Krisis finansial, Persiku dilamar empat pelatih

Senin, 06 Januari 2014 - 17:16 WIB
Krisis finansial, Persiku...
Krisis finansial, Persiku dilamar empat pelatih
A A A
Sindonews.com - Krisis finansial tak membuat nama Persiku Kudus dijauhi pelatih. Buktinya, ada beberapa pelatih yang mengajukan lamaran untuk menukangi Persiku Kudus menjelang Kompetisi Divisi Utama 2014.
Namun, pengurus Persiku tidak mau buru-buru melakukan teken kontrak dengan pelatih. Ini karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan. Dengan kondisi tersebut, pelatih yang nantinya bakal membesut Persiku harus bersedia dibayar dengan gaji yang tidak besar. Namun, hal ini juga tidak menyampingkan prestasi tim pada saat berkompetisi.

Komisaris Utama PT Kudus Muria Raya Maryoto menuturkan, saat ini Lukas Tumbuan sudah berlabuh di Persibat Batang. Pihaknya bisa memaklumi jika pelatih asal Jawa Barat itu tidak kembali ke Stadion Wergu mengingat secara finansial, Persibat lebih unggul dibandingkan Persiku. ''Kalau di Persibat, karena Divisi I, jadi bisa didanai APBD. Di sana lebih nyaman, baik fasilitasnya, tidak apa-apa,” kata Maryoto.

Meski tidak mendapat Lukas, Maryoto mengaku sudah dihubungi beberapa pelatih yang siap untuk membesut musim ini. Beberapa pelatih yang mengajukan lamaran di antaranya Edy Paryono dan Agus Riyanto asal Semarang, Hidayat (Kudus) dan Anjar, eks asisten pelatih Persijap Jepara.

Menurut dia, sampai saat ini belum diputuskan siapa pelatih yang bakal menukangi Persiku. Dengan kondisi Persiku saat ini, dirinya akan memutuskan pelatih yang terbaik, dan juga bisa memahami kondisi keuangan.

''Kalau sudah ada keputusan, nanti wartawan tetap akan kami undang. Kami tetap akan mengandalkan pemain-pemain lokal Kudus, yang sudah beberapa kali membela tim, dan itu saya yakin mudah,” paparnya.

Di sisi lain, diakuinya saat ini belum ada sponsor utama yang siap membantu Persiku untuk berlaga Divisi Utama. Termasuk PT Djarum pun, belum ada rencana untuk membantu Persiku, seperti yang pernah dilakukan beberapa musim sebelumnya. ''Sulit saat ini, sekarang beda dengan dulu. Apalagi perusahaan rokok, belum ada pengusaha-pengusaha yang membantu,” jelasnya.

Musim lalu, ujar dia, Persiku hanya mampu bertengger di peringkat 4 Grup B. Prestasi Persiku tidak terlalu bagus saat itu. Terlebih lagi, karena minimnya dana yang dimiliki, beberapa pertandingan tandang terpaksa tidak diambil. Karena jika tetap dipaksakan, keuangan klub akan jebol.
(aww)
Berita Terkini
Piala AFF 2026, Juara...
Piala AFF 2026, Juara Bertahan Kenakan Patch Emas KhususMirip Argentina di Piala Dunia
28 menit yang lalu
Ekshibisi Padel di Porprov,...
Ekshibisi Padel di Porprov, Senator Mirah Sebut Momentum Lahirnya Atlet Berprestasi di NTB
2 jam yang lalu
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
2 jam yang lalu
Video Baru Bongkar Insiden...
Video Baru Bongkar Insiden Final Piala Dunia 2026, Lisandro Martinez Diduga Pukul Gavi
6 jam yang lalu
Juergen Klopp Selangkah...
Juergen Klopp Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Jerman
7 jam yang lalu
Rudy Poa Kembali Kibarkan...
Rudy Poa Kembali Kibarkan Merah Putih di Asia Cross Country Rally 2026, Delapan Kali Tampil Membela Indonesia
18 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved