Bimbang gelar uji coba di kandang
Jum'at, 14 Maret 2014 - 14:25 WIB
Bimbang gelar uji coba di kandang
A
A
A
Sindonews.com – Manajemen PSIS Semarang dibuat pusing lantaran agenda ujicoba yang sudah disusun di kandang selama Maret terancam berantakan. PSIS mengagendakan uji coba dengan tim selevel di Divisi Utama, minimal 4 kali, dua di kandang dan dua tandang.
Sementara, uji coba baru dilakukan sekali dengan PSIR Rembang Jumat (7/3). Masih ada sisa tiga agenda uji coba lagi yakni pada 15 Maret (home), 22 Maret away dan 29 Maret home. Untuk pertandingan uji coba hari ini dengan Persiku Kudus, sudah dipastikan batal menyusul tidak keluarnya izin digelarnya pertandingan dari kepolisian menyusul agenda kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Tak pelak, manajemen harus menyusun jadwal ulang. Namun demikian, pengurus mengaku kesulitan untuk menjadwal lagi karena mulai Minggu, 16 Maret – 5 April 2014, merupakan tahapan jadwal kampanye Pemilu Legislatif (Pileg).
Manajemen sendiri sebenarnya sudah mengomunikasikan terkait rencana uji coba di Stadion Jatidiri Semarang dengan pihak kepolisian karena bertepatan dengan jadwal kampanye. Namun, pihak berwajib menginginkan agar pertandingan uji coba dilakukan tanpa penonton. Kondisi ini cukup merepotkan pengurus.
“Kan tahu sendiri, kita juga menyewa stadion, memberikan match fee kepada tim lawan dan membiayai hotel tim tamu. Kalau tanpa penonton, otomatis tidak ada pemasukan dari sektor tiket,” ujar asisten Manajer PSIS, Didik Septiyono, kemarin.
Atas dasar itu, saat ini masih terus dipertimbangkan untuk digelar uji coba secara tertutup. Namun demikian, hal ini tidak mudah mengingat banyak masyarakat yang tentu saja tidak ingin melewatkan tim kebanggaannya melakukan uji coba di rumah sendiri. Padahal kepolisian dengan tegas sudah melarang pertandingan boleh, asal tanpa penonton.
Menurut dia, saat ini Manajer PSIS Wahyu Winarto masih mengkaji opsi pertandingan uji coba tanpa penonton. Kendati, hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bisa saja pengurus rela tanpa penonton, tapi suporter juga belum tentu bersedia melewatkan pertandingan tersebut.
“Ketika tidak ada penonton, penonton pasti tetap datang, ini juga jadi masalah. Izin uji coba di home sangat sulit, tapi kalau pertandingan away, kita berani,” katanya.
Lebih jauh Didik menjelaskan, sebenarnya tim yang mengajak uji coba dengan PSIS di Stadion Jatidiri cukup banyak. Ada tim tetangga Persipur Purwodadi, PSDP Ciamis, dan Persikab Kabupaten Bandung. PSIS sudah tidak perlu lagi menjajal kekuatannya dengan tim lokal, karena itu sudah dilakukan beberapa kali.
“Kan tidak mungkin dengan tim lokal lagi. Sementara ini, besok (hari ini) terpaksa melakukan game dengan teman satu tim di Jatidiri, meski tidak akan optimal karena tentu masing-masing pemain bermain hati-hati karena lawan yang dihadapi teman satu tim,” paparnya
Sementara, uji coba baru dilakukan sekali dengan PSIR Rembang Jumat (7/3). Masih ada sisa tiga agenda uji coba lagi yakni pada 15 Maret (home), 22 Maret away dan 29 Maret home. Untuk pertandingan uji coba hari ini dengan Persiku Kudus, sudah dipastikan batal menyusul tidak keluarnya izin digelarnya pertandingan dari kepolisian menyusul agenda kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Tak pelak, manajemen harus menyusun jadwal ulang. Namun demikian, pengurus mengaku kesulitan untuk menjadwal lagi karena mulai Minggu, 16 Maret – 5 April 2014, merupakan tahapan jadwal kampanye Pemilu Legislatif (Pileg).
Manajemen sendiri sebenarnya sudah mengomunikasikan terkait rencana uji coba di Stadion Jatidiri Semarang dengan pihak kepolisian karena bertepatan dengan jadwal kampanye. Namun, pihak berwajib menginginkan agar pertandingan uji coba dilakukan tanpa penonton. Kondisi ini cukup merepotkan pengurus.
“Kan tahu sendiri, kita juga menyewa stadion, memberikan match fee kepada tim lawan dan membiayai hotel tim tamu. Kalau tanpa penonton, otomatis tidak ada pemasukan dari sektor tiket,” ujar asisten Manajer PSIS, Didik Septiyono, kemarin.
Atas dasar itu, saat ini masih terus dipertimbangkan untuk digelar uji coba secara tertutup. Namun demikian, hal ini tidak mudah mengingat banyak masyarakat yang tentu saja tidak ingin melewatkan tim kebanggaannya melakukan uji coba di rumah sendiri. Padahal kepolisian dengan tegas sudah melarang pertandingan boleh, asal tanpa penonton.
Menurut dia, saat ini Manajer PSIS Wahyu Winarto masih mengkaji opsi pertandingan uji coba tanpa penonton. Kendati, hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bisa saja pengurus rela tanpa penonton, tapi suporter juga belum tentu bersedia melewatkan pertandingan tersebut.
“Ketika tidak ada penonton, penonton pasti tetap datang, ini juga jadi masalah. Izin uji coba di home sangat sulit, tapi kalau pertandingan away, kita berani,” katanya.
Lebih jauh Didik menjelaskan, sebenarnya tim yang mengajak uji coba dengan PSIS di Stadion Jatidiri cukup banyak. Ada tim tetangga Persipur Purwodadi, PSDP Ciamis, dan Persikab Kabupaten Bandung. PSIS sudah tidak perlu lagi menjajal kekuatannya dengan tim lokal, karena itu sudah dilakukan beberapa kali.
“Kan tidak mungkin dengan tim lokal lagi. Sementara ini, besok (hari ini) terpaksa melakukan game dengan teman satu tim di Jatidiri, meski tidak akan optimal karena tentu masing-masing pemain bermain hati-hati karena lawan yang dihadapi teman satu tim,” paparnya
(wbs)