Ponaryo-Diego patok Rp1,2 miliar, manajemen SFC pikir-pikir
Senin, 28 Oktober 2013 - 15:28 WIB
Ponaryo-Diego patok Rp1,2 miliar, manajemen SFC pikir-pikir
A
A
A
Sindonews.com - Manajemen Sriwijaya FC (SFC) masih mengkalkulasi semua nilai kontrak pemain menghadapi liga unifikasi 2014. Memang, ada yang telah deal dan tinggal melakukan tanda tangan kontrak dengan manajemen.
Namun, ada juga yang menyatakan siap bersama Laskar Wong Kito musim depan. Manajemen harus memperhitungkan kembali nilai kontrak sang pemain, lantaran dinilai cukup mahal. Begitu pula harga yang diinginkan Ponaryo Astaman dan Diego Michiels menjadi alasan manajemen mengapa kedua pemain ini belum membubuhi tanda tangan mereka dalam surat kontrak kerja.
Popon -panggilan akrab Ponaryo, memang termasuk pemain yang dipertahankan SFC untuk musim depan. Bahkan, sang kapten pun masuk dalam Tim Lima bentukan manajemen, dalam merekrut pemain bidikan. Tapi tetap saja, manajemen harus merogoh kocek lebih dalam, jika tetap memakai jasa sang kapten.
Karena dari informasi yang beredar, kemungkinan bandrol yang dipatok Ponaryo mencapai Rp1,2 miliar. Harga itu juga kemungkinan yang diinginkan Diego Michiels jika SFC ingin menggunakan jasanya. Karena, meski manajemen melakukan pendekatan dengan beberapa pemain Timnas U-23, nama Diego seperti tak terlalu disebut-sebut.
Menurut Manajer SFC Robert Heri, Ponaryo sendiri meminta kenaikan kontrak yang sangat signifikan. Bahkan lebih besar dari musim lalu, yang dinilai menjadi pemain bergaji termahal diantara pemain-pemain SFC lainnya.
''Kami akan akan melihat kembali, tentang keinginan Ponaryo. Apakah dia memang tetap ingin memperkuat SFC atau tidak. Ya kalau Ponaryo memang mencintai SFC, dia harus bisa menerima apabila nilai kontraknya harus diturunkan,” ungkap Robert.
Manajemen sendiri, sambung Robert, sebenarnya mau menggelontorkan dana berapa pun untuk mengontrak pemain, jika skill yang dimiliki sang pemain memang benar-benar berkualitas, dan usia si pemain berada dalam usia emas atau dibawah 30 tahun. Kalau melihat skill dan usia yang dimiliki mantan pemain timnas ini, sepertinya sudah tidak tangguh lagi.
Pasalnya, Popon sudah masuk usia 34 tahun dan kalah fisik dengan pemain yang lebih muda. Tapi Robert menuturkan, pihaknya masih akan membuka peluang Popon bermain bersama SFC, asalkan sang pemain mau menurunkan nilai kontraknya, dan siap memperliatkan loyalitas, prilaku baik di luar maupun di dalam lapangan bersama tim ini.
"Selain usia Ponaryo tidak muda lagi, dia juga memasang kontrak cukup tinggi. Ditambah lagi, dia yang mengomandoi pemain musim lalu yang ikut mogok, jadi akan kita kaji ulang kontraknya terlebih dahulu,” tuturnya.
Kemudian Robert melanjutkan, sejauh ini pihaknya belum memutuskan nasib Popon lantaran masih akan melakukan evaluasi dengan menggelar rapat Manajemen sebelum memutuskan nasib sang pemain bersama SFC.
''Memang untuk saat ini Popon hanya deal lisan belum ada kontrak resmi itu tanpa sepengetahuan saya, jadi kita akan kembali menggelar rapat yang dihadiri seluruh Manajemen sebelum menentukan kontrak dia bersama SFC musim depan,” tuturnya.
