Janibek Alimkhanuly Menang KO, Perpanjang Rekor 17-0, Pertahankan Gelar
Minggu, 06 April 2025 - 06:30 WIB
loading...
Janibek Alimkhanuly Menang KO, Perpanjang Rekor 17-0, Pertahankan Gelar/Boxing Scene
A
A
A
Janibek Alimkhanuly menang TKO dengan menghentikan Anauel Ngamissengue pada ronde kelima untuk memperpanjang rekor tak terkalahkan dan mempertahankan gelarnya. Janibek Alimkhanuly menunggu selama lebih dari tujuh tahun untuk bertarung di negara asalnya, Kazakhstan. Pemegang gelar juara IBF dan WBO kelas menengah yang tak terkalahkan ini tidak membuang waktu di dalam ring saat momen itu tiba.
Sebuah knockdown pada ronde pembuka menjadi pembuka jalan bagi Janibek Alimkhanuky, untuk meraih kemenangan KO pada ronde kelima atas petinju Prancis, Anauel Ngamissengue. Petinju berusia 32 tahun kidal asal Kazakhstan ini mencetak dua knockdown malam itu untuk memaksakan penyelesaian pada menit 2:59 ronde kelima dalam laga utama ESPN+ mereka, Sabtu malam, di Barys Arena, Astana, Kazakhstan.
Baca Juga: Biodata dan Agama Tim Tszyu: Kesengsaraan dan Karier di ujung Tanduk
Ngamissengue menampilkan usaha yang luar biasa dalam debutnya di atas panggung perebutan gelar dan laga kedua dalam kariernya di luar Perancis. Petarung Prancis asal Kongo berusia 29 tahun ini berlaga di belakang pertahanan ketat dan mencoba menekan, namun ia menemukan lawan yang sangat tangguh dalam diri petinju kelas menengah terbaik dunia ini.
Alimkhanuly mencari alasan untuk membuat para pendukung tuan rumah bergemuruh dalam laga perdananya di kandang sendiri sejak laga profesional keduanya pada tahun 2017. Momen itu datang pada akhir ronde pembuka. Pukulan kiri beruntun mengenai dagu Ngamissengue, yang berusaha keras untuk tetap berdiri namun akhirnya terjatuh ke atas kanvas. Ia berhasil mengalahkan hitungan dan keluar dari ronde tersebut, namun ia telah tertinggal jauh di belakang.
Momentum tidak hanya tetap berada di tangan Alimkhanuly pada ronde kedua, namun ia tidak pernah menjauh dari sang juara bertahan. Ia sangat tajam dengan tangan kirinya, yang menyambungkan kedua sisi tubuh Ngamissengue. Alimkhanuly mampu mengatasi serangan Ngamissengue dan terus mendaratkan serangan kerasnya dengan sedikit perlawanan pada ronde ketiga. Sebuah hook kanan menggoyahkan sang penantang tak terkalahkan itu menjelang akhir ronde, walau ia mampu bertahan sampai bel berbunyi.
Aksi ini tetap berpihak pada pahlawan tuan rumah ini pada ronde keempat dan kelima. Bahasa tubuh Ngamissengue berubah, walau determinasinya tetap terjaga. Hal itu bekerja dengan sangat baik bagi sang penantang dan akhirnya berujung pada kemenangannya.
Sebuah knockdown pada ronde pembuka menjadi pembuka jalan bagi Janibek Alimkhanuky, untuk meraih kemenangan KO pada ronde kelima atas petinju Prancis, Anauel Ngamissengue. Petinju berusia 32 tahun kidal asal Kazakhstan ini mencetak dua knockdown malam itu untuk memaksakan penyelesaian pada menit 2:59 ronde kelima dalam laga utama ESPN+ mereka, Sabtu malam, di Barys Arena, Astana, Kazakhstan.
Baca Juga: Biodata dan Agama Tim Tszyu: Kesengsaraan dan Karier di ujung Tanduk
Ngamissengue menampilkan usaha yang luar biasa dalam debutnya di atas panggung perebutan gelar dan laga kedua dalam kariernya di luar Perancis. Petarung Prancis asal Kongo berusia 29 tahun ini berlaga di belakang pertahanan ketat dan mencoba menekan, namun ia menemukan lawan yang sangat tangguh dalam diri petinju kelas menengah terbaik dunia ini.
Alimkhanuly mencari alasan untuk membuat para pendukung tuan rumah bergemuruh dalam laga perdananya di kandang sendiri sejak laga profesional keduanya pada tahun 2017. Momen itu datang pada akhir ronde pembuka. Pukulan kiri beruntun mengenai dagu Ngamissengue, yang berusaha keras untuk tetap berdiri namun akhirnya terjatuh ke atas kanvas. Ia berhasil mengalahkan hitungan dan keluar dari ronde tersebut, namun ia telah tertinggal jauh di belakang.
Momentum tidak hanya tetap berada di tangan Alimkhanuly pada ronde kedua, namun ia tidak pernah menjauh dari sang juara bertahan. Ia sangat tajam dengan tangan kirinya, yang menyambungkan kedua sisi tubuh Ngamissengue. Alimkhanuly mampu mengatasi serangan Ngamissengue dan terus mendaratkan serangan kerasnya dengan sedikit perlawanan pada ronde ketiga. Sebuah hook kanan menggoyahkan sang penantang tak terkalahkan itu menjelang akhir ronde, walau ia mampu bertahan sampai bel berbunyi.
Aksi ini tetap berpihak pada pahlawan tuan rumah ini pada ronde keempat dan kelima. Bahasa tubuh Ngamissengue berubah, walau determinasinya tetap terjaga. Hal itu bekerja dengan sangat baik bagi sang penantang dan akhirnya berujung pada kemenangannya.
Lihat Juga :