Nadal klaim hanya ingin hibur penonton

Minggu, 26 Januari 2014 - 19:51 WIB
Nadal klaim hanya ingin...
Nadal klaim hanya ingin hibur penonton
A A A
Sindonews.com - Sulit bagi siapa pun bisa memprediksi siapa yang bakal keluar sebagai pemenang di setiap turnamen. Hal itu yang kini sedang dihadapi Rafael Nadal. Walau petenis terbaik dunia itu lebih diunggulkan ketimbang Stanislas Wawrinka sebelum pertandingan final Australia Terbuka 2014 berlangsung. Namun semuanya seakan tenggelam begitu saja, ketika masalah cedera kembali menghantui Nadal sepanjang pertandingan.

Nadal awalnya tidak mengalami masalah apapun selama pertandingan final ini. Ia bahkan terlihat berambisi untuk merebut trofi juara Grand Slam ke-14, meski pada saat itu dia kehilangan set pertama dari Wawrinka dengan skor 3-6.

Memasuki set kedua, tubuh Nadal mulai terlihat kaku dalam mengembalikan bola. Akhirnya ia meminta wasit memberikan sedikit waktu untuk tim medis (fisioterapi) memeriksa keadaan punggungnya.

"Saya hanya mencoba mendapatkan informasi mengenai masalah ini, karenanya saya meminta fisio memeriksa keadaan saya. Terus terang, saat itu saya merasa khawatir tentang kondisi saya dan fisio mulai memberikan pengobatan di bagian punggung saya. Selama mendapatkan perawatan saya hanya berpikir bahwa mustahil menghentikan pertandingan ini. Jadi saya memutuskan kembali ke lapangan dan berjuang keras," tutur Nadal dikutip situs resmi Australia Terbuka, Minggu (26/1).

Ketika ditanya apakah saat mendapatkan perawatan Nadal sempat berpikir mundur dari pertandingan final Grand Slam pertama tahun ini. Ia menjawab tidak.

"Itu bukan situasi yang mudah bagi saya untuk berada di lapangan seperti ini, tapi saya berusaha keras sampai akhir. Bahkan berusaha menyelesaikan pertandingan sebaik yang saya bisa. Itu dilakukan hanya untuk memberikan hiburan yang menyenangkan bagi penonton, lawan, dan saya pribadi. Jadi itulah yang saya lakukan: mencoba segalanya sampai saat akhir, tetapi Anda perlu melihat bahwa tidak mungkin bagi saya bisa menang dengan keadaan seperti ini. Sebab lawan terlalu baik," tutup petenis kelahiran Manacor, Spanyol, 27 tahun lalu.
(irc)
Berita Terkini
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik
3 menit yang lalu
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
2 jam yang lalu
Ketum PSOI Pandu Sjahrir...
Ketum PSOI Pandu Sjahrir Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Anggaran Pelatnas Multiyears
3 jam yang lalu
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
4 jam yang lalu
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
5 jam yang lalu
Jepang Pesta Gol, Tunisia...
Jepang Pesta Gol, Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Infografis
Trump Ingin Jadi Paus...
Trump Ingin Jadi Paus Berikutnya, Pimpin Gereja Katolik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved