIB
Moggi sanjung Moratti
A
A
A
Sindonews.com - Kabar mengejutkan datang dari mantan direktur olahraga Juventus, Luciano Moggi. Pasalnya, kabar terkait pelepasan saham mayoritas Inter Milan, dari tangan Presiden Inter Massimo Moratti kepada pengusaha asal Indonesia Erick Thohir menarik perhatian sang mantan guru transfer Juventus tersebut.
Moggi tanpa ragu justru memberikan sanjugan kepada musuh bebuyutan itu. Ia menilai Moratti merupakan ikon presiden dalam sebuah klub. Menurutnya, klub berjuluk I Nerazzurri itu akan kehilangan sosok yang telah memberikan segalanya kepada klub kesayangan tersebut.
"Moratti? Dia tak pernah menjadi musuh bebuyutan saya. Namun, ika ia meninggalkan sepakbola, maka kita akan kehilangan ikon presiden dalam sebuah klub,” puji Moggi
"Bagi saya Moratti adalah seseorang yang telah memberikan banyak untuk Inter. Terlalu banyak.= mugkin. Hingga saat ini banyak hal positif yang sudah ia berikan," terangnya.
Seperti diketahui,permusuhan kedua tokoh sepak bola Italia itu mulai memanas saat terkuaknya skandal calciopoli tahun 2006. Selain harus mencopot dua gelar scudetto 2005 dan 2006. Salah satu gelar pun jatuh atau diberikan kepada Inter kala itu. Mereka juga terlempar ke Serie B.
Moggi tanpa ragu justru memberikan sanjugan kepada musuh bebuyutan itu. Ia menilai Moratti merupakan ikon presiden dalam sebuah klub. Menurutnya, klub berjuluk I Nerazzurri itu akan kehilangan sosok yang telah memberikan segalanya kepada klub kesayangan tersebut.
"Moratti? Dia tak pernah menjadi musuh bebuyutan saya. Namun, ika ia meninggalkan sepakbola, maka kita akan kehilangan ikon presiden dalam sebuah klub,” puji Moggi
"Bagi saya Moratti adalah seseorang yang telah memberikan banyak untuk Inter. Terlalu banyak.= mugkin. Hingga saat ini banyak hal positif yang sudah ia berikan," terangnya.
Seperti diketahui,permusuhan kedua tokoh sepak bola Italia itu mulai memanas saat terkuaknya skandal calciopoli tahun 2006. Selain harus mencopot dua gelar scudetto 2005 dan 2006. Salah satu gelar pun jatuh atau diberikan kepada Inter kala itu. Mereka juga terlempar ke Serie B.
(dka)