Yakin ke final, Arema butuh banyak gol
Senin, 20 Januari 2014 - 23:02 WIB
Yakin ke final, Arema butuh banyak gol
A
A
A
Sindonews.com - Arema Cronous tiba-tiba menghadapi situasi rumit di babak delapan besar Inter Island Cup (IIC) 2014. Terperangkap di peringkat dua klasemen sementara Grup A, Arema diwajibkan menang atas Sriwijaya FC di laga terakhir pada Selasa (21/1) malam. Cukup? Ternyata belum.
Kemenangan alias tiga angka belum menjamin Singo Edan mulus melenggang ke partai puncak IIC tahun ini. Tuan rumah masih 'meminta bantuan' pada Perseru Serui agar bisa mengalahkan Barito Putra di laga lainnya. Barito masih memimpin klasemen dengan keunggulan surplus gol.
Belum lagi Arema harus berhitung pada kekuatan Sriwijaya FC yang baru saja membanjiri Perseru Serui dengan delapan gol tanpa balas. Mental Singo Edan benar-benar bakal diuji di laga terakhir Grup A ini. Sembari berdoa Perseru tidak lagi menjadi lumbung gol saat meladeni Barito Putra di laga sore harinya.
Pelatih Arema Cronous Suharno tak menampik situasi yang dihadapi timnya sangat tidak mudah. Arema harus berhitung dengan hasil pertandingan lain sekaligus kondisi fisik pemain yang kelelahan. Hingga berita ditulis, tiga pemain kondisinya masih dalam masa pemulihan.
"Dendi Santoso pemulihan cedera. Benny Wahyudi dan Purwaka Yudhi juga baru pulih dari sakit. Saya jelas berharap kebugaran pemain pulih saat menghadapi Sriwijaya FC. Hambatan terbesar Arema memang kelelahan," jelas Suharno, Senin (20/1) siang.
Soal kans ke final, dirinya masih yakin Arema bakal lolos. Posisi pertahanan menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih asal Klaten, Jawa Tengah. Hilangnya Benny Wahyudi dan Purwaka Yudhi terbukti tak bisa diantisipasi kala ditahan Barito Putra 2-2. Kuartet Victor Igbonefo, Thierry Gathuessy, Johan Alfarizi dan Munhar di pertahanan masih sangat rapuh.
Kemungkinan besar Arema bakal menurunkan komposisi yang sama saat lawan Sriwijaya FC. Satu-satunya opsi adalah memasukkan Gilang Ginarsa ke posisi fullback kanan dan mengembalikan Thierry Gathuessy sebagai centre back. Selain itu tak ada pilihan lain bagi Suharno untuk menyiasati pertahanannya.
Soal kekuatan Sriwijaya FC yang baru saja berpesta gol, Suharno tidak begitu terganggu. Menurutnya banyak faktor yang menyebabkan Laskar Wong Kito bisa menang besar, salah satunya rotasi yang berlebihan dari kubu Perseru Serui dengan mengganti sekitar delapan pemain utamanya.
"Saya tidak khawatir walau mereka baru menang besar. Arema terbukti selalu bisa menghadapi Sriwijaya FC dengan hasil bagus di Kanjuruhan. Kami harus fokus memenangkan pertandingan dulu, soal nanti lolos atau tidak itu bukan persoalan," terang eks pelatih yang memakai pola 4-3-3 di Arema.
Sementara, bagi Sriwijaya FC, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk membalas kekalahan 3-1 di East Java Tournament 2013 silam. Tim arahan Subangkit dalam kondisi bagus setelah menggilas Perseru Serui 8-0. Bisa menyingkirkan Arema dari turnamen IIC sudah menjadi pembalasan manis bagi tim Sumatera Selatan.
Sayang, di laga terakhir ini Sriwijaya FC tidak akan bisa diperkuat pemain terbaiknya Lancine Kone. Penyerang yang mencetak lima gol ke gawang Perseru Serui itu masih dalam perawatan di Rumah Sakit Hermina, Malang, karena cedera. Cedera itu buntut dari keputusan yang terlalu memaksa bermain.
Perkiraan Pemain:
Arema Cronous (4-3-3):
Kurnia Meiga (gk), Gilang Ginarsa, Thierry Gathuessy, Victor Igbonefo, Johan Alfarizi; Ahmad Bustomi, Gustavo Lopez, Juan Revi; Samsul Arif, Beto Goncalves, Christian Gonzales.
