Persik tak ada alasan minder di 8 besar
Kamis, 16 Januari 2014 - 13:06 WIB
Persik tak ada alasan minder di 8 besar
A
A
A
Sindonews.com - Persik Kediri telah melewati fase grup Inter Island Cup (IIC) dengan gilang-gemilang. Meraih tiga kali kemenangan dalam tiga pertandingan Zona Jawa 3 jelas sebuah hasil fenonemal di tengah persiapan tim yang sama sekali belum optimal, terutama jika melihat bobot lawan-lawannya.
Hasil inilah yang menjadi tonggak motivasi bagi tim berjuluk Macan Putih untuk lebih konfiden menatap babak delapan besar di Stadion Manahan, Solo. Kendati lawan yang bakal dihadapi lagi-lagi jauh lebih mapan, Persik mencoba untuk kembali membuat kejutan di fase tersebut.
"Sekarang Persik tidak mempunyai alasan untuk minder menghadapi siapa pun. Saya yakin tim-tim di babak delapan besar lebih berat lagi. Untuk itu kami ingin terus membuat kejutan, walau untuk bicara lolos ke final jelas masih sangat berat," urai Barnadi, Sekretaris Umum Persik Kediri.
Walau sebagai tuan rumah di fase grup atau Zona Jawa 3, sebenarnya Persik Kediri bukanlah favorit. Publik lebih melihat Persebaya ISL sebagai tim terbaik di grup tersebut karena materi pemain berlabel bintang. Tapi nyatanya justru Persik yang bisa lolos ke babak berikutnya dan mengalahkan Persebaya 1-0 di laga pemungkas.
Situasi itu juga unik karena pemain Persik belum mendapatkan kontrak dari manajemen. "Soal kontrak, kami akan membahas secepatnya. Targetnya bulan ini (Januari) sudah ada tandatangan kontrak dengan para pemain yang direkomendasikan pelatih," sebut Barnadi.
Sementara, dari sisi persiapan tim, pelatih Aris Budi Sulistyo menganggap organisasi timnya sudah terjalin dengan cukup baik. Kerjasama amtara pemain lama dengan skuad baru sudah menunjukkan peningkatan drastis dibanding Desember 2013 silam saat mengikuti East Java Tournament.
"Jika melihat penampilan pemain, memang ada perkembangan signifikan. Tapi masih ada aspek-aspek yang perlu diperbaiki, salah satunya kondisi fisik yang belum mapan. Semoga tiga pertandingan di babak delapan besar akan memberikan efek positif pada tim," jelas Aris Budi.
Sebenarnya keterlibatan Persik di babak delapan besar IIC ini agak di luar rencana. Sebab Aris sendiri mengira timnya menyudahi turnamen hingga fase grup saja, kemudian fokus pada persiapan tim jelang Indonesia Super League (ISL). Dengan kondisi sekarang, Persik tak banyak waktu untuk melakukan pembenahan.
"Tapi saya ambil sisi positifnya, bahwa menghadapi Mitra Kukar, Persiram Raja Ampat dan Persib Bandung atau Pelita Bandung Raya menjadi ujian bagus bagi mental pemain. Apalagi pertandingan digelar di luar kandang dan tentunya berbeda dengan saat kami menjadi tuan rumah di Stadion Brawijaya," ulas pelatih asal Solo.
Soal kontestan di babak delapan besar Grup B yang dipusatkan di Solo, berdasar analisa Aris, kemampuan mereka berada dalam satu level. Malah Persik menjadi satu-satunya tim yang berstatus promosi, selain Perseru Serui yang juga lolos ke fase ini namun berada di Grup A (Stadion Kanjuruhan).
Sesuai jadwal, Persik bakal mengawali pertarungan pada Minggu (19/1) kontra Mitra Kukar, dilanjut sehari kemudian menghadapi Persiram Raja Ampat. Laga terakhir dihelat pada 22 Januari yang mempertemukan Persik Kediri dengan pemenang antara Persib Bandung dan Pelita Bandung Raya yang belum bertanding hingga berita ini dirilis.
Hasil inilah yang menjadi tonggak motivasi bagi tim berjuluk Macan Putih untuk lebih konfiden menatap babak delapan besar di Stadion Manahan, Solo. Kendati lawan yang bakal dihadapi lagi-lagi jauh lebih mapan, Persik mencoba untuk kembali membuat kejutan di fase tersebut.
"Sekarang Persik tidak mempunyai alasan untuk minder menghadapi siapa pun. Saya yakin tim-tim di babak delapan besar lebih berat lagi. Untuk itu kami ingin terus membuat kejutan, walau untuk bicara lolos ke final jelas masih sangat berat," urai Barnadi, Sekretaris Umum Persik Kediri.
Walau sebagai tuan rumah di fase grup atau Zona Jawa 3, sebenarnya Persik Kediri bukanlah favorit. Publik lebih melihat Persebaya ISL sebagai tim terbaik di grup tersebut karena materi pemain berlabel bintang. Tapi nyatanya justru Persik yang bisa lolos ke babak berikutnya dan mengalahkan Persebaya 1-0 di laga pemungkas.
Situasi itu juga unik karena pemain Persik belum mendapatkan kontrak dari manajemen. "Soal kontrak, kami akan membahas secepatnya. Targetnya bulan ini (Januari) sudah ada tandatangan kontrak dengan para pemain yang direkomendasikan pelatih," sebut Barnadi.
Sementara, dari sisi persiapan tim, pelatih Aris Budi Sulistyo menganggap organisasi timnya sudah terjalin dengan cukup baik. Kerjasama amtara pemain lama dengan skuad baru sudah menunjukkan peningkatan drastis dibanding Desember 2013 silam saat mengikuti East Java Tournament.
"Jika melihat penampilan pemain, memang ada perkembangan signifikan. Tapi masih ada aspek-aspek yang perlu diperbaiki, salah satunya kondisi fisik yang belum mapan. Semoga tiga pertandingan di babak delapan besar akan memberikan efek positif pada tim," jelas Aris Budi.
Sebenarnya keterlibatan Persik di babak delapan besar IIC ini agak di luar rencana. Sebab Aris sendiri mengira timnya menyudahi turnamen hingga fase grup saja, kemudian fokus pada persiapan tim jelang Indonesia Super League (ISL). Dengan kondisi sekarang, Persik tak banyak waktu untuk melakukan pembenahan.
"Tapi saya ambil sisi positifnya, bahwa menghadapi Mitra Kukar, Persiram Raja Ampat dan Persib Bandung atau Pelita Bandung Raya menjadi ujian bagus bagi mental pemain. Apalagi pertandingan digelar di luar kandang dan tentunya berbeda dengan saat kami menjadi tuan rumah di Stadion Brawijaya," ulas pelatih asal Solo.
Soal kontestan di babak delapan besar Grup B yang dipusatkan di Solo, berdasar analisa Aris, kemampuan mereka berada dalam satu level. Malah Persik menjadi satu-satunya tim yang berstatus promosi, selain Perseru Serui yang juga lolos ke fase ini namun berada di Grup A (Stadion Kanjuruhan).
Sesuai jadwal, Persik bakal mengawali pertarungan pada Minggu (19/1) kontra Mitra Kukar, dilanjut sehari kemudian menghadapi Persiram Raja Ampat. Laga terakhir dihelat pada 22 Januari yang mempertemukan Persik Kediri dengan pemenang antara Persib Bandung dan Pelita Bandung Raya yang belum bertanding hingga berita ini dirilis.
(aww)