Manajemen belum terbentuk, hambat pembentukan tim
Sabtu, 07 Desember 2013 - 17:13 WIB
Manajemen belum terbentuk, hambat pembentukan tim
A
A
A
Sindonews.com – PSIS Semarang sampai saat ini masih berkutat untuk pembentukan manajemen definitif. Belum adanya manajemen definitif inipun, membuat proses pembentukan tim menjadi tersendat. Dibawah kendali PT Mahesa Jenar PSIS harus segera melakukan pembentukan tim, mengingat waktu kompetisi semakin dekat.
Jika bos baru PSIS Semarang Yoyok Sukawi mentargetkan bulan Januari tim PSIS Semarang sudah terbentuk, saat ini adalah waktu yang tepat untuk segera memulai melakukan seleksi pemain tahap kedua.
Padahal saat ini PSIS telah mengantongi 23 pemain dari hasil seleksi tahap pertama khusus pemain-pemain internal klub anggota PSIS, yang akan lolos ke seleksi tahap kedua.
Kalangan suporter berharap, Yoyok segera membentuk Manajemen definitif. Jika terlalu lama pembentukan tim juga akan terkendala.”Seleksi tahap pertama kan sudah selesai, kenapa tidak segera ada seleksi untuk umum. Kalau semakin cepat membentuk tim maka PSIS akan semakin baik, dan solid,” kata Ketua Umum Panser Biru Mario Baskoro.
Yoyok Sukawi selaku pengelola PSIS mengungkapkan, targetnya memang tim sudah terbentuk pada bulan Januari. Sehingga dirinya pun berusaha secepat mungkin untuk segera melakukan pengisian jajaran manajemen PSIS, termasuk segera menujuk pelatih definitif.
“Kita mengupayakan pertengahan atau akhir bulan ini sudah bisa melakukan seleksi tahap kedua yang dibuka untuk umum,”katanya.
Dikatakannya, pemain-pemain hasil seleksi tahap pertama dari klub internal PSIS, akan menjadi prioritas utamanya. “Jika pemain-pemain lokal hasil seleksi kemarin memang layak kenapa tidak dipertahankan, mereka justru akan memiliki loyalitas yang tinggi kepada tim ini,” tandasnya.
Yoyok mengungkapkan, terkait dengan manajemen sebenarnya dirinya sudah mengantongi nama-nama yang bakal mengisi jajaran manajemen PSIS termasuk GM dan manajer Tim.
Untuk manajemen kata Yoyok dirinya masih ingin mempertahankan Manajer caretaker Kairul Anwar dan Setyo Agung Nugroho menjadi manajer Tim, hanya saja, belum dilakukan pembicaraan dengan mereka, sehingga belum bisa dipastikan apakah bersedia atau tidak.”Saya sangat berharap, mas Kairul, Mas Agung masih tetap di manajemen,”ujar Ketua Komisi E DPRD Jateng ini.
Sementara itu Setyo Agung Nugroho mengaku, ingin istirahat dulu dari dunia sepak bola dan ingin fokus ke pekerjaannya sebagai kontraktor. Hanya saja, dirinya tetap siapa apabila dimintai bantuan untuk membantu PSIS. “Saya ingin fokus dulu ke pekerjaan,” katanya.
Jika bos baru PSIS Semarang Yoyok Sukawi mentargetkan bulan Januari tim PSIS Semarang sudah terbentuk, saat ini adalah waktu yang tepat untuk segera memulai melakukan seleksi pemain tahap kedua.
Padahal saat ini PSIS telah mengantongi 23 pemain dari hasil seleksi tahap pertama khusus pemain-pemain internal klub anggota PSIS, yang akan lolos ke seleksi tahap kedua.
Kalangan suporter berharap, Yoyok segera membentuk Manajemen definitif. Jika terlalu lama pembentukan tim juga akan terkendala.”Seleksi tahap pertama kan sudah selesai, kenapa tidak segera ada seleksi untuk umum. Kalau semakin cepat membentuk tim maka PSIS akan semakin baik, dan solid,” kata Ketua Umum Panser Biru Mario Baskoro.
Yoyok Sukawi selaku pengelola PSIS mengungkapkan, targetnya memang tim sudah terbentuk pada bulan Januari. Sehingga dirinya pun berusaha secepat mungkin untuk segera melakukan pengisian jajaran manajemen PSIS, termasuk segera menujuk pelatih definitif.
“Kita mengupayakan pertengahan atau akhir bulan ini sudah bisa melakukan seleksi tahap kedua yang dibuka untuk umum,”katanya.
Dikatakannya, pemain-pemain hasil seleksi tahap pertama dari klub internal PSIS, akan menjadi prioritas utamanya. “Jika pemain-pemain lokal hasil seleksi kemarin memang layak kenapa tidak dipertahankan, mereka justru akan memiliki loyalitas yang tinggi kepada tim ini,” tandasnya.
Yoyok mengungkapkan, terkait dengan manajemen sebenarnya dirinya sudah mengantongi nama-nama yang bakal mengisi jajaran manajemen PSIS termasuk GM dan manajer Tim.
Untuk manajemen kata Yoyok dirinya masih ingin mempertahankan Manajer caretaker Kairul Anwar dan Setyo Agung Nugroho menjadi manajer Tim, hanya saja, belum dilakukan pembicaraan dengan mereka, sehingga belum bisa dipastikan apakah bersedia atau tidak.”Saya sangat berharap, mas Kairul, Mas Agung masih tetap di manajemen,”ujar Ketua Komisi E DPRD Jateng ini.
Sementara itu Setyo Agung Nugroho mengaku, ingin istirahat dulu dari dunia sepak bola dan ingin fokus ke pekerjaannya sebagai kontraktor. Hanya saja, dirinya tetap siapa apabila dimintai bantuan untuk membantu PSIS. “Saya ingin fokus dulu ke pekerjaan,” katanya.
(wbs)