Bulutangkis Indonesia terperosok di awal tahun

Kamis, 09 Januari 2014 - 14:50 WIB
Bulutangkis Indonesia...
Bulutangkis Indonesia terperosok di awal tahun
A A A
Sindonews.com - Mungkin ini bisa dikatakan awal yang buruk bagi bulutangkis Indonesia pada tahun 2014, pasalnya, bukannya pesimis, Indonesia nampaknya berat membawa pulang gelar juara Korea Open Super Series 2014 yang berlangsung di Seoul Olympic Gymnasium 2, yang merupakan turnamen pertama di tahun ini sekaligus menjadi ujian pertama bagi para penghuni pelatnas Cipayung 2014.

Turnamen yang memperebutkan total uang sebesar 600 ribu dollar Amerika ini, tim Merah-Putih menerjunkan sedikitnya 22 pemain terbaiknya untuk mengoleksi banyak gelar pada tahun ini yang merupakan target tinggi yang di bebankan PBSI kepada para atletnya.

Dari 22 pemain tersebut, sampai berita ini diturunkan, hanya pasangan ganda putri atas nama Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari yang mampu menginjakkan kakinya di babak perempat final dan masih menunggu hasil pertempuran dibabak perdelapan final antara Dionysius Hayom Rumbaka, yang akan meladeni unggulan keenam asal Thailand Boonsak Ponsana.

Sementara itu, tunggal putra maupun putri, ganda putri dan ganda campuran Indonesia, seperti Tommy Sugiarto, Simon Santoso, Hera Desi, Aprilla Yuswandari, Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris, Muhammad Rijal/Vita Marissa, Irfan Fadhilah/Weni Anggraini, berbarengan berhenti di babak pertama pada turnamen ini.

Sedangkan disektor ganda putra maupun putri, pasangan Indonesia, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf dan Berry Angriawan/Ricky Karanda Suwardi, Aprilsasi Putri Lejarsar Variella/Vita Marissa dan Suci Rizky Andini Tiara Rosalia Nuraidah, semuanya kompak terhenti di fase babak kedua,

Hal ini menunjukkan bahwa dari tim bulutangkis Indonesia, 95 persennya harus mengemas barang-barangnya lebih dini meninggalkan Korea sebelum turnamen ini benar-benar selesai.

Bulutangkis Indonesia wajib kerja ekstra keras lagi untuk mempersiapkan diri tampil di ajang lainnya dengan hasil yang membanggakan bagi masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi PR bagi PBSI untuk menyuguhkan prestasi pada tahun ini seperti janjinya buru lima gelar bergengsi di 2014.
(aww)
Berita Terkait
Raih 2 Penghargaan,...
Raih 2 Penghargaan, Universitas Terbuka Perkuat Digital Learning Ecosystem
UT Mantapkan Komitmen...
UT Mantapkan Komitmen Bangun Reputasi Akademik Berkelas Global
Pilihan Kuliah PTN Terjangkau...
Pilihan Kuliah PTN Terjangkau di Maluku Utara? UT Ternate Jadi Andalan
FUSION 2024: UT Gelar...
FUSION 2024: UT Gelar Forum Inovatif Tingkat Internasional untuk Dukung SDGs
Organisasi Perlu Berinovasi...
Organisasi Perlu Berinovasi di Tengah Pandemi
Prancis Terbuka 2020...
Prancis Terbuka 2020 Pastikan Ada Juara Baru di Tunggal Putri
Berita Terkini
FIFA Hadiahkan Cincin...
FIFA Hadiahkan Cincin Juara di Final Piala Dunia 2026
57 menit yang lalu
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Mampukah Messi Goyang Dominasi Eropa?
2 jam yang lalu
Prancis vs Inggris:...
Prancis vs Inggris: Laga Penutup Didier Deschamps
3 jam yang lalu
Wasit UEFA Slavko Vincic...
Wasit UEFA Slavko Vincic Pimpin Final Piala Dunia 2026, Dianggap Untungkan Spanyol
16 jam yang lalu
Daftar Top Skor Piala...
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Messi-Mbappe Berebut Sepatu Emas
19 jam yang lalu
6 Pemain Argentina Bisa...
6 Pemain Argentina Bisa Dicoret dari Final Piala Dunia 2026 Buntut Kasus Spanduk Malvinas
20 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved