200 atlet tarung derajat show of force
Senin, 10 Maret 2014 - 18:29 WIB
200 atlet tarung derajat show of force
A
A
A
Sindonews.com - Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jatim terus menggeliat. Terbukti, sebanyak 200 atlet mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) di GOR Hayam Wuruk, Kodam V/Brawijaya, Surabaya.
Sebanyak dua ratus petarung yang mengikuti Latgab, termasuk anggota Polri dari unsur Brimob Polda Jatim dan Pusdiklat Polri Watukosek. Selebihnya, merupakan anggota Pengcab Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Kota/Kabupaten Malang, Batu, Kabupaten/Kota Kediri Jember, dan Banyuwangi. Sedangkan Pengcab Kabupaten Mojokerto, Gresik, Bojonegoro, dan Tulungagung absen.
Ketua Umum Kodrat Jatim Bambang Haryo mengatakan Latgab digelar digelar sebagai salah satu upaya menyatukan standar latihan di seluruh wilayah. "Sekaligus memberikan motivasi kepada pengcab agar terus melakukan pembinaan kepada atlet agar bisa menyukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V di Banyuwangi 2015," ujarnya.
Memang, dalam Porprov 2015, Tarung Derajat sudah resmi akan dipertandingkan dalam multieven paling bergengsi di Jatim itu. "Pada Porprov IV Madiun tarung derajat masuk ekshibisi dan untuk Porprov Banyuwangi sudah resmi dipertandingkan. Kita harapkan semua Pengcab benar-benar mengirimkan atlet yang handal," kata Bambang Haryo didampingi Ketua Umum Kodrat Banyuwangi Moch Dimyati.
Ditambahkan Bambang Haryo, saat ini Kodrat Jatim akan terus menggali bibit atlet dari daerah usai kebarhasilan memborong tiga emas, dua perak, dan tiga perunggu pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Presiden di Bandung, November lalu. Emas tersebut diraih oleh Maki Mubarok kelas 49,1-52 kg, Resmianty Amelia (45-1-50 kg) dan M Sobari ( 58,1-61 kg).
Disusul 2 medali perak dari Deni Buldani dan kelas seni gerak. Tiga perunggu masing-masing didulang dari Imam Wahyudi, Khairul Hidayat dan Heti. "Kami berharap prestasi itu bisa dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan pada Indonesia Open di Bali," katanya.
Sementara Ketua Umum Kodrat Banyuwangi, Moch Dimyati mengatakan, perkembangan olarhaga beladiri yang diciptakan oleh Achmad Dradjat tahun 1972 itu sudah mulai terlihat di Bumi Blambangan. Bahkan saat ini ia sudah memiliki atlet potensial yang akan diturunkan di Porprov.
"Olahraga ini termasuk baru di Banyuwangi dan kami terus melakukan sosialisasi ke sekolah. Hasilnya kita sudah bisa merekrut beberapa atlet. Kita juga memiliki pelatih yang sangat bagus yaitu Maki dan Nasir. Jadi kita semakin optimistis bisa meraih emas di Porprov mendatang," paparnya.
Jalannya Latgab yang baru pertama kali digelar berlangsung lancar. Sebanyak 200 atlet serius mengikuti arahan dari para pelatih Kodrat Jatim seperti Deny Buldani, Sobari, Maki Mubaroq, Imam Wahyudin, Dayat, dan Resmianty Amalia. Mereka dengan sabar memperbaiki beberapa kesalahan teknik dasar bertarung.
Sebanyak dua ratus petarung yang mengikuti Latgab, termasuk anggota Polri dari unsur Brimob Polda Jatim dan Pusdiklat Polri Watukosek. Selebihnya, merupakan anggota Pengcab Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Kota/Kabupaten Malang, Batu, Kabupaten/Kota Kediri Jember, dan Banyuwangi. Sedangkan Pengcab Kabupaten Mojokerto, Gresik, Bojonegoro, dan Tulungagung absen.
Ketua Umum Kodrat Jatim Bambang Haryo mengatakan Latgab digelar digelar sebagai salah satu upaya menyatukan standar latihan di seluruh wilayah. "Sekaligus memberikan motivasi kepada pengcab agar terus melakukan pembinaan kepada atlet agar bisa menyukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V di Banyuwangi 2015," ujarnya.
Memang, dalam Porprov 2015, Tarung Derajat sudah resmi akan dipertandingkan dalam multieven paling bergengsi di Jatim itu. "Pada Porprov IV Madiun tarung derajat masuk ekshibisi dan untuk Porprov Banyuwangi sudah resmi dipertandingkan. Kita harapkan semua Pengcab benar-benar mengirimkan atlet yang handal," kata Bambang Haryo didampingi Ketua Umum Kodrat Banyuwangi Moch Dimyati.
Ditambahkan Bambang Haryo, saat ini Kodrat Jatim akan terus menggali bibit atlet dari daerah usai kebarhasilan memborong tiga emas, dua perak, dan tiga perunggu pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Presiden di Bandung, November lalu. Emas tersebut diraih oleh Maki Mubarok kelas 49,1-52 kg, Resmianty Amelia (45-1-50 kg) dan M Sobari ( 58,1-61 kg).
Disusul 2 medali perak dari Deni Buldani dan kelas seni gerak. Tiga perunggu masing-masing didulang dari Imam Wahyudi, Khairul Hidayat dan Heti. "Kami berharap prestasi itu bisa dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan pada Indonesia Open di Bali," katanya.
Sementara Ketua Umum Kodrat Banyuwangi, Moch Dimyati mengatakan, perkembangan olarhaga beladiri yang diciptakan oleh Achmad Dradjat tahun 1972 itu sudah mulai terlihat di Bumi Blambangan. Bahkan saat ini ia sudah memiliki atlet potensial yang akan diturunkan di Porprov.
"Olahraga ini termasuk baru di Banyuwangi dan kami terus melakukan sosialisasi ke sekolah. Hasilnya kita sudah bisa merekrut beberapa atlet. Kita juga memiliki pelatih yang sangat bagus yaitu Maki dan Nasir. Jadi kita semakin optimistis bisa meraih emas di Porprov mendatang," paparnya.
Jalannya Latgab yang baru pertama kali digelar berlangsung lancar. Sebanyak 200 atlet serius mengikuti arahan dari para pelatih Kodrat Jatim seperti Deny Buldani, Sobari, Maki Mubaroq, Imam Wahyudin, Dayat, dan Resmianty Amalia. Mereka dengan sabar memperbaiki beberapa kesalahan teknik dasar bertarung.
(aww)