PSIS ekstrawaspada membeli pemain asing
Selasa, 04 Maret 2014 - 17:01 WIB
PSIS ekstrawaspada membeli pemain asing
A
A
A
Sindonews.com - PSIS Semarang tidak akan terburu-buru dalam menggaet pemain asing. Satu legiun asing yang dibutuhkan saat ini, yakni di barisan tengah, akan dicari lebih selektif, mengingat jeda waktu kompetisi masih cukup lama.
Berdasarkan keputusan managers meeting di Surabaya beberapa waktu lalu, PSSI menjadwalkan kick-off Divisi Utama akan dilaksanakan pada pertengahan April 2014. Pengurus memang dituntut jeli, agar tidak membeli kucing dalam karung. Ini tak lepas dari pemain yang melamar ke PSIS ini sebagian besar adalah muka-muka baru di Liga Indonesia.
Terbaru, Alain Nabien, dari Bukina Faso Afrika. Sebelumnya Mahesa Jenar juga sudah mendepak Juan Emmanuel Acuna (Paraguay) dan Dembele Makan (Mali). Kualitasnya, masih jauh dari harapan. Acuna tidak bisa tampil ngotot dan fight sama seperti yang diperlihatkan oleh Dembele Makan.
Keduanya merupakan pendatang baru di Indonesia. Karena itu, pengurus tidak hanya berhenti memburu pemain asing. Pemain yang ada akan dilihat kemampuannya sembari melihat pemain asing lain yang akan ikut seleksi.
''Jadi tidak buru-buru. Misal akan ada pemain asing yang datang akan kita bandingkan dengan sebelumnya. Jika memang kurang maksimal, yang lama dipulangkan dan diseleksi yang baru. Saya belum tahu siapa pemain asing yang datang lagi karena yang tahu manajer,” kata pelatih PSIS Semarang Eko Riyadi.
Sementara itu, penyerang asing asal Burkina Faso, Alain Nabien, sangat kedodoran mengikuti sesi latihan di Stadion Jatidiri Semarang. Hari pertama mengikuti seleksi pada Senin (3/3) pagi dan sore lalu, pemain berusia 29 tahun itu terlihat kelelahan.
Menu latihan sore lalu adalah game kucing-kucingan di tengah lapangan, yang dibagi menjadi tiga kelompok besar. Setelah mendengar aba-abat peluit dibunyikan, mereka harus berlari ke gawang dan kembali ke tengah lagi. Begitu seterusnya sampai berkali-kali.
Alain yang mengaku sebelumnya memperkuat tim Divisi I DHJ di Maroko itu beberapa kali terlihat jongkok dan kalah dalam adu sprint dengan pemain PSIS yang lain. Eko menuturkan, pihaknya belum bisa menilai Alain secara utuh, karena dia datangke Semarang menggunakan kereta api. Jadi, alasan mengeluh karena lelah itu juga bisa dimaklumi. “Akan terus kami pantau lagi,” katanya.
Manajer PSIS Semarang Wahyu Winarto juga heran kenapa striker asal Afrika tersebut terlihat begitu mudah capek. Pihaknya belum akan menindaklanjuti apakah akan mendepak atau merekrut sebelum ada rekomendasi pelatih. ''Biasanya kalau memang tidak dibutuhkan, saya langsung telepon agen,” ucapnya.
Berdasarkan keputusan managers meeting di Surabaya beberapa waktu lalu, PSSI menjadwalkan kick-off Divisi Utama akan dilaksanakan pada pertengahan April 2014. Pengurus memang dituntut jeli, agar tidak membeli kucing dalam karung. Ini tak lepas dari pemain yang melamar ke PSIS ini sebagian besar adalah muka-muka baru di Liga Indonesia.
Terbaru, Alain Nabien, dari Bukina Faso Afrika. Sebelumnya Mahesa Jenar juga sudah mendepak Juan Emmanuel Acuna (Paraguay) dan Dembele Makan (Mali). Kualitasnya, masih jauh dari harapan. Acuna tidak bisa tampil ngotot dan fight sama seperti yang diperlihatkan oleh Dembele Makan.
Keduanya merupakan pendatang baru di Indonesia. Karena itu, pengurus tidak hanya berhenti memburu pemain asing. Pemain yang ada akan dilihat kemampuannya sembari melihat pemain asing lain yang akan ikut seleksi.
''Jadi tidak buru-buru. Misal akan ada pemain asing yang datang akan kita bandingkan dengan sebelumnya. Jika memang kurang maksimal, yang lama dipulangkan dan diseleksi yang baru. Saya belum tahu siapa pemain asing yang datang lagi karena yang tahu manajer,” kata pelatih PSIS Semarang Eko Riyadi.
Sementara itu, penyerang asing asal Burkina Faso, Alain Nabien, sangat kedodoran mengikuti sesi latihan di Stadion Jatidiri Semarang. Hari pertama mengikuti seleksi pada Senin (3/3) pagi dan sore lalu, pemain berusia 29 tahun itu terlihat kelelahan.
Menu latihan sore lalu adalah game kucing-kucingan di tengah lapangan, yang dibagi menjadi tiga kelompok besar. Setelah mendengar aba-abat peluit dibunyikan, mereka harus berlari ke gawang dan kembali ke tengah lagi. Begitu seterusnya sampai berkali-kali.
Alain yang mengaku sebelumnya memperkuat tim Divisi I DHJ di Maroko itu beberapa kali terlihat jongkok dan kalah dalam adu sprint dengan pemain PSIS yang lain. Eko menuturkan, pihaknya belum bisa menilai Alain secara utuh, karena dia datangke Semarang menggunakan kereta api. Jadi, alasan mengeluh karena lelah itu juga bisa dimaklumi. “Akan terus kami pantau lagi,” katanya.
Manajer PSIS Semarang Wahyu Winarto juga heran kenapa striker asal Afrika tersebut terlihat begitu mudah capek. Pihaknya belum akan menindaklanjuti apakah akan mendepak atau merekrut sebelum ada rekomendasi pelatih. ''Biasanya kalau memang tidak dibutuhkan, saya langsung telepon agen,” ucapnya.
(aww)