Atmosfer playoff sengit, pemain Persiba butuh ''motivasi''
Jum'at, 11 Oktober 2013 - 20:54 WIB
Atmosfer playoff sengit, pemain Persiba butuh ''motivasi''
A
A
A
Sindonews.com - Playoff Indonesian Premiere League (IPL) akan berjalan sangat sengit. Pasalnya, setiap tim berharap bisa menuai kemenangan di setiap pertandingan. Nah, untuk menjalaninya tersebut, pemain Persiba Bantul berharap ada suntikan motivasi dari manajemen untuk mencapai targetnya.
Salah satu bomber andalan Persiba Bantul, I Made Wirahadi mengatakan, sejauh ini persiapan menghadapi babak playoff berjalan seperti biasa, dengan latihan rutin di Stadion Sultan Agung, Bantul. Selain itu juga, melakukan latihan tambahan, yaitu penguatan stamina, agar tetap terjaga jelang pertandingan pertama, pada 17 oktober mendatang. ''Seperti bisa, kita latihan, pagi dan sore,” kata dia, Jumat (11/10).
Target pribadinya, dalam playoff tersebut, bisa membawa Persiba Bantul untuk menjadi juara group. Untuk itu, dia pun berharap, dari pihak manajemen, mengerti akan kondisi para pemain untuk menjalani kompetisi setengah musim ini. Seperti, dengan memberikan motivasi dalam segi finansial kepada para pemainnya. ''(Persiapan) kurangnya di manajemen, terkendala finansial. Biar semangat, semestinya ada suatu ''motivasi'' kepada para pemain,” tuturnya.
Kendala finansial ini memang dihadapi oleh tim berjuluk Laskar Sultan Agung, ini. Beberapa pemainnya, juga melakukan laga tarkam (antar kampung) untuk menambah pemasukan pribadi. Namun, I Made sendiri, tidak melakukan hal tersebut. ''Sudah sejak 2009 lalu, saya tidak tarkam,” ujarnya.
Persiba Bantul sendiri, pada pertandingan pertama babak penyisihan, akan melawan PSIR Rembang terlebih dahulu, pada 17 Oktober pukul 19.00. Dua hari selanjutnya, Persiba Bantul melawan klub asal Aceh, Persiraja Banda Aceh. Kemudian, pada Senin (21/10) mendatang, Nopendi dkk, giliran melawan tim berjuluk Laskar Isen Mulang, Persepar Palangkaraya.
Laga terakhir pada playoff ini, Persiba Bantul selanjutnya menghadapi Perseman Manokwari, pada Jumat (25/10) nanti. Keseluruhan laga yang berada di grup L ini akan dipertandingkan di Stadion Sultan Agung, Bantul. Di grup lainnya, yaitu grup K, berisikan tim seperti Persijap Jepara, Pro Duta, PSM Makassar, Bontang FC, dan PSLS Lhokseumawe, akan dilakukan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.
Nantinya, satu tim teratas di grup masing-masing akan dipertandingkan pada Selasa, (29/10) mendatang. Laga playoff ini diselenggarakan dengan sistem setengah kompetisi dan dengan format home tournament. Nantinya, tiga klub yang berada di tingkat tiga teratas klasemen akhir playoff, berhak mengikuti proses verifikasi lanjutan yang diselenggarakan PSSI.
Wakil Manajer Persiba Bantul, Bagus Nur Edy Wijaya mengatakan, jadwal tersebut akan diikutinya. Ia mengaku, tidak ada suatu target apapun dalam segi jumlah penonton yang akan datang. ''Kita ikuti saja. Sama saja (hari apa Persiba tanding), tidak kita targetkan jumlah penonton. Banyak (penonton), ya kita syukuri,” ujarnya.
Disampaikannya, dalam pertandingan, seperti pemain, memang manajemen belum bisa memberikan suatu motivasi yang dimaksudkan. Dirinya berharap, semua pemain tetap bersemangat dan memberikan yang terbaik kepada tim. ''Kita minta semangat saja. Kita tidak ada dana untuk itu (memberi motivasi),” ucapnya.
Salah satu bomber andalan Persiba Bantul, I Made Wirahadi mengatakan, sejauh ini persiapan menghadapi babak playoff berjalan seperti biasa, dengan latihan rutin di Stadion Sultan Agung, Bantul. Selain itu juga, melakukan latihan tambahan, yaitu penguatan stamina, agar tetap terjaga jelang pertandingan pertama, pada 17 oktober mendatang. ''Seperti bisa, kita latihan, pagi dan sore,” kata dia, Jumat (11/10).
Target pribadinya, dalam playoff tersebut, bisa membawa Persiba Bantul untuk menjadi juara group. Untuk itu, dia pun berharap, dari pihak manajemen, mengerti akan kondisi para pemain untuk menjalani kompetisi setengah musim ini. Seperti, dengan memberikan motivasi dalam segi finansial kepada para pemainnya. ''(Persiapan) kurangnya di manajemen, terkendala finansial. Biar semangat, semestinya ada suatu ''motivasi'' kepada para pemain,” tuturnya.
Kendala finansial ini memang dihadapi oleh tim berjuluk Laskar Sultan Agung, ini. Beberapa pemainnya, juga melakukan laga tarkam (antar kampung) untuk menambah pemasukan pribadi. Namun, I Made sendiri, tidak melakukan hal tersebut. ''Sudah sejak 2009 lalu, saya tidak tarkam,” ujarnya.
Persiba Bantul sendiri, pada pertandingan pertama babak penyisihan, akan melawan PSIR Rembang terlebih dahulu, pada 17 Oktober pukul 19.00. Dua hari selanjutnya, Persiba Bantul melawan klub asal Aceh, Persiraja Banda Aceh. Kemudian, pada Senin (21/10) mendatang, Nopendi dkk, giliran melawan tim berjuluk Laskar Isen Mulang, Persepar Palangkaraya.
Laga terakhir pada playoff ini, Persiba Bantul selanjutnya menghadapi Perseman Manokwari, pada Jumat (25/10) nanti. Keseluruhan laga yang berada di grup L ini akan dipertandingkan di Stadion Sultan Agung, Bantul. Di grup lainnya, yaitu grup K, berisikan tim seperti Persijap Jepara, Pro Duta, PSM Makassar, Bontang FC, dan PSLS Lhokseumawe, akan dilakukan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.
Nantinya, satu tim teratas di grup masing-masing akan dipertandingkan pada Selasa, (29/10) mendatang. Laga playoff ini diselenggarakan dengan sistem setengah kompetisi dan dengan format home tournament. Nantinya, tiga klub yang berada di tingkat tiga teratas klasemen akhir playoff, berhak mengikuti proses verifikasi lanjutan yang diselenggarakan PSSI.
Wakil Manajer Persiba Bantul, Bagus Nur Edy Wijaya mengatakan, jadwal tersebut akan diikutinya. Ia mengaku, tidak ada suatu target apapun dalam segi jumlah penonton yang akan datang. ''Kita ikuti saja. Sama saja (hari apa Persiba tanding), tidak kita targetkan jumlah penonton. Banyak (penonton), ya kita syukuri,” ujarnya.
Disampaikannya, dalam pertandingan, seperti pemain, memang manajemen belum bisa memberikan suatu motivasi yang dimaksudkan. Dirinya berharap, semua pemain tetap bersemangat dan memberikan yang terbaik kepada tim. ''Kita minta semangat saja. Kita tidak ada dana untuk itu (memberi motivasi),” ucapnya.
(aww)