Takut salah kontrak, Persib tunggu regulasi pemain asing
Senin, 30 September 2013 - 11:47 WIB
Takut salah kontrak, Persib tunggu regulasi pemain asing
A
A
A
Sindonews.com - Nasib lima legiun asing Persib Bandung di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan tidak jelas. Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengungkapkan nasib lima legiun asing saat ini bergantung regulasi kuota yang ditetapkan PT Liga Indonesia.
Nasib lima pemain asing Persib sendiri saat ini belum jelas meski kontrak mereka akan segera berakhir pada Oktober. Dari lima legiun asing, satu di antaranya, yakni Hilton Moreira berstatus pemain pinjaman dari Sriwijaya FC.
''Untuk pemain asing yang musim ini membela Persib, belum kita pastikan status ke depannya. Karena kita juga harus tunggu seperti apa regulasinya. Jangan sampai kita kontrak duluan, tapi malah aturannya nanti berbeda,” ungkap Djanur.
Dua pemain asal Kamerun, Abanda Herman dan George Parfait Mbida Messi, sebelumnya disebut-sebut kemungkinan besar harus hengkang karena terbentur aturan larangan penggunaan pemain asal Kamerun setelah FIFA menjatuhkan sanksi terhadap Federasi Sepak Bola Kamerun atau Fecafoot, awal Juli lalu.
Namun, sekitar dua pekan kemudian FIFA kemudian mencabut sanksi kepada Kamerun setelah mengambil alih roda organisasi lewat pembentukan Komite Manajemen Darurat yang bertugas untuk menetralisir kondisi di internal Fecafoot.
Meski begitu, kubu Persib sepertinya belum berani mengambil keputusan terhadap nasib keduanya dan lebih suka bersikap menunggu dan melihat situasi yang berkembang.
Berbeda dengan nasib para pemain asing. Djanur mengungkapkan untuk pemain lokal, sekitar 80 persen dari 18 pemain lokal bakal dipertahankan. Artinya bakal ada 3 sampai 4 pemain lokal yang tidak akan diperpanjang kontraknya.
''Untuk pemain lokal sekitar 80 persen dipertahankan. Tapi nanti keputusannya setelah saya melakukan pertemuan dengan manajemen yang rencananya dilakukan Rabu nanti (2 Oktober),” tandas Djanur.
Djanur sendiri dipastikan tetap duduk di kursi pelatih musim depan. Meski gagal mengantarkan Persib naik takhta juara dan memenuhi target finish runner up musim ini. Namun, hal itu tidak menggerus tingkat kepercayaan pengurus terasMaung Bandungkepada pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Manajemen sepertinya tak ingin mengambil langkah riskan dan beresiko jika kembali melakukan perubahan di kursi pelatih. Sebab apa yang dibangun Djanur musim ini, akan lebih baik jika dimatangkan pada musim depan. Salah satu cara untuk mencapai harapan tersebut adalah dengan mempertahankan mantan pelatih Pelita Jaya U-21 dan Persib U-23 tersebut.
Keputusan menunjuk kembali Djanur sebagai pelatih bisa dikatakan cukup alot. Sebab, petinggi PT. PBB membutuhkan waktu berjam-jam saat menggelar rapat internal Jumat 27 September 2013. Hasilnya pada Sabtu dini hari 28 September 2013, sekitar pukul 01.00 WIB disepakati keputusan memberikan kepercayaan kembali kepada Djanur.
Nasib lima pemain asing Persib sendiri saat ini belum jelas meski kontrak mereka akan segera berakhir pada Oktober. Dari lima legiun asing, satu di antaranya, yakni Hilton Moreira berstatus pemain pinjaman dari Sriwijaya FC.
''Untuk pemain asing yang musim ini membela Persib, belum kita pastikan status ke depannya. Karena kita juga harus tunggu seperti apa regulasinya. Jangan sampai kita kontrak duluan, tapi malah aturannya nanti berbeda,” ungkap Djanur.
Dua pemain asal Kamerun, Abanda Herman dan George Parfait Mbida Messi, sebelumnya disebut-sebut kemungkinan besar harus hengkang karena terbentur aturan larangan penggunaan pemain asal Kamerun setelah FIFA menjatuhkan sanksi terhadap Federasi Sepak Bola Kamerun atau Fecafoot, awal Juli lalu.
Namun, sekitar dua pekan kemudian FIFA kemudian mencabut sanksi kepada Kamerun setelah mengambil alih roda organisasi lewat pembentukan Komite Manajemen Darurat yang bertugas untuk menetralisir kondisi di internal Fecafoot.
Meski begitu, kubu Persib sepertinya belum berani mengambil keputusan terhadap nasib keduanya dan lebih suka bersikap menunggu dan melihat situasi yang berkembang.
Berbeda dengan nasib para pemain asing. Djanur mengungkapkan untuk pemain lokal, sekitar 80 persen dari 18 pemain lokal bakal dipertahankan. Artinya bakal ada 3 sampai 4 pemain lokal yang tidak akan diperpanjang kontraknya.
''Untuk pemain lokal sekitar 80 persen dipertahankan. Tapi nanti keputusannya setelah saya melakukan pertemuan dengan manajemen yang rencananya dilakukan Rabu nanti (2 Oktober),” tandas Djanur.
Djanur sendiri dipastikan tetap duduk di kursi pelatih musim depan. Meski gagal mengantarkan Persib naik takhta juara dan memenuhi target finish runner up musim ini. Namun, hal itu tidak menggerus tingkat kepercayaan pengurus terasMaung Bandungkepada pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Manajemen sepertinya tak ingin mengambil langkah riskan dan beresiko jika kembali melakukan perubahan di kursi pelatih. Sebab apa yang dibangun Djanur musim ini, akan lebih baik jika dimatangkan pada musim depan. Salah satu cara untuk mencapai harapan tersebut adalah dengan mempertahankan mantan pelatih Pelita Jaya U-21 dan Persib U-23 tersebut.
Keputusan menunjuk kembali Djanur sebagai pelatih bisa dikatakan cukup alot. Sebab, petinggi PT. PBB membutuhkan waktu berjam-jam saat menggelar rapat internal Jumat 27 September 2013. Hasilnya pada Sabtu dini hari 28 September 2013, sekitar pukul 01.00 WIB disepakati keputusan memberikan kepercayaan kembali kepada Djanur.
(aww)