Seedorf dan pemain dengarkan tuntutan ultras
Senin, 17 Maret 2014 - 15:40 WIB
Seedorf dan pemain dengarkan tuntutan ultras
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih AC Milan, Clarence Seedorf dan para pemain membuka pertemuan dengan pendukung garis keras (Ultras) I Rossonerri -julukan Milan- setelah kekalahan timnya 4-2 atas Parma di San Siro, kemarin malam. Kekalahan ini menjadi keempat beruntun bagi Milan di Serie A maupun Liga Champions dengan kemasukan delapan gol dalam dua laga terakhir.
Sementara itu sebelumnya protes besar-besaran digelar para ultras sebelum laga antara Milan kontra Parma dan sepanjang pertandingan. Aksi protes itu terkait beberapa kebijakan Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani yang dinilai tak tepat. Guna meredam gelombang protes agar tak membesar, para pemain Milan seperti Ricardo Kaka, Mario Balotelli dan pelatih menemui perwakilan ultras setelah laga.
"Ini situasi sensitif bagi beberapa orang yang sangat mencintai klub ini dengan hati mereka, baik dalam maupun di luar lapangan. Pertemuan ini berlangsung damai dan mereka mengutarakan pendapatnya, namun tidak ada secara khusus yang terjadi. Mereka semua menginginkan yang terbaik bagi Milan, jadi setelah dua tahun keterpurukan mereka perlu mengekspresikan emosi mereka," ucap Seedorf seperti dilansir Football-Italia, Senin (17/3).
Seedorf mengaku tidak cemas atas upaya protes yang dilakukan Ultras Milan terkait kebijakan Galliani. Ia yakin para fans Milan mengeri bila pihak manajemen maupun pemain telah melakukan yang terbaik untuk memperbaiki situasi mereka saat ini. Seperti diketahui Milan saat ini terpuruk di peringkat 11 klasemen sementara Serie A.
"Saya telah mengalami ini sebelumnya, saat di Botafogo. Jadi saya rasa semua orang menghormati tim mereka, terkadang mendengarkan suara para fans tentang apa yang mereka inginkan dapat membantu tim. Semuanya bakal berjalan lebih baik," tandasnya.
Sementara itu sebelumnya protes besar-besaran digelar para ultras sebelum laga antara Milan kontra Parma dan sepanjang pertandingan. Aksi protes itu terkait beberapa kebijakan Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani yang dinilai tak tepat. Guna meredam gelombang protes agar tak membesar, para pemain Milan seperti Ricardo Kaka, Mario Balotelli dan pelatih menemui perwakilan ultras setelah laga.
"Ini situasi sensitif bagi beberapa orang yang sangat mencintai klub ini dengan hati mereka, baik dalam maupun di luar lapangan. Pertemuan ini berlangsung damai dan mereka mengutarakan pendapatnya, namun tidak ada secara khusus yang terjadi. Mereka semua menginginkan yang terbaik bagi Milan, jadi setelah dua tahun keterpurukan mereka perlu mengekspresikan emosi mereka," ucap Seedorf seperti dilansir Football-Italia, Senin (17/3).
Seedorf mengaku tidak cemas atas upaya protes yang dilakukan Ultras Milan terkait kebijakan Galliani. Ia yakin para fans Milan mengeri bila pihak manajemen maupun pemain telah melakukan yang terbaik untuk memperbaiki situasi mereka saat ini. Seperti diketahui Milan saat ini terpuruk di peringkat 11 klasemen sementara Serie A.
"Saya telah mengalami ini sebelumnya, saat di Botafogo. Jadi saya rasa semua orang menghormati tim mereka, terkadang mendengarkan suara para fans tentang apa yang mereka inginkan dapat membantu tim. Semuanya bakal berjalan lebih baik," tandasnya.
(akr)