Panser Biru desak PSIS tetap uji coba
Selasa, 18 Maret 2014 - 01:32 WIB
Panser Biru desak PSIS tetap uji coba
A
A
A
Sindonews.com - PSIS Semarang diminta untuk tetap menggelar uji coba dengan tim selevel meski harus tanpa penonton di kandang. Uji coba dengan tim yang sama-sama berlaga di Divisi Utama ini sangat penting, untuk memperbaiki kelemahan yang ada di skuad Mahesa Jenar.
Agenda kampanye dari partai politik masih bisa disiasati. Desakan untuk segera digelarnya uji coba disampaikan oleh Ketua Umum Panser Biru, Mario Baskoro. Menurut Mario, tidak menjadi soal ketika pertandingan uji coba itu digelar meski harus tanpa penonton. ''Kita itu mendukung PSIS, bukan apa-apa. Berpikirnya kita tim karena dengan uji coba bisa mengetahui kelemahan itu ada di lini mana,” jelasnya.
Pengurus PSIS saat ini masih limbung lantaran dua uji coba di kandang yang sudah dijadwalkan berantakan. Semula PSIS berencana uji coba pada 15 Maret di kandang. Namun uji coba batal karena kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kemudian pada 29 Maret, juga di kandang. Tapi ini masih dikaji kembali karena bersamaan dengan kampanye partai politik. Kampanye ini baru berakhir pada 5 April 2014. Kendati tetap digelar di kandang, risikonya harus tanpa penonton agar dapat izin dari kepolisian. Kontan saja, ini sangat menyulitkan manajemen karena tidak ada pendapatan dari sektor tiket.
Mario menuturkan, Panser Biru siap tidak hadir menonton jika memang itu adalah kebijakan dari pihak kepolisian. Pihaknya sangat menghormati apa pun keputusan dari kepolisian. ''Mungkin kepolisian juga khawatir adanya kerawanan-kerawanan kamtibmas dan pertandingan itu bisa ditunggangi oleh salah satu calon anggota legislatif,” ucapnya.
PSIS memang perlu uji coba lagi. Karena uji coba dengan tim selevel perdana, PSIR Rembang beberapa waktu lalu, hasilnya kurang memuaskan. Ronald Fagundez dkk. hanya bisa ditahan imbang. Terlebih lagi, saat ini, pembenahan-pembenahan masih perlu dilakukan, khususnya di lini tengah yang masih paceklik gol.
Dalam empat laga terakhir, dua striker yang dimiliki PSIS, Harry Nur dan Saptono, tidak mampu memberi kontribusi gol. Uji coba dengan PSIS amatir, gol dilesakkan oleh pemain tengah, Andi Rohmad dan Boas Atururi. Saat laga melawan tim nasional, juga demikian.
Asisten Manajer PSIS Semarang Didik Septiyono menuturkan, sampai sejauh ini pengurus belum memutuskan untuk menggelar uji coba tanpa penonton di kandang. ''Saat ini baru dijajaki dengan PPSM Sakti Magelang. Tapi juga belum bisa dipastikan,''ucapnya.
Pelatih PSIS Semarang Eko Riyadi menyerahkan sepenuhnya uji coba tersebut kepada manajemen. ''Harusnya memang perlu uji coba lagi. Tapi jika kondisinya tidak memungkinkan mau bagaimana lagi, terpaksa kita bertanding melawan teman satu tim,”jelasnya.
Agenda kampanye dari partai politik masih bisa disiasati. Desakan untuk segera digelarnya uji coba disampaikan oleh Ketua Umum Panser Biru, Mario Baskoro. Menurut Mario, tidak menjadi soal ketika pertandingan uji coba itu digelar meski harus tanpa penonton. ''Kita itu mendukung PSIS, bukan apa-apa. Berpikirnya kita tim karena dengan uji coba bisa mengetahui kelemahan itu ada di lini mana,” jelasnya.
Pengurus PSIS saat ini masih limbung lantaran dua uji coba di kandang yang sudah dijadwalkan berantakan. Semula PSIS berencana uji coba pada 15 Maret di kandang. Namun uji coba batal karena kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kemudian pada 29 Maret, juga di kandang. Tapi ini masih dikaji kembali karena bersamaan dengan kampanye partai politik. Kampanye ini baru berakhir pada 5 April 2014. Kendati tetap digelar di kandang, risikonya harus tanpa penonton agar dapat izin dari kepolisian. Kontan saja, ini sangat menyulitkan manajemen karena tidak ada pendapatan dari sektor tiket.
Mario menuturkan, Panser Biru siap tidak hadir menonton jika memang itu adalah kebijakan dari pihak kepolisian. Pihaknya sangat menghormati apa pun keputusan dari kepolisian. ''Mungkin kepolisian juga khawatir adanya kerawanan-kerawanan kamtibmas dan pertandingan itu bisa ditunggangi oleh salah satu calon anggota legislatif,” ucapnya.
PSIS memang perlu uji coba lagi. Karena uji coba dengan tim selevel perdana, PSIR Rembang beberapa waktu lalu, hasilnya kurang memuaskan. Ronald Fagundez dkk. hanya bisa ditahan imbang. Terlebih lagi, saat ini, pembenahan-pembenahan masih perlu dilakukan, khususnya di lini tengah yang masih paceklik gol.
Dalam empat laga terakhir, dua striker yang dimiliki PSIS, Harry Nur dan Saptono, tidak mampu memberi kontribusi gol. Uji coba dengan PSIS amatir, gol dilesakkan oleh pemain tengah, Andi Rohmad dan Boas Atururi. Saat laga melawan tim nasional, juga demikian.
Asisten Manajer PSIS Semarang Didik Septiyono menuturkan, sampai sejauh ini pengurus belum memutuskan untuk menggelar uji coba tanpa penonton di kandang. ''Saat ini baru dijajaki dengan PPSM Sakti Magelang. Tapi juga belum bisa dipastikan,''ucapnya.
Pelatih PSIS Semarang Eko Riyadi menyerahkan sepenuhnya uji coba tersebut kepada manajemen. ''Harusnya memang perlu uji coba lagi. Tapi jika kondisinya tidak memungkinkan mau bagaimana lagi, terpaksa kita bertanding melawan teman satu tim,”jelasnya.
(aww)