Duo SFC dilepas ke Timnas U-23 dengan iringan doa keluarga
Selasa, 25 Februari 2014 - 01:15 WIB
Duo SFC dilepas ke Timnas U-23 dengan iringan doa keluarga
A
A
A
Sindonews.com - Iringan doa dari keluarga mengantar keberangkatan dua pemain muda Sriwijaya FC, Rizky Dwi Ramadhana dan Hapit Ibrahim, yang mengikuti Training Camp (TC) Tim Nasional U-23. Dua bintang muda Laskar Wong Kito itu akan terbang bergabung bersama Timnas U-23 di Yogyakarta, 24 Februari-7 Maret mendatang.
Eky, panggilan akrab Rizky Dwi Ramadhana, dan Hapit bersama 26 pemain lainnya akan menjalani seleksi awal yang akan dilaksanakan di Universitas Negeri Yogyakarta. Meski persaingan cukup berat, namun kedua pemain asli Palembang ini berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk menembus skuad inti Asian Games.
''Saya dengan Hapit sejak pagi tadi (Senin) sudah berangkat menuju Yogyakarta, tidak ada persiapan khusus. Hanya saja sebelum berangkat, keluarga menggelar acara yasinan di rumah, untuk mendoakan semoga proses seleksi bisa diikuti dengan lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal,”ungkap Eky saat dihubungi Koran Sindo Palembang.
Jebolan Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) ini mengakui, dukungan dan doa dari keluarga dan masyarakat Sumatera Selatan, telah menambah motivasi mereka untuk memberikan yang terbaik. Apalagi bagi dia, mereka berangtkat menuju Yogyakarta bukan hanya membawa nama pribadi, tapi juga daerah. ''Yang jelas, pesan dari orang tua jangan lupa sholat meskipun sepadat apapun jadwal latihan yang akan diikuti,”tambahnya top skor ISL U-21 musim lalu ini.
Mengenai persaingan ketat untuk mengisi lini depan, dengan beberapa pemain lainnya seperti Agung Supriyanto (Persija Jakarta), Fandi Ahmad (Perseba Super Bangkalan) dan Aldaier Makatindu (Putra Samarinda), Eky mengaku siap menunjukkan skill dan kualitas terbaiknya. Selebihnya, dia menyerahkan keputusan kepada pelatih.
Eky juga tidak mempermasalahkan, standar tinggi yang dipatok oleh pelatih Aji Santoso, untuk para pemain timnas U-23, termasuk salah satunya dalam hal VO2Max, minimal 55. Karena menurut dia, kekuatan fisik memang merupakan salah satu syarat mutlak dalam sepak bola. ''Namanya juga timnas, pasti pelatih menginginkan pemain terbaik. Insya Allah saya bisa tetap bertahan sampai tahapan seleksi selenjutnya,”harapnya.
Senada dengan Hapit Ibrahim yang dihubungi terpisah. Bagi dia, dukungan dan doa dari keluarga dan masyarakat Sumsel menjadikan dirinya makin termotivasi untuk memperlihatkan kualitas terbaiknya kepada pelatih.
Sedangkan mengenai persaingan ketat untuk memperebutkan posisi pemain tengah, Hapit mengaku tida terlalu memikirkannya. Bagi dia, yang penting usaha terlebih dahulu, persoalan dirinya bisa masih tim utama atau tidak itu urusan nanti.
''Yang penting berusaha dulu, kalau mau masuk tim utama mungkin berat karena persaingannya sangat ketat dan pemain diposisi gelandang yang dipanggil cukup banyak. Bagi saya, yang terpenting bisa masuk dalam jajaran tim saja sudah cukup, meskipun hanya sebatas pelapis,”ujarnya.
Ya, untuk posisi pemain tengah, Badan Tim Nasional (BTN) telah memanggil 11 orang sebagai calon pemain. Dilihat dari banyaknya pemain yang dipanggil, maka Hapit harus berusaha ektrakeras jika ingin masuk dalam jajaran pemain inti.
Manajer SFC, Robert Heri merasa bangga dengan adanya beberapa pemain SFC yang masuk daftar skuad timnas Indonesia. Mulai dari Ichsan Kurniawan (Timnas U-19), Rizki Dwi Ramadhana dan Hafit Ibrahim (Timnas U-23). ''Tentu sangat bangga ada pemain lokal SFC (Sumsel) yang dipanggil ke timnas. Karena selama ini belum pernah terjadi ada pemain Sumsel di SFC yang masuk timnas,” kata Robert.
Pemain Seleksi Timnas U-23:
Rizky Dwi Ramadhana, Hapit Ibrahim (Sriwijaya FC), Novri Setiawan (Persebaya Surabaya), Rizky Ahmad Sanjaya Pellu (Pelita Bandung Raya), Rasyid Assyahid Bakri (PSM Makassar), Loudry Meilana Setiawan (Putra Samarinda), Yulianto (PSS Sleman), Fandi Eko Utomo (Persebaya Surabaya), Tonny Roy Ayomi (Perseru Serui), Dave Mustain (Persekap Pasuruan), Bayu Gatra Sanggiawan (Putra Samarinda), Rizki Ramdani Lestaluhu (Persija Jakarta) dan Hendra Adi Bayauw (Semen Padang FC).
