Haduh, Lindaweni sudah angkat koper di babak pertama
Rabu, 13 November 2013 - 21:02 WIB
Haduh, Lindaweni sudah angkat koper di babak pertama
A
A
A
Sindonews.com - Regenerasi di sektor tunggal putri memang perlu diselesaikan oleh PBSI sesegera mungkin. Hal iini harus segera dilakukan karena untuk kesekian kalinya wakil Indonesia di sektore tersebut selalu menemui kegagalan di setiap turnamen yang diikuti tahun ini.
Salah satunya dialami Lindaweni Fanetri. Pebulu tangkis putri kelahiran Jakarta 23 tahun silam itu kembali menuai hasil buruk ketika tampil di ajang China Terbuka Superseries Premier 2013.
Bertanding di Yuan Shen Gymnasium, Rabu (13/11/2013), Linda yang merupakan satu-satunya wakil Indonesia gagal melangkahkan kakinya saat disingkirkan oleh unggulan ketujuh China Wang Shixian dengan straight game 14-21, 13-21 dalam waktu 42 menit.
Ini merupakan kekalahan ketiga yang dialami pebulu tangksi peringkat 16 dunia atas Wang. Pada turnamen sebelumnya di Filipina GP Gold 2009, Linda kalah dengan skor 21-23, 7-21. Selang tiga tahun kemudian, anak asuh Liang Chui Sia ini kembali menuai hasil buruk di Piala Thomas & Uber 2012 lalu lewat pertarungan rubber game 21-17, 3-21, dan 0-21.
Dengan kekalahan ini, maka tim Merah Putih gagal menggondol hadiah total 450 ribu dolar AS dari sektor tunggal putri ini.
Salah satunya dialami Lindaweni Fanetri. Pebulu tangkis putri kelahiran Jakarta 23 tahun silam itu kembali menuai hasil buruk ketika tampil di ajang China Terbuka Superseries Premier 2013.
Bertanding di Yuan Shen Gymnasium, Rabu (13/11/2013), Linda yang merupakan satu-satunya wakil Indonesia gagal melangkahkan kakinya saat disingkirkan oleh unggulan ketujuh China Wang Shixian dengan straight game 14-21, 13-21 dalam waktu 42 menit.
Ini merupakan kekalahan ketiga yang dialami pebulu tangksi peringkat 16 dunia atas Wang. Pada turnamen sebelumnya di Filipina GP Gold 2009, Linda kalah dengan skor 21-23, 7-21. Selang tiga tahun kemudian, anak asuh Liang Chui Sia ini kembali menuai hasil buruk di Piala Thomas & Uber 2012 lalu lewat pertarungan rubber game 21-17, 3-21, dan 0-21.
Dengan kekalahan ini, maka tim Merah Putih gagal menggondol hadiah total 450 ribu dolar AS dari sektor tunggal putri ini.
(irc)