Sedangkan untuk Diego Michiels sendiri, Robert masih belum begitu berpikir lebh jauh. Karena masih ada beberapa pemain lain yang harus di selesaikan bagaimana negosiasinya. “Itu (Diego) nanti saja dan kita lihat saja nanti,” tutupnya.
Namun, ada juga yang menyatakan siap bersama Laskar Wong Kito musim depan. Manajemen harus memperhitungkan kembali nilai kontrak sang pemain, lantaran dinilai cukup mahal. Begitu pula harga yang diinginkan Ponaryo Astaman dan Diego Michiels menjadi alasan manajemen mengapa kedua pemain ini belum membubuhi tanda tangan mereka dalam surat kontrak kerja.
Popon -panggilan akrab Ponaryo, memang termasuk pemain yang dipertahankan SFC untuk musim depan. Bahkan, sang kapten pun masuk dalam Tim Lima bentukan manajemen, dalam merekrut pemain bidikan. Tapi tetap saja, manajemen harus merogoh kocek lebih dalam, jika tetap memakai jasa sang kapten.
Karena dari informasi yang beredar, kemungkinan bandrol yang dipatok Ponaryo mencapai Rp1,2 miliar. Harga itu juga kemungkinan yang diinginkan Diego Michiels jika SFC ingin menggunakan jasanya. Karena, meski manajemen melakukan pendekatan dengan beberapa pemain Timnas U-23, nama Diego seperti tak terlalu disebut-sebut.
Menurut Manajer SFC Robert Heri, Ponaryo sendiri meminta kenaikan kontrak yang sangat signifikan. Bahkan lebih besar dari musim lalu, yang dinilai menjadi pemain bergaji termahal diantara pemain-pemain SFC lainnya.
''Kami akan akan melihat kembali, tentang keinginan Ponaryo. Apakah dia memang tetap ingin memperkuat SFC atau tidak. Ya kalau Ponaryo memang mencintai SFC, dia harus bisa menerima apabila nilai kontraknya harus diturunkan,” ungkap Robert.
Manajemen sendiri, sambung Robert, sebenarnya mau menggelontorkan dana berapa pun untuk mengontrak pemain, jika skill yang dimiliki sang pemain memang benar-benar berkualitas, dan usia si pemain berada dalam usia emas atau dibawah 30 tahun. Kalau melihat skill dan usia yang dimiliki mantan pemain timnas ini, sepertinya sudah tidak tangguh lagi.
Pasalnya, Popon sudah masuk usia 34 tahun dan kalah fisik dengan pemain yang lebih muda. Tapi Robert menuturkan, pihaknya masih akan membuka peluang Popon bermain bersama SFC, asalkan sang pemain mau menurunkan nilai kontraknya, dan siap memperliatkan loyalitas, prilaku baik di luar maupun di dalam lapangan bersama tim ini.
"Selain usia Ponaryo tidak muda lagi, dia juga memasang kontrak cukup tinggi. Ditambah lagi, dia yang mengomandoi pemain musim lalu yang ikut mogok, jadi akan kita kaji ulang kontraknya terlebih dahulu,” tuturnya.
Kemudian Robert melanjutkan, sejauh ini pihaknya belum memutuskan nasib Popon lantaran masih akan melakukan evaluasi dengan menggelar rapat Manajemen sebelum memutuskan nasib sang pemain bersama SFC.
''Memang untuk saat ini Popon hanya deal lisan belum ada kontrak resmi itu tanpa sepengetahuan saya, jadi kita akan kembali menggelar rapat yang dihadiri seluruh Manajemen sebelum menentukan kontrak dia bersama SFC musim depan,” tuturnya.
Sedangkan untuk Diego Michiels sendiri, Robert masih belum begitu berpikir lebh jauh. Karena masih ada beberapa pemain lain yang harus di selesaikan bagaimana negosiasinya. “Itu (Diego) nanti saja dan kita lihat saja nanti,” tutupnya.
(aww)