Hujan kartu, Djanur geram dengan kepemimpinan wasit
Senin, 20 Januari 2014 - 14:12 WIB
Hujan kartu, Djanur geram dengan kepemimpinan wasit
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurjaman, geram dengan kepemimpinan wasit Hendri Kristanto dalam laga melawan Persiram Raja Ampat pada babak 8 Besar Inter Island Cup (IIC) 2014 di Stadion Manahan Solo, kemarin (19/1/2014).
Pada pertandingan yang berakhir imbang tanpa gol ini wasit mengeluarkan lima kartu kuning. Masing-masing tiga untuk pemain Persib dan dua untuk Persiram.
Bagi Maung Bandung, kartu kuning yang diberikan memperburuk kondisi tim yang minim pemain. Vladimir Vujovic, Ahmad Juprianto dan Ferdinand Sinaga yang mendapatkan kartu tidak bisa bermain pada laga selanjutnya melawan Mitra Kukar.
Tidak puas, Djadjang menghampiri wasit sesaat setelah pertandingan. Meski sempat dihadang sejumlah petugas keamanan, namun pelatih yang sudah kadung kesal ini tetap berusaha mendekati sang pengadil lapangan untuk meminta penjelasan.
Saking kesalnya, baru kali ini pelatih yang akrab disapa Djanur ini sampai mendatangi wasit. "Iya tadi saya berusaha berdiskusi dengan wasit mengapa sampai keluar kartu kuning. Banyak keputusan tidak perlu," kata dia seusai pertandingan.
Mantan arsitek Pelita Jaya ini mencontohkan kartu kuning yang diberikan kepada Vladimir. Padahal tidak ada yang salah pada kejadian itu. Bek jangkung asal Montenegro itu, kata Djanur, hanya mengambil bola.
"Tidak ada masalah dengan Vladimir, dia hanya mengambil bola dan posisinya pun fifty-fifty. Oke kalau memang pelanggaran tapi hukum saja dengan free kick, tidak usah kartu karena itu berlebihan," ungkap dia.
Lebih jauh dia menduga ada praktek kotor dengan wasit. Ada oknum yang sudah mengincar beberapa pemain. Sehingga kartu diberikan agar pemain tidak bisa tampil di pertandingan berikutnya.
"Entah bagaimana, sepertinya (wasit) tahu siapa yang sudah mendapatkan kartu sebelumnya. Saya takutnya ada titipan. Karena di depan mata saya kalau pemain lawan mengambil kaki dari belakang tidak pelanggaran tapi kita ngambil bola dikasih kartu," beber dia.
Disinggung mengenai protes ke PT Liga Indonesia, Djanur mengatakan tidak akan melakukannya. Seperti yang sempat dilakukan sebelumnya, protes tidak akan menyelesaikan masalah. "Tidak akan protes, kita akan fokus bermain. Semua orang yang melihat tahu bagaimana di lapangan," kata dia.
Kepemimpinan wasit ini sempat membuat mental anak asuhnya turun. Bahkan beberapa kali Ferdinand Sinaga cs sempat tersulut emosi. Adu mulut antar pemain dari kedua tim tak pelak membuat pertandingan dihentikan beberapa saat.
"Anda bisa lihat dan nilai sendiri sebenarnya bagaimana permainan dan kepemimpinan di lapangan. Saya tidak akan berkomentar," singkat Ferdinand, sesaat setelah sebelum meninggalkan stadion.
Pada pertandingan yang berakhir imbang tanpa gol ini wasit mengeluarkan lima kartu kuning. Masing-masing tiga untuk pemain Persib dan dua untuk Persiram.
Bagi Maung Bandung, kartu kuning yang diberikan memperburuk kondisi tim yang minim pemain. Vladimir Vujovic, Ahmad Juprianto dan Ferdinand Sinaga yang mendapatkan kartu tidak bisa bermain pada laga selanjutnya melawan Mitra Kukar.
Tidak puas, Djadjang menghampiri wasit sesaat setelah pertandingan. Meski sempat dihadang sejumlah petugas keamanan, namun pelatih yang sudah kadung kesal ini tetap berusaha mendekati sang pengadil lapangan untuk meminta penjelasan.
Saking kesalnya, baru kali ini pelatih yang akrab disapa Djanur ini sampai mendatangi wasit. "Iya tadi saya berusaha berdiskusi dengan wasit mengapa sampai keluar kartu kuning. Banyak keputusan tidak perlu," kata dia seusai pertandingan.
Mantan arsitek Pelita Jaya ini mencontohkan kartu kuning yang diberikan kepada Vladimir. Padahal tidak ada yang salah pada kejadian itu. Bek jangkung asal Montenegro itu, kata Djanur, hanya mengambil bola.
"Tidak ada masalah dengan Vladimir, dia hanya mengambil bola dan posisinya pun fifty-fifty. Oke kalau memang pelanggaran tapi hukum saja dengan free kick, tidak usah kartu karena itu berlebihan," ungkap dia.
Lebih jauh dia menduga ada praktek kotor dengan wasit. Ada oknum yang sudah mengincar beberapa pemain. Sehingga kartu diberikan agar pemain tidak bisa tampil di pertandingan berikutnya.
"Entah bagaimana, sepertinya (wasit) tahu siapa yang sudah mendapatkan kartu sebelumnya. Saya takutnya ada titipan. Karena di depan mata saya kalau pemain lawan mengambil kaki dari belakang tidak pelanggaran tapi kita ngambil bola dikasih kartu," beber dia.
Disinggung mengenai protes ke PT Liga Indonesia, Djanur mengatakan tidak akan melakukannya. Seperti yang sempat dilakukan sebelumnya, protes tidak akan menyelesaikan masalah. "Tidak akan protes, kita akan fokus bermain. Semua orang yang melihat tahu bagaimana di lapangan," kata dia.
Kepemimpinan wasit ini sempat membuat mental anak asuhnya turun. Bahkan beberapa kali Ferdinand Sinaga cs sempat tersulut emosi. Adu mulut antar pemain dari kedua tim tak pelak membuat pertandingan dihentikan beberapa saat.
"Anda bisa lihat dan nilai sendiri sebenarnya bagaimana permainan dan kepemimpinan di lapangan. Saya tidak akan berkomentar," singkat Ferdinand, sesaat setelah sebelum meninggalkan stadion.
(nug)