Sriwijaya FC (4-5-1):
Fauzi Toldo (GK); Diogo Santos, Firdaus Ramadhan, Abdoulaye Maiga, Jeki Arisandi; Asri Akbar, Hapit Ibrahim, Anis Nabar, Siswanto, Vendry Mofu; Alan Martha.
Kemenangan alias tiga angka belum menjamin Singo Edan mulus melenggang ke partai puncak IIC tahun ini. Tuan rumah masih 'meminta bantuan' pada Perseru Serui agar bisa mengalahkan Barito Putra di laga lainnya. Barito masih memimpin klasemen dengan keunggulan surplus gol.
Belum lagi Arema harus berhitung pada kekuatan Sriwijaya FC yang baru saja membanjiri Perseru Serui dengan delapan gol tanpa balas. Mental Singo Edan benar-benar bakal diuji di laga terakhir Grup A ini. Sembari berdoa Perseru tidak lagi menjadi lumbung gol saat meladeni Barito Putra di laga sore harinya.
Pelatih Arema Cronous Suharno tak menampik situasi yang dihadapi timnya sangat tidak mudah. Arema harus berhitung dengan hasil pertandingan lain sekaligus kondisi fisik pemain yang kelelahan. Hingga berita ditulis, tiga pemain kondisinya masih dalam masa pemulihan.
"Dendi Santoso pemulihan cedera. Benny Wahyudi dan Purwaka Yudhi juga baru pulih dari sakit. Saya jelas berharap kebugaran pemain pulih saat menghadapi Sriwijaya FC. Hambatan terbesar Arema memang kelelahan," jelas Suharno, Senin (20/1) siang.
Soal kans ke final, dirinya masih yakin Arema bakal lolos. Posisi pertahanan menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih asal Klaten, Jawa Tengah. Hilangnya Benny Wahyudi dan Purwaka Yudhi terbukti tak bisa diantisipasi kala ditahan Barito Putra 2-2. Kuartet Victor Igbonefo, Thierry Gathuessy, Johan Alfarizi dan Munhar di pertahanan masih sangat rapuh.
Kemungkinan besar Arema bakal menurunkan komposisi yang sama saat lawan Sriwijaya FC. Satu-satunya opsi adalah memasukkan Gilang Ginarsa ke posisi fullback kanan dan mengembalikan Thierry Gathuessy sebagai centre back. Selain itu tak ada pilihan lain bagi Suharno untuk menyiasati pertahanannya.
Soal kekuatan Sriwijaya FC yang baru saja berpesta gol, Suharno tidak begitu terganggu. Menurutnya banyak faktor yang menyebabkan Laskar Wong Kito bisa menang besar, salah satunya rotasi yang berlebihan dari kubu Perseru Serui dengan mengganti sekitar delapan pemain utamanya.
"Saya tidak khawatir walau mereka baru menang besar. Arema terbukti selalu bisa menghadapi Sriwijaya FC dengan hasil bagus di Kanjuruhan. Kami harus fokus memenangkan pertandingan dulu, soal nanti lolos atau tidak itu bukan persoalan," terang eks pelatih yang memakai pola 4-3-3 di Arema.
Sementara, bagi Sriwijaya FC, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk membalas kekalahan 3-1 di East Java Tournament 2013 silam. Tim arahan Subangkit dalam kondisi bagus setelah menggilas Perseru Serui 8-0. Bisa menyingkirkan Arema dari turnamen IIC sudah menjadi pembalasan manis bagi tim Sumatera Selatan.
Sayang, di laga terakhir ini Sriwijaya FC tidak akan bisa diperkuat pemain terbaiknya Lancine Kone. Penyerang yang mencetak lima gol ke gawang Perseru Serui itu masih dalam perawatan di Rumah Sakit Hermina, Malang, karena cedera. Cedera itu buntut dari keputusan yang terlalu memaksa bermain.
Perkiraan Pemain:
Arema Cronous (4-3-3):
Kurnia Meiga (gk), Gilang Ginarsa, Thierry Gathuessy, Victor Igbonefo, Johan Alfarizi; Ahmad Bustomi, Gustavo Lopez, Juan Revi; Samsul Arif, Beto Goncalves, Christian Gonzales.
Sriwijaya FC (4-5-1):
Fauzi Toldo (GK); Diogo Santos, Firdaus Ramadhan, Abdoulaye Maiga, Jeki Arisandi; Asri Akbar, Hapit Ibrahim, Anis Nabar, Siswanto, Vendry Mofu; Alan Martha.
(aww)