Tak dibebani medali, pemain harus berani berimprovisasi
Sabtu, 21 September 2013 - 02:07 WIB
Tak dibebani medali, pemain harus berani berimprovisasi
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih tim voli indoor putra Indonesia Ibarsyah Djandak ingin mematangkan pasukannya di Islamic Solidarity Games III. Dia berharap timnya dapat menutupi kelemahan sebelum bertarung di SEA Games XXVII akhir tahun ini di Myanmar.
"Masih banyak yang harus dibenahi. Saya menginginkan para pemain harus lebih berani berimprovisasi dalam pola serangan,"ungkap Ibar yang baru saja pulang membawa tim voli putra Indonesia berlaga di Kejuaraan Asia 2013 di Teheran, Iran.
Ibarsyah mengatakan dirinya masih belum nyaman dengan soliditas permainan timnya. Apalagi setelah Ayip Rosyidi dkk gagal memboyong tiket melaju ke kejuaraan dunia setellah hanya mampu menempati urutan 3 dari 4 kontestan.
Salah satu evaluasi yang menurut dia masih harus diperbaiki yakni dalam hal blocking, servis, dan variasi smash. Karena sejauh ini masih belum labil dan harus didandani total sebelum menghadapi tim-tim dari negara timur tengah.
''Secara progres para pemain telah mengalami peningkatan sejak mereka menjalani program Pelatnas pada Juni lalu, tapi menurut saya tetap belum maksimal,”katanya.
Dari penilaiannya, ada beberapa pemain yang masuk dalam daftar kategori terbaik mulai dari best score spike hingga libero. Ayip menjadi yang terbaik di kategori produktivitas poin, dimana pada kejuaraan itu dirinya mampu mengemas 37 poin dan 31 spike. Diikuti oleh Agung Seganti di urutan 2.
Pada ajang ISG III ini, Ibarsyah tak berani menjanjikan medali karena dia tahu lawan di ISG sangat berat. ISG hanya akan menjadi jembatan untuk tolak ukur kekuatan tim dan sejauh mana progres dari Pelatnas sehingga tim Indonesia bisa merebut medali emas pada SEA Games XXVII Myanmar nanti.
"Masih banyak yang harus dibenahi. Saya menginginkan para pemain harus lebih berani berimprovisasi dalam pola serangan,"ungkap Ibar yang baru saja pulang membawa tim voli putra Indonesia berlaga di Kejuaraan Asia 2013 di Teheran, Iran.
Ibarsyah mengatakan dirinya masih belum nyaman dengan soliditas permainan timnya. Apalagi setelah Ayip Rosyidi dkk gagal memboyong tiket melaju ke kejuaraan dunia setellah hanya mampu menempati urutan 3 dari 4 kontestan.
Salah satu evaluasi yang menurut dia masih harus diperbaiki yakni dalam hal blocking, servis, dan variasi smash. Karena sejauh ini masih belum labil dan harus didandani total sebelum menghadapi tim-tim dari negara timur tengah.
''Secara progres para pemain telah mengalami peningkatan sejak mereka menjalani program Pelatnas pada Juni lalu, tapi menurut saya tetap belum maksimal,”katanya.
Dari penilaiannya, ada beberapa pemain yang masuk dalam daftar kategori terbaik mulai dari best score spike hingga libero. Ayip menjadi yang terbaik di kategori produktivitas poin, dimana pada kejuaraan itu dirinya mampu mengemas 37 poin dan 31 spike. Diikuti oleh Agung Seganti di urutan 2.
Pada ajang ISG III ini, Ibarsyah tak berani menjanjikan medali karena dia tahu lawan di ISG sangat berat. ISG hanya akan menjadi jembatan untuk tolak ukur kekuatan tim dan sejauh mana progres dari Pelatnas sehingga tim Indonesia bisa merebut medali emas pada SEA Games XXVII Myanmar nanti.
(aww)