Pulang tangan hampa, Persepam laporkan wasit ke Liga
Selasa, 11 Maret 2014 - 15:05 WIB
Pulang tangan hampa, Persepam laporkan wasit ke Liga
A
A
A
Sindonews.com - Menelan kekalahan berat 3-0 di kandang Persela Lamongan menyisakan kekecewaan di kubu Persepam Madura United. Kekecewaan bukan hanya pada hasil laga yang membuat posisi mereka di klasemen wilayah timur melorot ke posisi sembilan.
Keluhan terbesar Sape Kerap adalah kualitas kepemimpinan wasit Bahrul Ulum yang memimpin pertandingan. Versi Persepam, kualitas sang pengadil dianggap rendah dan terkesan menguntungkan tuan rumah Persela Lamongan. Manajemen pun berencana melayangkan keluhan ke PT. Liga Indonesia.
"Kualitas wasit tidak bagus dan ada keputusan yang terlihat menguntungkan tuan rumah. Kami akan membuat keluhan ke PT. Liga Indonesia," ungkap Manajer Persepam Achsanul Qosasi tanpa menyebut rinci keputusan mana yang dianggap merugikan timnya.
Walau mengeluh kepemimpinan wasit, Achsanul menyampaikan tidak ada masalah dengan kekalahan 3-0 di Stadion Surajaya. Menurutnya Persepam bisa menerima kekalahan tersebut dan tidak begitu risau walau pulang ke Pulau Garam dengan tangan hampa.
"Saya tidak bicara hasil pertandingan. Ini hanya persoalan wasit. Kami ingin ada pembenahan kualitas agar pertandingan bisa berjalan seobjektif mungkin. Tapi bagaimana pun kepemimpinan wasit tetap berpengaruh pada mental tim," kata pria kelahiran Sumenep ini.
Hat-trick gelandang tengah Serdjan Lopicic mengubur impian Sape Kerap untuk melanjutkan episode positif di luar kandang. Datang ke Lamongan dengan penuh percaya diri, Persepam pulang dengan tertunduk setelah dihantam tiga gol tanpa balas.
"Persepam akan melayangkan nota protes ke PT Liga Indonesia dan meminta ada perhatian lebih terhadap kualitas wasit. Kami akan mengumpulkan data terkait hal itu. Semoga di kemudian hari wasit lebih cermat dalam membuat keputusan," tandasnya.
Sebelumnya, pada sesi konferensi pers seusai laga, Persepam sama sekali tak berbicara soal kepemimpinan wasit. Asisten Pelatih Persepam M Hadi hanya menyoroti mental pemain yang keburu runtuh setelah tuan rumah menciptakan gol kedua.
Kekalahan 3-0 menjadi pukulan berat bagi Persepam Madura United karena pekan ini juga mereka harus menghadapi laga berat kontra Persebaya Surabaya. Pada Jumat (14/3), Persepam bakal menjadi tuan rumah untuk laga tunda kontra tim tetangganya itu.
Pelatih Persepam Daniel Roekito dipaksa memompa motivasi pemainnya agar segera melupakan hasil di Lamongan. Bagaimanapun juga, pertandingan itu bukan pertarungan ringan kendati Persebaya baru tertahan di kandang Persiba Balikpapan.
Keluhan terbesar Sape Kerap adalah kualitas kepemimpinan wasit Bahrul Ulum yang memimpin pertandingan. Versi Persepam, kualitas sang pengadil dianggap rendah dan terkesan menguntungkan tuan rumah Persela Lamongan. Manajemen pun berencana melayangkan keluhan ke PT. Liga Indonesia.
"Kualitas wasit tidak bagus dan ada keputusan yang terlihat menguntungkan tuan rumah. Kami akan membuat keluhan ke PT. Liga Indonesia," ungkap Manajer Persepam Achsanul Qosasi tanpa menyebut rinci keputusan mana yang dianggap merugikan timnya.
Walau mengeluh kepemimpinan wasit, Achsanul menyampaikan tidak ada masalah dengan kekalahan 3-0 di Stadion Surajaya. Menurutnya Persepam bisa menerima kekalahan tersebut dan tidak begitu risau walau pulang ke Pulau Garam dengan tangan hampa.
"Saya tidak bicara hasil pertandingan. Ini hanya persoalan wasit. Kami ingin ada pembenahan kualitas agar pertandingan bisa berjalan seobjektif mungkin. Tapi bagaimana pun kepemimpinan wasit tetap berpengaruh pada mental tim," kata pria kelahiran Sumenep ini.
Hat-trick gelandang tengah Serdjan Lopicic mengubur impian Sape Kerap untuk melanjutkan episode positif di luar kandang. Datang ke Lamongan dengan penuh percaya diri, Persepam pulang dengan tertunduk setelah dihantam tiga gol tanpa balas.
"Persepam akan melayangkan nota protes ke PT Liga Indonesia dan meminta ada perhatian lebih terhadap kualitas wasit. Kami akan mengumpulkan data terkait hal itu. Semoga di kemudian hari wasit lebih cermat dalam membuat keputusan," tandasnya.
Sebelumnya, pada sesi konferensi pers seusai laga, Persepam sama sekali tak berbicara soal kepemimpinan wasit. Asisten Pelatih Persepam M Hadi hanya menyoroti mental pemain yang keburu runtuh setelah tuan rumah menciptakan gol kedua.
Kekalahan 3-0 menjadi pukulan berat bagi Persepam Madura United karena pekan ini juga mereka harus menghadapi laga berat kontra Persebaya Surabaya. Pada Jumat (14/3), Persepam bakal menjadi tuan rumah untuk laga tunda kontra tim tetangganya itu.
Pelatih Persepam Daniel Roekito dipaksa memompa motivasi pemainnya agar segera melupakan hasil di Lamongan. Bagaimanapun juga, pertandingan itu bukan pertarungan ringan kendati Persebaya baru tertahan di kandang Persiba Balikpapan.
(aww)