Perbasi Jateng ingin pertahankan medali
Jum'at, 14 Maret 2014 - 15:55 WIB
Perbasi Jateng ingin pertahankan medali
A
A
A
Sindonews.com – Pengurus Provinsi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jateng bertekad untuk mempertahankan gelar dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Provinsi Jawa Barat. Dalam PON 2012 di Riau, bola basket Jateng berhasil mengawinkan gelar. Tim bola basket putri Jateng berhasil mendulang medali emas.
Adapun tim bola basket putra, meraih medali perak dalam ajang pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut. Prestasi emas yang ditorehkan tim putri, merupakan sejarah dari bola basket Jateng meraih emas selama PON sejak kali pertama digelar pada tahun 1948 di Surakarta.
Medali perak bisa dipertahankan tim putra pada PON 2012, karena pada PON 2008, tim putra juga mendapatkan perak. Adapun tim putri, waktu itu gagal membawa pulang medali karena berada di urutan keempat.
Sebenarnya tim putri Jateng pernah meraih medali perak, tapi itu sudah cukup lama. Baru berhasil menyabet emas, pada PON 2012.
Torehan positif tim bola basket Jateng ini berupaya akan tetap dipertahankan pada PON 2016. Kendati, persaingan bola basket ini sangat ketat, baik tim di luar Jawa maupun di Jawa karena kekuatan saat ini sudah hampir merata, termasuk dari tim putri Papua.
Sekretaris Umum Perbasi Jateng Khafid Sirotudin mengakui, kekuatan bola basket ini merata di banyak provinsi. Seperti DKI, Jawa Timur dan Jawa Barat itu masih menjadi tim-tim kuat di Pulau Jawa. Adapun di luar Jawa, yang harus diwaspadai adalah tim dari Sumatera Utara, Banten, dan Kalimantan Timur, karena itu juga termasuk yang menjadi unggulan.
“Perkembangan bola basket di Jateng cukup bagus. Kami ingin tetap mempertahankan emas di tim putri, karena itu menjadi sejarah,” kata Khafid Sirotudin, yang juga mantan General Manager Tim Bola Basket pada PON 2012, kemarin.
Menurut dia, saat ini masih dilakukan tahap-tahap seleksi pemain yang layak masuk skuad PON. Beberapa pemain pada PON 2012 silam yang usianya masih memenuhi syarat sesuai ketentuan Perbasi dan performanya konsisten, tentu saja ini masih tetap akan dipertahankan oleh manajemen.
“Banyak pemain bagus, ada dari Salatiga dan Solo. Tentunya, harus memenuhi ketentuan dari segi usia saat penyelenggaraan PON berlangsung,” jelas Ketua Fraksi PAN DPRD Jateng ini.
Adapun tim bola basket putra, meraih medali perak dalam ajang pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut. Prestasi emas yang ditorehkan tim putri, merupakan sejarah dari bola basket Jateng meraih emas selama PON sejak kali pertama digelar pada tahun 1948 di Surakarta.
Medali perak bisa dipertahankan tim putra pada PON 2012, karena pada PON 2008, tim putra juga mendapatkan perak. Adapun tim putri, waktu itu gagal membawa pulang medali karena berada di urutan keempat.
Sebenarnya tim putri Jateng pernah meraih medali perak, tapi itu sudah cukup lama. Baru berhasil menyabet emas, pada PON 2012.
Torehan positif tim bola basket Jateng ini berupaya akan tetap dipertahankan pada PON 2016. Kendati, persaingan bola basket ini sangat ketat, baik tim di luar Jawa maupun di Jawa karena kekuatan saat ini sudah hampir merata, termasuk dari tim putri Papua.
Sekretaris Umum Perbasi Jateng Khafid Sirotudin mengakui, kekuatan bola basket ini merata di banyak provinsi. Seperti DKI, Jawa Timur dan Jawa Barat itu masih menjadi tim-tim kuat di Pulau Jawa. Adapun di luar Jawa, yang harus diwaspadai adalah tim dari Sumatera Utara, Banten, dan Kalimantan Timur, karena itu juga termasuk yang menjadi unggulan.
“Perkembangan bola basket di Jateng cukup bagus. Kami ingin tetap mempertahankan emas di tim putri, karena itu menjadi sejarah,” kata Khafid Sirotudin, yang juga mantan General Manager Tim Bola Basket pada PON 2012, kemarin.
Menurut dia, saat ini masih dilakukan tahap-tahap seleksi pemain yang layak masuk skuad PON. Beberapa pemain pada PON 2012 silam yang usianya masih memenuhi syarat sesuai ketentuan Perbasi dan performanya konsisten, tentu saja ini masih tetap akan dipertahankan oleh manajemen.
“Banyak pemain bagus, ada dari Salatiga dan Solo. Tentunya, harus memenuhi ketentuan dari segi usia saat penyelenggaraan PON berlangsung,” jelas Ketua Fraksi PAN DPRD Jateng ini.
(wbs)