Muhammad Ali jadi target operasi keamanan AS

Kamis, 26 September 2013 - 13:26 WIB
Muhammad Ali jadi target...
Muhammad Ali jadi target operasi keamanan AS
A A A
Sindonews.com - Dunia hari ini di gemparkan dengan pengakuan Badan keamanan nasional di Amerika Serikat (NSA) yang pernah memata-matai pemimpin gerakan sipil Martin Luther King dan petinju Muhammad Ali selama masa protes perang Vietnam pada 1967.

Hal ini diungkap dalam sebuah dokumen rahasia yang dirilis ke publik. Seperti dilansir BBCsport, dokumen ini juga mengungkap NSA, pada masa itu, memata-matai para wartawan di New York Times dan Washington Post, serta dua senator yaitu Frank Church dari Demokrat dan Howard Baker dari Republikan.

Beberapa pejabat di NSA dalam dokumen itu kemudian menyebut program mata-mata ini sebagai tindakan yang "hina". Operasi yang diberi nama Minaret ini awalnya terkuak pada 1970-an. Namun, nama-nama orang yang teleponnya disadap dirahasiakan hingga kini.

Nama-nama tersebut menjadi target karena kritiknya atas keterlibatan AS dalam perang Vietnam. Pada 1967, kuatnya protes terhadap anti perang Vietnam membuat Presiden Lyndon Johnson memerintahkan NSA mencari tahu apakah protes tersebut sengaja dibuat oleh negara lain.

NSA kemudian bekerja sama dengan lembaga khusus mata-mata untuk menyusun daftar nama yang akan diawasi, dan menyadap telepon mereka.

Petinju Muhammad Ali juga berada dalam daftar orang yang teleponnya disadap. Program ini dilanjutkan di masa kepemimpinan Richard Nixon pada 1969, namun dihentikan pada 1973, ketika pejabat pemerintahan Nixon terbelit skandal Watergate.

Dokumen rahasia ini dipublikasikan setelah pemerintah mengabulkan permintaan peneliti dari George Washington University.

Lembaga Arsip Keamanan Nasional, yang dimiliki oleh universitas tersebut, merupakan sebuah lembaga penelitian yang berusaha memeriksa dan menguak kerahasiaan pemerintah.

Peneliti menggambarkan fakta penyadapan di masa perang Vietnam ini sebagai kejadian yang 'mengejutkan'. Sementara itu, dalam dokumen yang berbeda, surat kabar The Washington Post mengatakan NSA, telah melanggar privasi ribuan kali dalam satu tahun, dengan menyadap email dan pembicaraan telepon.
(wbs)
Berita Terkait
5 Petinju Veteran yang...
5 Petinju Veteran yang Layak Hadapi Mike Tyson
Uang Tali Asih Rp300...
Uang Tali Asih Rp300 Ribu Dihilangkan, Legiun Veteran Sumsel Keluhkan Minimnya Perhatian Pemprov
Begini Wujud Bedah Rumah...
Begini Wujud Bedah Rumah Veteran Pejuang Kemerdekaan RI di Semarang
Masih Ada Sisa Perjuangan...
Masih Ada Sisa Perjuangan Veteran di KCVRI
Potret Rindu Terpendam...
Potret Rindu Terpendam dari Seorang Istri Pejuang Veteran di Hari Pahlawan
Peringatan Hari Veteran...
Peringatan Hari Veteran Nasional ke-72 di Bandung
Berita Terkini
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Putri Kusuma Wardani Takluk dari Chen Yu Fei
37 menit yang lalu
Premier Padel Italia...
Premier Padel Italia 2026 Masuk Babak Penentuan, Nonton Perempat Final hingga Final di VISION+
40 menit yang lalu
Formula 1 Monako 2026...
Formula 1 Monako 2026 Digelar, Panaskan Akhir Pekan! Nonton Streaming di VISION+
57 menit yang lalu
Preview Timnas Indonesia...
Preview Timnas Indonesia vs Oman: Rizky Ridho Jadi Kapten, Calvin Verdonk Siap Tampil
6 jam yang lalu
Menebak Taktik Andoni...
Menebak Taktik Andoni Iraola di Liverpool: Pressing Agresif hingga Sepak Bola Chaos
7 jam yang lalu
Iraola Resmi Jadi Pelatih...
Iraola Resmi Jadi Pelatih Anyar Liverpool
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved