Klub peserta ISL banyak, Djanur khawatir jadwal 'ngaco'
Rabu, 23 Oktober 2013 - 12:59 WIB
Klub peserta ISL banyak, Djanur khawatir jadwal 'ngaco'
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Persib Bandung, Djadjang ‘Djanur’ Nurdjaman mengkhawatirkan jadwal pertandingan Indonesia Super League (ISL) musim depan. Peserta kompetisi yang bertambah banyak membuat jumlah laga yang harus dilakoni pun membengkak. Belum lagi, terdapat deretan agenda nasional yang digelar pada 2014.
Kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan memang dipastikan lebih berat. Kehadiran 22 tim dalam satu kejuaraan sepakbola bersistem kompetisi penuh memberi beban berlipat bagi para peserta.
Sebelumnya, kebijakan ini diambil PSSI demi kembali bersatunya kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air. Teknisnya adalah dengan mempertahankan jumlah peserta ISL, dan mengambil empat tim terbaik dari kompetisi Indonesian Premier League (IPL).
Dengan delapan belas peserta di ISL 2013, setiap tim menjalani 34 pertandingan dalam satu musim. Terdiri dari tujuh belas laga kandang, dan tujuh belas kali tandang. Hal berbeda akan terjadi di musim depan, di mana laga yang harus dilakoni setiap peserta membengkak menjadi 42 pertandingan. Yaitu 21 kandang, dan 21 kali tur ke luar daerah.
Selain beban finansial dan stamina pemain yang menjadi tantangan setiap tim, Djanur menganggap perubahan jadwal bisa menambah kepusingan para peserta.
''Musim depan pertandingan akan lebih banyak. Di sisi lain, 2014 merupakan tahun yang memiliki banyak agenda besar, seperti pemilihan presiden dan momentum politik lainnya. Tentu saja kami mengkhawatirkan jadwal akan lebih ngaco lagi,” ucap pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Selama ini, selain faktor keamanan terkait momentum politik, jadwal pertandingan kerap berubah karena kebijakan stasiun televisi pemegang hak siar. Pemusatan latihan Timnas juga memiliki andil dalam permasalahan tersebut.
Di ISL musim 2013 saja, Djanur sempat dipusingkan dengan beberapa perubahan jadwal. Pertandingan Persib pernah mengalami pergeseran tanggal antara lain saat menjamu Arema Cronous serta bertandang ke markas Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena.
Kondisi ini sangat rentan mengganggu program yang sudah disusun rapi tim pelatih. Meski begitu, Djanur mengaku lebih bersyukur jika melihat kondisi yang lebih parah saat ISL 2012.
''Secara keseluruhan ada progres lah dalam hal jadwal pertandingan. Masih ada perubahan jadwal pertandingan di ISL 2013, walaupun tidak sebanyak waktu kompetisi 2012. Tapi tetap saja belum bisa saklek seperti liga-liga di negara lain,” ucap Djanur.
Meski begitu, pelatih yang pernah membawa Pelita Jaya U21 meraih gelar juara ini mengaku tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya sebatas memberi masukan kepada federasi dan penyelenggara liga agar lebih matang dalam penyusunan rencana tanggal pertandingan satu musim penuh. Sedangkan terkait persiapan di tataran internal tim, Djanur mengaku sudah memiliki rencana matang.
''Kami menyiapkan diri saja. Masa sebelum dimulainya kompetisi harus benar-benar dimanfaatkan untuk mematangkan tim. Hanya di masa persiapan itu kami bisa berbuat banyak, agar ketika masuk kompetisi kami bisa mengatasi kondisi apa pun yang terjadi,” pungkas Djanur.
Kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan memang dipastikan lebih berat. Kehadiran 22 tim dalam satu kejuaraan sepakbola bersistem kompetisi penuh memberi beban berlipat bagi para peserta.
Sebelumnya, kebijakan ini diambil PSSI demi kembali bersatunya kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air. Teknisnya adalah dengan mempertahankan jumlah peserta ISL, dan mengambil empat tim terbaik dari kompetisi Indonesian Premier League (IPL).
Dengan delapan belas peserta di ISL 2013, setiap tim menjalani 34 pertandingan dalam satu musim. Terdiri dari tujuh belas laga kandang, dan tujuh belas kali tandang. Hal berbeda akan terjadi di musim depan, di mana laga yang harus dilakoni setiap peserta membengkak menjadi 42 pertandingan. Yaitu 21 kandang, dan 21 kali tur ke luar daerah.
Selain beban finansial dan stamina pemain yang menjadi tantangan setiap tim, Djanur menganggap perubahan jadwal bisa menambah kepusingan para peserta.
''Musim depan pertandingan akan lebih banyak. Di sisi lain, 2014 merupakan tahun yang memiliki banyak agenda besar, seperti pemilihan presiden dan momentum politik lainnya. Tentu saja kami mengkhawatirkan jadwal akan lebih ngaco lagi,” ucap pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Selama ini, selain faktor keamanan terkait momentum politik, jadwal pertandingan kerap berubah karena kebijakan stasiun televisi pemegang hak siar. Pemusatan latihan Timnas juga memiliki andil dalam permasalahan tersebut.
Di ISL musim 2013 saja, Djanur sempat dipusingkan dengan beberapa perubahan jadwal. Pertandingan Persib pernah mengalami pergeseran tanggal antara lain saat menjamu Arema Cronous serta bertandang ke markas Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena.
Kondisi ini sangat rentan mengganggu program yang sudah disusun rapi tim pelatih. Meski begitu, Djanur mengaku lebih bersyukur jika melihat kondisi yang lebih parah saat ISL 2012.
''Secara keseluruhan ada progres lah dalam hal jadwal pertandingan. Masih ada perubahan jadwal pertandingan di ISL 2013, walaupun tidak sebanyak waktu kompetisi 2012. Tapi tetap saja belum bisa saklek seperti liga-liga di negara lain,” ucap Djanur.
Meski begitu, pelatih yang pernah membawa Pelita Jaya U21 meraih gelar juara ini mengaku tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya sebatas memberi masukan kepada federasi dan penyelenggara liga agar lebih matang dalam penyusunan rencana tanggal pertandingan satu musim penuh. Sedangkan terkait persiapan di tataran internal tim, Djanur mengaku sudah memiliki rencana matang.
''Kami menyiapkan diri saja. Masa sebelum dimulainya kompetisi harus benar-benar dimanfaatkan untuk mematangkan tim. Hanya di masa persiapan itu kami bisa berbuat banyak, agar ketika masuk kompetisi kami bisa mengatasi kondisi apa pun yang terjadi,” pungkas Djanur.
(aww)