Eky, panggilan akrab Rizky Dwi Ramadhana, dan Hapit bersama 26 pemain lainnya akan menjalani seleksi awal yang akan dilaksanakan di Universitas Negeri Yogyakarta. Meski persaingan cukup berat, namun kedua pemain asli Palembang ini berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk menembus skuad inti Asian Games.
''Saya dengan Hapit sejak pagi tadi (Senin) sudah berangkat menuju Yogyakarta, tidak ada persiapan khusus. Hanya saja sebelum berangkat, keluarga menggelar acara yasinan di rumah, untuk mendoakan semoga proses seleksi bisa diikuti dengan lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal,”ungkap Eky saat dihubungi Koran Sindo Palembang.
Jebolan Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) ini mengakui, dukungan dan doa dari keluarga dan masyarakat Sumatera Selatan, telah menambah motivasi mereka untuk memberikan yang terbaik. Apalagi bagi dia, mereka berangtkat menuju Yogyakarta bukan hanya membawa nama pribadi, tapi juga daerah. ''Yang jelas, pesan dari orang tua jangan lupa sholat meskipun sepadat apapun jadwal latihan yang akan diikuti,”tambahnya top skor ISL U-21 musim lalu ini.
Mengenai persaingan ketat untuk mengisi lini depan, dengan beberapa pemain lainnya seperti Agung Supriyanto (Persija Jakarta), Fandi Ahmad (Perseba Super Bangkalan) dan Aldaier Makatindu (Putra Samarinda), Eky mengaku siap menunjukkan skill dan kualitas terbaiknya. Selebihnya, dia menyerahkan keputusan kepada pelatih.
Eky juga tidak mempermasalahkan, standar tinggi yang dipatok oleh pelatih Aji Santoso, untuk para pemain timnas U-23, termasuk salah satunya dalam hal VO2Max, minimal 55. Karena menurut dia, kekuatan fisik memang merupakan salah satu syarat mutlak dalam sepak bola. ''Namanya juga timnas, pasti pelatih menginginkan pemain terbaik. Insya Allah saya bisa tetap bertahan sampai tahapan seleksi selenjutnya,”harapnya.
Senada dengan Hapit Ibrahim yang dihubungi terpisah. Bagi dia, dukungan dan doa dari keluarga dan masyarakat Sumsel menjadikan dirinya makin termotivasi untuk memperlihatkan kualitas terbaiknya kepada pelatih.
Sedangkan mengenai persaingan ketat untuk memperebutkan posisi pemain tengah, Hapit mengaku tida terlalu memikirkannya. Bagi dia, yang penting usaha terlebih dahulu, persoalan dirinya bisa masih tim utama atau tidak itu urusan nanti.
''Yang penting berusaha dulu, kalau mau masuk tim utama mungkin berat karena persaingannya sangat ketat dan pemain diposisi gelandang yang dipanggil cukup banyak. Bagi saya, yang terpenting bisa masuk dalam jajaran tim saja sudah cukup, meskipun hanya sebatas pelapis,”ujarnya.
Ya, untuk posisi pemain tengah, Badan Tim Nasional (BTN) telah memanggil 11 orang sebagai calon pemain. Dilihat dari banyaknya pemain yang dipanggil, maka Hapit harus berusaha ektrakeras jika ingin masuk dalam jajaran pemain inti.
Manajer SFC, Robert Heri merasa bangga dengan adanya beberapa pemain SFC yang masuk daftar skuad timnas Indonesia. Mulai dari Ichsan Kurniawan (Timnas U-19), Rizki Dwi Ramadhana dan Hafit Ibrahim (Timnas U-23). ''Tentu sangat bangga ada pemain lokal SFC (Sumsel) yang dipanggil ke timnas. Karena selama ini belum pernah terjadi ada pemain Sumsel di SFC yang masuk timnas,” kata Robert.
Pemain Seleksi Timnas U-23:
Rizky Dwi Ramadhana, Hapit Ibrahim (Sriwijaya FC), Novri Setiawan (Persebaya Surabaya), Rizky Ahmad Sanjaya Pellu (Pelita Bandung Raya), Rasyid Assyahid Bakri (PSM Makassar), Loudry Meilana Setiawan (Putra Samarinda), Yulianto (PSS Sleman), Fandi Eko Utomo (Persebaya Surabaya), Tonny Roy Ayomi (Perseru Serui), Dave Mustain (Persekap Pasuruan), Bayu Gatra Sanggiawan (Putra Samarinda), Rizki Ramdani Lestaluhu (Persija Jakarta) dan Hendra Adi Bayauw (Semen Padang FC).
(aww)