Tontowi/Liliyana optimis bisa membalas kekalahan dan jadi juara
Sabtu, 16 November 2013 - 18:52 WIB
Tontowi/Liliyana optimis bisa membalas kekalahan dan jadi juara
A
A
A
Sindonews.com - Partai final ganda campuran turnamen China Open Super Series Premier 2013 di Shanghai, akan mempertemukan dua pasangan kelas dunia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melawan Joachim Fischer Nielsen/Christinna.
Kedua pasangan ini merupakan satu-satunya harapan masing-masing negara untuk membawa pulang gelar juara yang akan berlangsung Minggu (17/11/2013) di Yuan Shen Gymnasium, Shanghai, mulai pukul 13.00 waktu setempat.
Dalam tiga pertemuan terakhir, Tontowi/Liliyana selalu kalah dari Nielsen/Pedersen. Akan tetapi Tontowi/Liliyana justru mengaku sangat menanti-nanti kesempatan bertemu pasangan rangking empat dunia tersebut.
“Kami memang penasaran mau bertemu Nielsen/Pedersen. Soalnya sudah lama kami tidak bertemu mereka. Dari awal juga berharap bertemu mereka. Sebagai pemain, kita harus percaya diri mau melawan siapa pun,” kata Liliyana seperti rilis yang diterima.
Empat kali bertemu, Tontowi/Liliyana tercatat baru satu kali menundukkan Nielsen/Pedersen yakni pada pertemuan pertama di BWF World Championships 2011.
Pada perebutan medali perunggu Olimpiade London 2012, Korea Open Super Series Premier 2013, dan Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013, Tontowi/Liliyana, menelan kekalahan.
“Di beberapa pertemuan terakhir, Tontowi/Liliyana kalah dari Nielsen/Pedersen. Namun kali ini kami optimis Tontowi/Liliyana bisa membalas kekalahan dan juara,” ucap pelatih, Nova Widianto.
“Ada pola permainan pasangan Denmark yang tidak disukai Tontowi/Liliyana. Mungkin karena salah satunya adalah pemain kidal. Nielsen memang lebih dominan ketimbang Pedersen,” tambahnya.
Kedua pasangan ini merupakan satu-satunya harapan masing-masing negara untuk membawa pulang gelar juara yang akan berlangsung Minggu (17/11/2013) di Yuan Shen Gymnasium, Shanghai, mulai pukul 13.00 waktu setempat.
Dalam tiga pertemuan terakhir, Tontowi/Liliyana selalu kalah dari Nielsen/Pedersen. Akan tetapi Tontowi/Liliyana justru mengaku sangat menanti-nanti kesempatan bertemu pasangan rangking empat dunia tersebut.
“Kami memang penasaran mau bertemu Nielsen/Pedersen. Soalnya sudah lama kami tidak bertemu mereka. Dari awal juga berharap bertemu mereka. Sebagai pemain, kita harus percaya diri mau melawan siapa pun,” kata Liliyana seperti rilis yang diterima.
Empat kali bertemu, Tontowi/Liliyana tercatat baru satu kali menundukkan Nielsen/Pedersen yakni pada pertemuan pertama di BWF World Championships 2011.
Pada perebutan medali perunggu Olimpiade London 2012, Korea Open Super Series Premier 2013, dan Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013, Tontowi/Liliyana, menelan kekalahan.
“Di beberapa pertemuan terakhir, Tontowi/Liliyana kalah dari Nielsen/Pedersen. Namun kali ini kami optimis Tontowi/Liliyana bisa membalas kekalahan dan juara,” ucap pelatih, Nova Widianto.
“Ada pola permainan pasangan Denmark yang tidak disukai Tontowi/Liliyana. Mungkin karena salah satunya adalah pemain kidal. Nielsen memang lebih dominan ketimbang Pedersen,” tambahnya.
(aww)