Striker anyar Persijap mengecewakan
Selasa, 11 Maret 2014 - 17:58 WIB
Striker anyar Persijap mengecewakan
A
A
A
Sindonews.com - Striker anyar Persijap Jepara, Han Dong Won, belum bisa menunjukkan performa terbaiknya. Pemain asal Korea Selatan yang sebelumnya memperkuat Anyang FC, di K League, atau setara Divisi Utama itu belum bisa solid dengan pemain lainnya.
Han sempat diturunkan menjadi starting eleven saat Laskar Kalinyamat menjamu Persik Kediri. Namun, posisinya kemudian digantikan oleh Ahmad Noviandani, yang berposisi sebagai gelandang serang saat babak pertama memasuki menit ke-27 karena di lini depan kurang berkembang.
Sama-sama pemain yang dikontrak dalam waktu cepat, Boy Jati Asmara mampu tampil impresif di sayap kanan. Penyerang yang sebelumnya memperkuat tim ISL Mitra Kukar itu baru digantikan pada babak kedua oleh Cornelis Kaimu.
Selama memperkuat Persijap, Boy Jati sudah menorehkan dua gol kala menghadapi uji coba dengan Persibat Batang. Adapun, Han Dong Won belum memberi kontribusi gol. Di lini tengah, Cucu Hidayat juga tampil maksimal. Mantan bomber Maung Bandung ini tampil sepanjang pertandingan dan mampu memberikan tekanan-tekanan melalui umpan-umpan lambung yang akurat.
Kendati belum bisa tampil menyatu dengan pemain lain, Pelatih Persijap Raja Isa menilai Han Dong Won tidak ada kendala terkait dengan tehnik, melainkan dengan kondisi cuaca di Indonesia. Pasalnya pemain tersebut baru kali pertama merumput di Indonesia.
''Untuk beradaptasi dengan cuaca kita, butuh waktu yang lama. Beliau terbiasa berada pada cuaca dingin,”ungkap Raja Isa.
Persijap tergolong berani. Baru bergabung latihan dan seleksi satu hari, Han Dong Won langsung dikontrak dan didaftarkan pada malam harinya ke PT. Liga Indonesia. Hal yang sama juga dilakukan pada Cucu Hidayat dan Boy Jati Asmara karena waktu itu pendaftaran pemain tim ISL ditutup pada 28 Februari 2014 pukul 00.00. Namun, Raja tidak terlalu risau dengan hal tersebut.
''Masih ada jeda cukup lama saat menghadapi Semen Padang. Nanti akan kami perbaiki,” jelas Raja Isa.
Dari sisi pengalaman Boy Jati Asmara lebih teruji daripada Dong Won, karena sudah memperkuat banyak klub di Indonesia terakhir di Mitra Kukar. Sebelumnya pemain kelahiran Bandung, 13 Januari 1983 ini membela Persitara Jakarta Utara, PSMS Medan dan Persib Bandung.
CEO PT. Jepara Raya Multitama, perusahaan pengelola Persijap Jepara M Said Basalamah mengaku kecewa dengan penampilan Han Dong Won. Apakah itu terkendala masalah kondisi cuaca, harusnya itu tidak menjadi soal.
''Kan sebenarnya sudah ada persiapan beberapa hari. Sebagai pemain profesional, harusnya sudah memberi kontribusi kepada tim,” ujarnya.
Han sempat diturunkan menjadi starting eleven saat Laskar Kalinyamat menjamu Persik Kediri. Namun, posisinya kemudian digantikan oleh Ahmad Noviandani, yang berposisi sebagai gelandang serang saat babak pertama memasuki menit ke-27 karena di lini depan kurang berkembang.
Sama-sama pemain yang dikontrak dalam waktu cepat, Boy Jati Asmara mampu tampil impresif di sayap kanan. Penyerang yang sebelumnya memperkuat tim ISL Mitra Kukar itu baru digantikan pada babak kedua oleh Cornelis Kaimu.
Selama memperkuat Persijap, Boy Jati sudah menorehkan dua gol kala menghadapi uji coba dengan Persibat Batang. Adapun, Han Dong Won belum memberi kontribusi gol. Di lini tengah, Cucu Hidayat juga tampil maksimal. Mantan bomber Maung Bandung ini tampil sepanjang pertandingan dan mampu memberikan tekanan-tekanan melalui umpan-umpan lambung yang akurat.
Kendati belum bisa tampil menyatu dengan pemain lain, Pelatih Persijap Raja Isa menilai Han Dong Won tidak ada kendala terkait dengan tehnik, melainkan dengan kondisi cuaca di Indonesia. Pasalnya pemain tersebut baru kali pertama merumput di Indonesia.
''Untuk beradaptasi dengan cuaca kita, butuh waktu yang lama. Beliau terbiasa berada pada cuaca dingin,”ungkap Raja Isa.
Persijap tergolong berani. Baru bergabung latihan dan seleksi satu hari, Han Dong Won langsung dikontrak dan didaftarkan pada malam harinya ke PT. Liga Indonesia. Hal yang sama juga dilakukan pada Cucu Hidayat dan Boy Jati Asmara karena waktu itu pendaftaran pemain tim ISL ditutup pada 28 Februari 2014 pukul 00.00. Namun, Raja tidak terlalu risau dengan hal tersebut.
''Masih ada jeda cukup lama saat menghadapi Semen Padang. Nanti akan kami perbaiki,” jelas Raja Isa.
Dari sisi pengalaman Boy Jati Asmara lebih teruji daripada Dong Won, karena sudah memperkuat banyak klub di Indonesia terakhir di Mitra Kukar. Sebelumnya pemain kelahiran Bandung, 13 Januari 1983 ini membela Persitara Jakarta Utara, PSMS Medan dan Persib Bandung.
CEO PT. Jepara Raya Multitama, perusahaan pengelola Persijap Jepara M Said Basalamah mengaku kecewa dengan penampilan Han Dong Won. Apakah itu terkendala masalah kondisi cuaca, harusnya itu tidak menjadi soal.
''Kan sebenarnya sudah ada persiapan beberapa hari. Sebagai pemain profesional, harusnya sudah memberi kontribusi kepada tim,” ujarnya.
(aww)