Rindu suporter damai, mimpi SFC mayoritas putra Sumsel
Rabu, 23 Oktober 2013 - 14:26 WIB
Rindu suporter damai, mimpi SFC mayoritas putra Sumsel
A
A
A
Sindonews.com - Begitu besar harapan para suporter dan pendukung setia Sriwijaya FC (SFC) di usia yang kesembilan. Tapi ada beberapa hal yang selalu menjadi keinginan para suporter tersebut. Yakni munculnya pemain-pemain lokal asal Sumatera Selatan (Sumsel) yang mengisi skuad inti Laskar Wong Kito.
Pasalnya, selama rentang sembilan tahun berjalan ini, kesempatan yang didapat putra-putra daerah belum begitu banyak. Kendala selera pelatih dan masih kalahnya bersaing dengan pemain lain, membuat talenta-talenta lokal SFC sulit untuk bersinar.
Penasihat Singa Mania Indonesia (Simanis) Ultras Palembang, Qusoi, menungkapkan, masih banyak yang harus dilakukan manajemen untuk membesarkan nama dan prestasi SFC. Hanya saja, untuk melakukan semua itu harus ada kekompakan dan satu visi misi agar semuanya dapat terwujud.
''Usia SFC akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Tapi di usia yang ke-9 tahun ini, sebaiknya semua pihak untuk tidak saling menyalahkan. Bukan saatnya mencaci SFC di saat lagi terpuruk. Ada baiknya sekarang semua pihak untuk menunjukkan kekompakan dan merangkul semua pihak,” jelas Qusoi.
Selain itu, harapan besar yang masih belum dirasakan suporter SFC adalah menyaksikan pemain-pemain asli Sumsel di Stadion Gelora Sriwijaya, saat Laskar Wong Kito bertandingan dengan tim-tim besar dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL).
''Semua memang masih menjadi khayalan, tapi bukan tidak mungkin suatu saat pemain-pemain SFC diisi oleh putra-putra asli Sumsel. Mungkin emosi kami akan menyatu dengan pemain, jika mereka yang berseragam SFC adalah orang asli Sumsel. Tapi kami juga berharap pemain-pemain asli Sumsel bisa bersaing lebih profesional dan sama bagusnya dengan skil yang dimiliki pemain lain,” ungkapnya.
Qusoi juga mengatakan, memang manajemen SFC sudah bekerja keras untuk membawa nama baik SFC di segala kompetisi. Namun, jika pihak-pihak lain membantu kinerja manajemen, mungkin semua akan berjalan dengan baik dan apa yang menjadi target akan tercapai.
''Jelas jika sponsor banyak yang masuk ke SFC, maka keuangan klub akan semakin membaik. Tapi program yang diterapkan manajemen seperti menjadikan tiap-tiap kepala daerah jadi bapak angkat untuk membantu manajemen, itu sangat efektif. Karena nantinya rasa memiliki wong kito akan lebih tinggi,” katanya.
Agar semua pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya berjalan dengan normal dan lancar, Qusoi hanya berharap semua komunitas suporter yang menjadi bagian dari SFC, tetap menjaga kekondusifan.
''Tidak ada kata lagi, selain kata damai untuk suporter. Jangan sampai ada lagi kerusuhan-kerusuhan kecil yang berujung merugikan banyak pihak. Jika suporter damai, maka dukungan untuk SFC akan lebih solid,” pungkasnya.
Pasalnya, selama rentang sembilan tahun berjalan ini, kesempatan yang didapat putra-putra daerah belum begitu banyak. Kendala selera pelatih dan masih kalahnya bersaing dengan pemain lain, membuat talenta-talenta lokal SFC sulit untuk bersinar.
Penasihat Singa Mania Indonesia (Simanis) Ultras Palembang, Qusoi, menungkapkan, masih banyak yang harus dilakukan manajemen untuk membesarkan nama dan prestasi SFC. Hanya saja, untuk melakukan semua itu harus ada kekompakan dan satu visi misi agar semuanya dapat terwujud.
''Usia SFC akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Tapi di usia yang ke-9 tahun ini, sebaiknya semua pihak untuk tidak saling menyalahkan. Bukan saatnya mencaci SFC di saat lagi terpuruk. Ada baiknya sekarang semua pihak untuk menunjukkan kekompakan dan merangkul semua pihak,” jelas Qusoi.
Selain itu, harapan besar yang masih belum dirasakan suporter SFC adalah menyaksikan pemain-pemain asli Sumsel di Stadion Gelora Sriwijaya, saat Laskar Wong Kito bertandingan dengan tim-tim besar dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL).
''Semua memang masih menjadi khayalan, tapi bukan tidak mungkin suatu saat pemain-pemain SFC diisi oleh putra-putra asli Sumsel. Mungkin emosi kami akan menyatu dengan pemain, jika mereka yang berseragam SFC adalah orang asli Sumsel. Tapi kami juga berharap pemain-pemain asli Sumsel bisa bersaing lebih profesional dan sama bagusnya dengan skil yang dimiliki pemain lain,” ungkapnya.
Qusoi juga mengatakan, memang manajemen SFC sudah bekerja keras untuk membawa nama baik SFC di segala kompetisi. Namun, jika pihak-pihak lain membantu kinerja manajemen, mungkin semua akan berjalan dengan baik dan apa yang menjadi target akan tercapai.
''Jelas jika sponsor banyak yang masuk ke SFC, maka keuangan klub akan semakin membaik. Tapi program yang diterapkan manajemen seperti menjadikan tiap-tiap kepala daerah jadi bapak angkat untuk membantu manajemen, itu sangat efektif. Karena nantinya rasa memiliki wong kito akan lebih tinggi,” katanya.
Agar semua pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya berjalan dengan normal dan lancar, Qusoi hanya berharap semua komunitas suporter yang menjadi bagian dari SFC, tetap menjaga kekondusifan.
''Tidak ada kata lagi, selain kata damai untuk suporter. Jangan sampai ada lagi kerusuhan-kerusuhan kecil yang berujung merugikan banyak pihak. Jika suporter damai, maka dukungan untuk SFC akan lebih solid,” pungkasnya.
(aww)