Tim CRT harus gunakan onderdil pabrik
Kamis, 17 Oktober 2013 - 18:24 WIB
Tim CRT harus gunakan onderdil pabrik
A
A
A
Sindonews.com - Komisi MotoGP mengungkapkan tim CRT ( ' Claiming Rule Team ' ) yang akan turun untuk musim 2014, harus mengunakan sistem ECU standar (onderdil) dari Honda dan Yamaha.
CRT adalah motor-motor yang bermesin motor produksi massal dan dilengkapi sasis khusus. Motor ini berbeda dengan motor prototipe yang selama ini digunakan di MotoGP, yakni motor yang seluruh bagiannya dirancang khusus untuk balap.
" Mengumumkan untuk entri kelas MotoGP, CRT harus menggunakan Magneti Marelli ECU ( perangkat lunak) dari tim ' Pabrik ' pilihan , " kata pernyataan itu, seperti dilansir Crash, Kamis (17/10/2013).
" CRT penunjukan yang sebelumnya diterapkan pada entri yang tersisa tidak lagi relevan "
Alasanya MotoGP mengumumkan hal tersebut. " Untuk alasan praktis dan biaya , entri wild card di kelas MotoGP akan bebas untuk menggunakan ECU dan perangkat lunak . "
CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta menyatakan bahwa kategori Claiming Rule Team (CRT) yang digelar di MotoGP sejak awal musim 2013 telah membuahkan sukses besar. Ia juga berpendapat kesuksesan itu akan lebih besar lagi jika ada pembalap top yang mau mengendarainya.
" CRT merupakan sukses besar pada musim 2012 MotoGP. Saya mengetahuinya saat balapan berjalan dalam kondisi basah di Valencia musim lalu. Sebuah motor CRT sempat memimpin balapan selama beberapa lap di MotoGP Valencia," ujar Ezpeleta melalui situs resmi MotoGP.
Sejak awal kemunculannya, CRT memang memicu adanya pro dan kontra di antara pembalap MotoGP lainnya. Kala itu, Valentino Rossi menyatakan bahwa CRT bukanlah solusi terbaik untuk meramaikan pentas MotoGP. Casey Stoner bahkan berpendapat bahwa CRT bisa membunuh karakter motor prototipe. Namun Ezpeleta yakin CRT tidak terlalu tertinggal dengan motor prototipe.
"Motor-motor ini tidak terlalu jauh tertinggal. Padahal, para pebalap yang mengendarai CRT bukanlah pebalap terbaik. Jika salah satu pebalap teratas mau menggunakan CRT, mungkin akan ada perbedaan besar," pungkas pria asal Spanyol tersebut.
CRT adalah motor-motor yang bermesin motor produksi massal dan dilengkapi sasis khusus. Motor ini berbeda dengan motor prototipe yang selama ini digunakan di MotoGP, yakni motor yang seluruh bagiannya dirancang khusus untuk balap.
" Mengumumkan untuk entri kelas MotoGP, CRT harus menggunakan Magneti Marelli ECU ( perangkat lunak) dari tim ' Pabrik ' pilihan , " kata pernyataan itu, seperti dilansir Crash, Kamis (17/10/2013).
" CRT penunjukan yang sebelumnya diterapkan pada entri yang tersisa tidak lagi relevan "
Alasanya MotoGP mengumumkan hal tersebut. " Untuk alasan praktis dan biaya , entri wild card di kelas MotoGP akan bebas untuk menggunakan ECU dan perangkat lunak . "
CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta menyatakan bahwa kategori Claiming Rule Team (CRT) yang digelar di MotoGP sejak awal musim 2013 telah membuahkan sukses besar. Ia juga berpendapat kesuksesan itu akan lebih besar lagi jika ada pembalap top yang mau mengendarainya.
" CRT merupakan sukses besar pada musim 2012 MotoGP. Saya mengetahuinya saat balapan berjalan dalam kondisi basah di Valencia musim lalu. Sebuah motor CRT sempat memimpin balapan selama beberapa lap di MotoGP Valencia," ujar Ezpeleta melalui situs resmi MotoGP.
Sejak awal kemunculannya, CRT memang memicu adanya pro dan kontra di antara pembalap MotoGP lainnya. Kala itu, Valentino Rossi menyatakan bahwa CRT bukanlah solusi terbaik untuk meramaikan pentas MotoGP. Casey Stoner bahkan berpendapat bahwa CRT bisa membunuh karakter motor prototipe. Namun Ezpeleta yakin CRT tidak terlalu tertinggal dengan motor prototipe.
"Motor-motor ini tidak terlalu jauh tertinggal. Padahal, para pebalap yang mengendarai CRT bukanlah pebalap terbaik. Jika salah satu pebalap teratas mau menggunakan CRT, mungkin akan ada perbedaan besar," pungkas pria asal Spanyol tersebut.
(wbs)