Turun di ISG, Timnas U-23 perlu pembenahan
Selasa, 17 September 2013 - 17:09 WIB
Turun di ISG, Timnas U-23 perlu pembenahan
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan mengutarakan bila dinya saat ini masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah jelang berlaga di Islamic Solidarity Games (ISG) Palembang 2013. RD sendiri begitu biasa ia disapa mengeluhkan mepetnya jadwal ISG dengan Liga Super Indonesia (LSI).
"Hal yang pasti tim ini masih banyak kekurangan terutama kerjasama tim yang efektif belum jalan. Masih butuh banyak waktu untuk sampai ke hal yang kami inginkan," ujar RD saat dihubungi wartawan, Selasa (17/9/2013).
Mengenai perhelatan ISG sendiri, RD menganggapnya sebagai ajang bagi timnya untuk menimba pengalaman antar negara-negara Islam. Ini mengingat tim nasional U-23 sendiri sebetulnya disiapkan untuk turun di ajang SEA Games Myanmar 2013 akhir tahun ini. "ISG ini sangat bagus untuk anak-anak untuk menimba pengalaman dari tim-tim yang berada di atas kami," tutup RD.
Di ISG kali ini, Indonesia sendiri bakal tergabung di Grup B bersama dua negara yakni, Maroko dan Palestina. Sementara itu negara lain yang terlibat yakni, Arab Saudi, Irak, Kuwait, Oman, Turki, UEA, Qatar, Suriah, Libya. Dari ke-12 negara tersebut, rencananya akan dibagi menjadi dua kelompok. Namun mendekati perhelatan tersebut, justru lima negara menyatakan mundur.
"Hal yang pasti tim ini masih banyak kekurangan terutama kerjasama tim yang efektif belum jalan. Masih butuh banyak waktu untuk sampai ke hal yang kami inginkan," ujar RD saat dihubungi wartawan, Selasa (17/9/2013).
Mengenai perhelatan ISG sendiri, RD menganggapnya sebagai ajang bagi timnya untuk menimba pengalaman antar negara-negara Islam. Ini mengingat tim nasional U-23 sendiri sebetulnya disiapkan untuk turun di ajang SEA Games Myanmar 2013 akhir tahun ini. "ISG ini sangat bagus untuk anak-anak untuk menimba pengalaman dari tim-tim yang berada di atas kami," tutup RD.
Di ISG kali ini, Indonesia sendiri bakal tergabung di Grup B bersama dua negara yakni, Maroko dan Palestina. Sementara itu negara lain yang terlibat yakni, Arab Saudi, Irak, Kuwait, Oman, Turki, UEA, Qatar, Suriah, Libya. Dari ke-12 negara tersebut, rencananya akan dibagi menjadi dua kelompok. Namun mendekati perhelatan tersebut, justru lima negara menyatakan mundur.
(akr)