Dua pemain bekas PSIS merapat ke PSS
Minggu, 08 Desember 2013 - 16:27 WIB
Dua pemain bekas PSIS merapat ke PSS
A
A
A
Sindonews.com – Tak kunjung ada kejelasan kapan tim PSIS Semarang bakal dibentuk, membuat sejumlah mantan pemain PSIS, mulai berfikiri untuk segera menentukan masa depannya. Sejumlah pemain bahkan sudah mulai merapat ke klub lain.
Paling tidak saat ini sudah ada dua pemain PSIS musim lalu yang berniat meninggalkan PSIS dan memiliki berlabuh ke klub lain. Mereka adalah seperti Ryco
Fernanda dan Harry Nur Yulianto. Dua pemain muda PSIS musim lalu ini dikabarkan mulai merapat ke PSS Sleman.
Kedua pemain ini merupakan pemain muda yang cukup baik, Harry Nur sudah mengkoleksi 6 gol bersama PSIS, sedangkan Rico Fernanda, selalu menjadi palang pintu terakhir pasca dipecatnya Morris Power.
Harry Nur mengaku, memang sudah mengikuti seleksi di PSS Sleman yang kini dibesut oleh pelatih asal Semarang Sartono Anwar. Dia mendapatkan undangan untuk mengikuti seleksi disana.
Dirinya mengikuti seleksi di PSS untuk mencoba peruntungan dengan harapan bisa bermaian di klub yang bermarkas di Maguwoharjo Internationan Stadium (MIS) tersebut. “PSS sudah melakukan persiapan, saya diminta untuk ke sini,” ujarnya.
Dia mengaku, sebagai pemain profesional, tentu bermaian dimanapun tidak ada masalah.”Kalau saya bermaian disini, atau di PSIS sama saja, dimana saja tidak masalah,” kata eks striker PSIS dan eks pemain PON Jateng tersebut.
Sebenarnya, kata Harry Nur dirinya masih sangat ingin bisa bermain di PSIS, hanya saja sampai sekarang belum ada kabar kapan akan mulai melakukan persiapan pembentukan tim. Dengan tidak ada kejelasan tersebut dirinya harus membuat keputusan untuk menentukan masa depannya.
Memang sangat disayangkan, jika pemain-pemain muda PSIS musim lalu hengkang ke klub lain, padahal mereka adalah aset untu masa depan PSIS sendiri. Jika tidak ingin semakin banyak pemain PSIS yang hengkang pengelola harus segera menentukan sikap, untuk memastikan kapan seleksi pemain akan dilakukan.
Disisi lain dengan tidak ada kejelasan kapan tim dibentuk, maka PSIS bisa dipastikan bakal tertinggal mengingat sejumlah tim lain telah lebih awal siap-siap menghadapi Divisi Utama, seperti PSS Sleman, dan PSCS Cilacap.
Yoyok Sukawi mengaku tidak bisa memaksa pemain-pemain PSIS musim lalu untuk tetap bertahan. Jika mereka memilih untuk memperkuat tim lain baginya tidak ada masalah. “Ya kan tidak ada kontrak, mereka sekarang ini kan bebas kemana saja,” katanya.
Pria yang akrab disapa YS ini mengaku, untuk melakukan persiapan tim dirinya sudah membuat perencanaan matang, persiapan akan dilakukan setelah jajaran manajemen sudah terisi termasuk penunjukan pelatih
Paling tidak saat ini sudah ada dua pemain PSIS musim lalu yang berniat meninggalkan PSIS dan memiliki berlabuh ke klub lain. Mereka adalah seperti Ryco
Fernanda dan Harry Nur Yulianto. Dua pemain muda PSIS musim lalu ini dikabarkan mulai merapat ke PSS Sleman.
Kedua pemain ini merupakan pemain muda yang cukup baik, Harry Nur sudah mengkoleksi 6 gol bersama PSIS, sedangkan Rico Fernanda, selalu menjadi palang pintu terakhir pasca dipecatnya Morris Power.
Harry Nur mengaku, memang sudah mengikuti seleksi di PSS Sleman yang kini dibesut oleh pelatih asal Semarang Sartono Anwar. Dia mendapatkan undangan untuk mengikuti seleksi disana.
Dirinya mengikuti seleksi di PSS untuk mencoba peruntungan dengan harapan bisa bermaian di klub yang bermarkas di Maguwoharjo Internationan Stadium (MIS) tersebut. “PSS sudah melakukan persiapan, saya diminta untuk ke sini,” ujarnya.
Dia mengaku, sebagai pemain profesional, tentu bermaian dimanapun tidak ada masalah.”Kalau saya bermaian disini, atau di PSIS sama saja, dimana saja tidak masalah,” kata eks striker PSIS dan eks pemain PON Jateng tersebut.
Sebenarnya, kata Harry Nur dirinya masih sangat ingin bisa bermain di PSIS, hanya saja sampai sekarang belum ada kabar kapan akan mulai melakukan persiapan pembentukan tim. Dengan tidak ada kejelasan tersebut dirinya harus membuat keputusan untuk menentukan masa depannya.
Memang sangat disayangkan, jika pemain-pemain muda PSIS musim lalu hengkang ke klub lain, padahal mereka adalah aset untu masa depan PSIS sendiri. Jika tidak ingin semakin banyak pemain PSIS yang hengkang pengelola harus segera menentukan sikap, untuk memastikan kapan seleksi pemain akan dilakukan.
Disisi lain dengan tidak ada kejelasan kapan tim dibentuk, maka PSIS bisa dipastikan bakal tertinggal mengingat sejumlah tim lain telah lebih awal siap-siap menghadapi Divisi Utama, seperti PSS Sleman, dan PSCS Cilacap.
Yoyok Sukawi mengaku tidak bisa memaksa pemain-pemain PSIS musim lalu untuk tetap bertahan. Jika mereka memilih untuk memperkuat tim lain baginya tidak ada masalah. “Ya kan tidak ada kontrak, mereka sekarang ini kan bebas kemana saja,” katanya.
Pria yang akrab disapa YS ini mengaku, untuk melakukan persiapan tim dirinya sudah membuat perencanaan matang, persiapan akan dilakukan setelah jajaran manajemen sudah terisi termasuk penunjukan pelatih
(wbs)