Penggawa Sriwijaya FC tumbal jadwal ketat
Kamis, 23 Januari 2014 - 13:00 WIB
Penggawa Sriwijaya FC tumbal jadwal ketat
A
A
A
Sindonews.com - Jadwal pertandingan Inter Island Cup (IIC) 2014 yang ketat membuat sejumlah pemain bertumbangan. Sriwijaya FC harus kehilangan lima pemain inti dalam upaya mempertahankan gelar IIC 2014.
Setelah Maman Abdulrahman, Ahmad Sumardi, dan Lancine Kone lebih dulu menepi akibat cedera, dua pemain menyusul istirahat. Firdhaus Ramadhan dan Anis Nabar cedera saat melawan Arema Cronous pada pertandingan terakhir babak delapan besar Grup A.
Eks pemain Persita Tangerang tersebut terkena cedera di bagian tumit dan harus ditarik keluar di menit 50 babak kedua. ''Sebelum pertandingan memang sebenarnya kondisi saya tidak terlalu baik dan harus dikompres beberapa kali,” ujarnya usai pertandingan.
Sepanjang pertandingan melawan Arema, Firdaus bersama duetnya di jantung pertahanan SFC, Abdoulaiye Maiga memang cukup mampu meredam duet penyerang, Cristian Gonzales dan Syamsul Arif. ''Cedera tersebut karena saya salah mendarat, rasanya cukup nyeri dan akhirnya saya meminta untuk langsung diganti,” jelas Firdaus.
Menurutnya, dengan sisa waktu yang hanya berkisar 10 hari jelang laga perdana SFC di ISL, dirinya berharap dapat secepatnya pulih. ''Saya pikir waktu yang ada cukup untuk recovery, namun memang saya harus beristirahat untuk beberapa hari. Tapi saya yakin bisa turun di laga pertama SFC melawan Persib (2/2) nanti,” tambahnya.
Tak urung kondisi ini membuat Pelatih Subangkit merasa kecewa lantaran timnya `babak belur` selama mengikuti IIC. Arsitek asal Pasuruan, Jawa Timur ini memang sejak awal sudah mengeluhkan dan mempertanyakan jadwal IIC 2014.
Sebab, baik di babak penyisihan maupun delapan besar setiap tim hanya memiliki waktu recovery yang minim dan harus bertanding dua sampai tiga kali dalam sepekan. Kondisi inilah yang diakuinya telah memengaruhi kondisi fisik pemain. Meski demikian, Subangkit mencoba untuk bijaksana. Dia menolak kalau Laskar Wong Kito disebut sebagai salah satu tim korban padatnya jadwal.
"Saya rasa kalau kita disebut korban padatnya jadwal, saya rasa tidak juga. Bukan hanya SFC saja yang harus melakoni padatnya jadwal tetapi semua tim juga merasakannya," ujarnya.
Sebelumnya selain kelima pemain itu, SFC sebelumnya sudah lebih dulu kehilangan M Hamzah dan Erol Iba dalam masa persiapan menghadapi IIC. Ditambah lagi dengan Rivan Nahumarury, yang terkena cedera hamstring satu hari menjelang pertandingan leg kedua melawan Semen Padang.
Khawatir kondisinya bertambah parah, ketiganya lantas tidak dibawa ke Malang dan ditinggal di Palembang karena cedera. Rivan sendiri yang dibincangi mengaku kondisinya saat ini sudah lebih baik meski belum pulih 100%, dia berharap saat kompetisi ISL dimulai nanti kondisinya sudap siap untuk bermain.
''Kondisi saya sudah lebih baik, mudah-mudahan sebelum melawan Persib di pertandingan pertama ISL kondisi saya sudah pulih total. Persoalan akan diturunkan atau tidak semua saya serahkan kepada pelatih,”pungkasnya.
Setelah Maman Abdulrahman, Ahmad Sumardi, dan Lancine Kone lebih dulu menepi akibat cedera, dua pemain menyusul istirahat. Firdhaus Ramadhan dan Anis Nabar cedera saat melawan Arema Cronous pada pertandingan terakhir babak delapan besar Grup A.
Eks pemain Persita Tangerang tersebut terkena cedera di bagian tumit dan harus ditarik keluar di menit 50 babak kedua. ''Sebelum pertandingan memang sebenarnya kondisi saya tidak terlalu baik dan harus dikompres beberapa kali,” ujarnya usai pertandingan.
Sepanjang pertandingan melawan Arema, Firdaus bersama duetnya di jantung pertahanan SFC, Abdoulaiye Maiga memang cukup mampu meredam duet penyerang, Cristian Gonzales dan Syamsul Arif. ''Cedera tersebut karena saya salah mendarat, rasanya cukup nyeri dan akhirnya saya meminta untuk langsung diganti,” jelas Firdaus.
Menurutnya, dengan sisa waktu yang hanya berkisar 10 hari jelang laga perdana SFC di ISL, dirinya berharap dapat secepatnya pulih. ''Saya pikir waktu yang ada cukup untuk recovery, namun memang saya harus beristirahat untuk beberapa hari. Tapi saya yakin bisa turun di laga pertama SFC melawan Persib (2/2) nanti,” tambahnya.
Tak urung kondisi ini membuat Pelatih Subangkit merasa kecewa lantaran timnya `babak belur` selama mengikuti IIC. Arsitek asal Pasuruan, Jawa Timur ini memang sejak awal sudah mengeluhkan dan mempertanyakan jadwal IIC 2014.
Sebab, baik di babak penyisihan maupun delapan besar setiap tim hanya memiliki waktu recovery yang minim dan harus bertanding dua sampai tiga kali dalam sepekan. Kondisi inilah yang diakuinya telah memengaruhi kondisi fisik pemain. Meski demikian, Subangkit mencoba untuk bijaksana. Dia menolak kalau Laskar Wong Kito disebut sebagai salah satu tim korban padatnya jadwal.
"Saya rasa kalau kita disebut korban padatnya jadwal, saya rasa tidak juga. Bukan hanya SFC saja yang harus melakoni padatnya jadwal tetapi semua tim juga merasakannya," ujarnya.
Sebelumnya selain kelima pemain itu, SFC sebelumnya sudah lebih dulu kehilangan M Hamzah dan Erol Iba dalam masa persiapan menghadapi IIC. Ditambah lagi dengan Rivan Nahumarury, yang terkena cedera hamstring satu hari menjelang pertandingan leg kedua melawan Semen Padang.
Khawatir kondisinya bertambah parah, ketiganya lantas tidak dibawa ke Malang dan ditinggal di Palembang karena cedera. Rivan sendiri yang dibincangi mengaku kondisinya saat ini sudah lebih baik meski belum pulih 100%, dia berharap saat kompetisi ISL dimulai nanti kondisinya sudap siap untuk bermain.
''Kondisi saya sudah lebih baik, mudah-mudahan sebelum melawan Persib di pertandingan pertama ISL kondisi saya sudah pulih total. Persoalan akan diturunkan atau tidak semua saya serahkan kepada pelatih,”pungkasnya.
(aww)