Moratti: Jakartone? Itu hanya lelucon!
Jum'at, 18 Oktober 2013 - 13:10 WIB
Moratti: Jakartone? Itu hanya lelucon!
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Inter Milan, Masimo Moratti menanggapi santai sindiran dari Presiden Juventus Andrea Agnelli yang menuliskan status "Ibu Kota Indonesia berganti nama hari ini 15 Oktober…tidak lagi Jakarta tetapi Jakartone,"
Istilah Jakartone merujuk pada nama Ibu Kota Jakarta yang digabungkan dengan sebutan Scudetto di Cartone.
Scudetto di Cartone merupakan cemoohan dari pihak Juve, ketika gelar Serie A mereka dilucuti dan secara terpaksa diwarisi kepada Inter, kala Juve terlibat skandal sepakbola terbesar – Calciopoli.
Adapun 15 Oktober 2013 merupakan tanggal, bulan, serta tahun di mana Moratti dan pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir, mencapai kesepakatan tentang penjualan 70 persen saham Moratti di Inter
"Kau telah tertawa diledek Jakartone? Ya, karena itu datang kepada saya dalam pesan teks yang sangat hangat terhadap saya dan klub," kata Moratti di situs Inter seperti dilansir Football Italia
"Jadi, itu adalah lelucon yang saya pikir akan berakhir di sana. Namun kemudian, mungkin secara naif, ternyata di tempat lain."
"Lagi pula, itu akhir. Tidak ada tanggapan apa pun untuk itu. Itu lelucon yang berakhir di sana," ucap Moratti.
Istilah Jakartone merujuk pada nama Ibu Kota Jakarta yang digabungkan dengan sebutan Scudetto di Cartone.
Scudetto di Cartone merupakan cemoohan dari pihak Juve, ketika gelar Serie A mereka dilucuti dan secara terpaksa diwarisi kepada Inter, kala Juve terlibat skandal sepakbola terbesar – Calciopoli.
Adapun 15 Oktober 2013 merupakan tanggal, bulan, serta tahun di mana Moratti dan pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir, mencapai kesepakatan tentang penjualan 70 persen saham Moratti di Inter
"Kau telah tertawa diledek Jakartone? Ya, karena itu datang kepada saya dalam pesan teks yang sangat hangat terhadap saya dan klub," kata Moratti di situs Inter seperti dilansir Football Italia
"Jadi, itu adalah lelucon yang saya pikir akan berakhir di sana. Namun kemudian, mungkin secara naif, ternyata di tempat lain."
"Lagi pula, itu akhir. Tidak ada tanggapan apa pun untuk itu. Itu lelucon yang berakhir di sana," ucap Moratti.
(dka)